Ilustrasi. (Sumber: website/www.samsung.com)
Ilustrasi. (Sumber: website/www.samsung.com)

HP Panas dan Berasap: Kenali Pemicu Overheat serta Bahayanya

Mohamad Mamduh • 19 September 2026 19:07
Ringkasnya gini..
  • Ponsel cerdas dapat mengalami overheat hingga memicu asap akibat kerusakan fisik maupun paparan suhu panas.
  • Insiden ponsel berasap di KRL Rawabuntu terjadi akibat gesekan antarperangkat di dalam tas penumpang.
  • Penggunaan aplikasi berat, sinyal buruk, hingga serangan malware menjadi pemicu utama kenaikan suhu ponsel.
Jakarta: Perangkat telepon seluler (ponsel) yang digunakan dalam aktivitas sehari-hari berpotensi mengalami panas berlebih (overheat) hingga mengeluarkan asap. Fenomena ini umumnya dipicu oleh kerusakan fisik maupun paparan suhu panas eksternal.
 

Peristiwa tersebut baru-baru ini terjadi di dalam gerbong khusus wanita KRL yang berhenti di Stasiun Rawabuntu, Serpong, Tangerang Selatan, pada Rabu (17/9). Kepulan asap yang sempat membubung dari tas salah satu penumpang sempat memicu kekhawatiran. Namun, pihak kepolisian memastikan tidak ada ledakan dalam insiden tersebut.

Asap tersebut berasal dari dua unit ponsel di dalam tas yang saling bergesekan hingga terbakar. Mengutip PC Mag, overheat merupakan salah satu ancaman terbesar bagi keandalan perangkat genggam. Ponsel cerdas modern kini dibekali prosesor berkinerja tinggi serta baterai berkapasitas besar dalam bodi tipis, sehingga risiko kenaikan suhu ekstrem menjadi hal yang tidak terelakkan.
 

Ragam Penyebab Ponsel Mengalami Overheat


Terdapat sejumlah faktor teknis maupun lingkungan yang menyebabkan suhu ponsel meningkat drastis hingga melampaui batas aman.
 

Pengoperasian Aplikasi Beban Tinggi


Unit Pemroses Sentral (CPU) dan Pemroses Grafis (GPU) merupakan mesin utama ponsel. Ketika pengguna menjalankan aplikasi berat seperti game 3D, memutar tayangan streaming video beresolusi 4K, atau mengaktifkan navigasi GPS secara terus-menerus, komponen tersebut akan bekerja pada kapasitas maksimum dan menghasilkan panas berlebih.

Paparan Suhu Lingkungan Panas


Menempatkan ponsel di bawah paparan sinar matahari langsung menjadi pemicu cepat terjadinya overheat. Komponen ponsel dirancang bekerja optimal pada rentang suhu 0 hingga 35 derajat Celsius. Paparan panas berlebih dapat merusak sel baterai secara permanen serta merusak komponen vital lain, termasuk CPU.

Penumpukan Proses Aplikasi di Latar Belakang


Saat pengguna menutup aplikasi dengan menggeser layar (swipe), aplikasi tersebut sering kali masih beroperasi secara tersembunyi. Proses latar belakang ini terus berjalan untuk memperbarui linimasa media sosial, mengunduh pesan, atau memantau lokasi. Penumpukan aplikasi yang aktif secara bersamaan membebani kinerja prosesor dan daya baterai.

Kendala Sinyal Lemah


Saat koneksi Wi-Fi atau jaringan seluler melemah, pemancar antena ponsel akan bekerja ekstra keras untuk mencari dan mempertahankan koneksi. Aktivitas pencarian sinyal berdaya tinggi ini menghasilkan pelepasan suhu panas yang cukup signifikan. Pengguna disarankan mengaktifkan mode pesawat (flight mode) jika berada di area yang minim sinyal guna membantu menurunkan suhu perangkat.

Infeksi Aplikasi Berbahaya (Malware)


Apabila ponsel mengalami overheat tanpa penggunaan intensif disertai pengurasan baterai yang cepat, ada indikasi perangkat terinfeksi malware. Program jahat seperti spyware, adware, atau cryptojacker bekerja membajak CPU secara tersembunyi untuk aktivitas berat, seperti penambangan kripto maupun pencurian data pribadi.
 
(Nur Aldiansyah Amirulloh)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA