
Sumber: diskominfo.bandungkab.go.id
Beberapa kebiasaan tersebut bahkan sering dilakukan tanpa sadar, seperti menggunakan laptop di atas kasur, membiarkan baterai terus berada dalam kondisi penuh, hingga membersihkan layar dengan cairan secara sembarangan. Jika dilakukan terus-menerus, kebiasaan tersebut dapat mempercepat penurunan kondisi baterai maupun komponen laptop.
Lantas, apa saja kebiasaan sepele yang bisa membuat laptop lebih cepat rusak?
1. Menggunakan Laptop di Atas Kasur
Menggunakan laptop sambil rebahan memang terasa nyaman, tetapi kebiasaan ini sebaiknya tidak terlalu sering dilakukan. Permukaan seperti kasur, bantal, atau selimut dapat mengganggu ventilasi laptop, terutama pada perangkat yang memiliki lubang ventilasi di bagian bawah atau samping.
Apple, misalnya, menyarankan pengguna Mac untuk menempatkan laptop pada permukaan kerja yang stabil dengan ventilasi yang baik. Apple juga secara khusus mengingatkan agar Mac tidak digunakan di tempat tidur, di atas bantal, atau di bawah seprai. Ventilasi pada laptop yang memilikinya juga tidak boleh tertutup.
Suhu yang terlalu tinggi juga dapat berdampak pada baterai. Microsoft menyebut panas berlebih dapat membuat baterai lithium-ion mengalami degradasi lebih cepat dan mengurangi kapasitasnya secara permanen.
Karena itu, gunakan laptop di meja atau permukaan keras dan datar agar sistem pendinginan dapat bekerja dengan baik.
2. Membiarkan Laptop Terus Terhubung ke Charger
Membiarkan laptop terhubung ke charger dalam waktu lama bukan berarti perangkat akan langsung rusak. Namun, kondisi baterai dan suhu tetap perlu diperhatikan.
Microsoft menjelaskan bahwa baterai lithium-ion mengalami penuaan seiring waktu dan penggunaan. Untuk membantu memperlambat degradasinya, Microsoft menyarankan menjaga tingkat baterai sekitar 20–80% bila memungkinkan. Microsoft juga merekomendasikan mengaktifkan fitur Smart charging apabila perangkat mendukungnya.
Masalah lain yang perlu diperhatikan adalah panas. Menggunakan atau mengisi daya perangkat pada suhu tinggi dapat mempercepat degradasi baterai lithium-ion. Karena itu, pengguna sebaiknya memastikan laptop tidak berada di tempat panas ketika sedang diisi daya.
3. Sembarangan Membersihkan Layar dan Keyboard
Membersihkan laptop memang penting, tetapi cara yang salah justru bisa menyebabkan masalah baru. Salah satunya adalah menyemprotkan cairan pembersih langsung ke layar atau bagian laptop.
Apple menyarankan pengguna mematikan Mac dan mencabut adaptor daya sebelum membersihkan perangkat. Untuk bagian luar maupun layar, Apple merekomendasikan kain lembut dan tidak berserat yang sedikit dibasahi. Cairan juga tidak boleh disemprotkan langsung ke laptop karena berpotensi masuk melalui celah perangkat.
Keyboard juga perlu dibersihkan secara hati-hati. Untuk beberapa model MacBook, Apple menyediakan panduan khusus menggunakan udara terkompresi untuk menghilangkan kotoran dari sela-sela tombol.
Jadi, hindari kebiasaan membersihkan laptop menggunakan cairan secara berlebihan atau langsung menyemprotkannya ke perangkat.
4. Membiarkan Laptop Kepanasan
Laptop yang terasa hangat saat digunakan belum tentu mengalami masalah. Namun, membiarkan perangkat bekerja dalam kondisi panas secara terus-menerus bukan kebiasaan yang baik.
Apple menjelaskan bahwa laptop Mac dapat menjadi hangat selama penggunaan normal dan memiliki sensor untuk mendeteksi perubahan suhu. Pengguna disarankan mengoperasikan laptop pada lingkungan dengan suhu sekitar 10–35 derajat Celsius serta memastikan ventilasinya tidak tertutup.
Panas juga menjadi perhatian untuk baterai. Menurut Microsoft, suhu tinggi dapat mempercepat penurunan kualitas baterai lithium-ion.
Jika laptop mulai terasa sangat panas, periksa aplikasi yang sedang berjalan dan pastikan ventilasi tidak tertutup. Hindari pula menggunakan laptop di permukaan yang menghambat sirkulasi udara.
5. Jarang Mematikan atau Mengatur Mode Tidur Laptop
Laptop tidak selalu harus dimatikan setiap selesai digunakan. Namun, membiarkannya menyala terus-menerus juga bukan kebiasaan yang ideal untuk semua kondisi.
Microsoft menjelaskan bahwa mode Sleep menggunakan daya yang sangat sedikit dan dapat digunakan ketika pengguna hanya meninggalkan PC dalam waktu singkat. Sementara itu, Hibernate menggunakan daya lebih sedikit dibanding Sleep dan dapat digunakan ketika laptop tidak akan digunakan dalam waktu lebih lama.
Windows 11 juga menyediakan pengaturan layar dan Sleep yang dapat membantu mengurangi penggunaan daya ketika perangkat tidak digunakan.
Dengan memanfaatkan fitur Sleep, Hibernate, atau Shut down sesuai kebutuhan, pengguna dapat mengatur penggunaan daya laptop dengan lebih efisien.
Rawat Laptop dari Kebiasaan Kecil
Menjaga laptop agar tetap awet tidak selalu membutuhkan perawatan yang rumit. Hal sederhana seperti menggunakan laptop di permukaan yang stabil, menjaga suhu perangkat, merawat baterai, serta membersihkan layar dan keyboard dengan cara yang tepat sudah dapat membantu menjaga kondisi perangkat.Pengguna juga sebaiknya tidak mengabaikan tanda-tanda laptop mulai mengalami masalah, seperti suhu yang tidak wajar, kipas yang terus bekerja keras, atau baterai yang semakin cepat habis. Dengan memperhatikan kebiasaan sehari-hari, risiko kerusakan akibat penggunaan yang kurang tepat dapat diminimalkan.
(Zalsabila Natasya)
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda