Bingung memilih genset, UPS, atau power station saat listrik padam? Simak perbedaan fungsi, kelebihan, dan kisaran harganya di Indonesia.
Bingung memilih genset, UPS, atau power station saat listrik padam? Simak perbedaan fungsi, kelebihan, dan kisaran harganya di Indonesia.

Tips dan Trik

Genset, UPS, atau Power Station Buat Siap Pemadaman Listrik? Ini Perbedaan dan Harganya

Cahyandaru Kuncorojati • 22 Juni 2026 10:49
Ringkasnya gini..
  • Genset cocok untuk kebutuhan daya besar dan pemadaman lama.
  • UPS berfungsi menjaga perangkat tetap menyala saat listrik tiba-tiba padam.
  • Power station menjadi solusi praktis untuk bekerja dan tetap online selama mati listrik.
Jakarta: Genset, UPS, atau Power Station Buat Siap Pemadaman Listrik? Ini Perbedaan dan Harganya
 
Jakarta: Pemadaman listrik bergilir kembali menjadi perhatian masyarakat setelah sejumlah wilayah di Indonesia mengalami gangguan pasokan listrik dalam beberapa pekan terakhir. 
 
Bagi sebagian orang, listrik padam bukan hanya membuat rumah gelap, tetapi juga menghentikan pekerjaan, akses internet, hingga aktivitas belajar dan hiburan.

Tak heran jika banyak orang mulai mencari perangkat listrik cadangan. Namun ketika mulai mencari solusi, muncul pertanyaan baru: lebih baik membeli genset, UPS, atau power station?
 
Ketiganya memang sama-sama bisa membantu saat listrik padam, tetapi sebenarnya memiliki fungsi yang berbeda.
 

Apa Bedanya Genset, UPS, dan Power Station?

Perbedaan utama ketiganya terletak pada sumber daya dan tujuan penggunaannya. Genset menghasilkan listrik sendiri menggunakan bahan bakar seperti bensin atau diesel. Sementara UPS dan power station menyimpan energi di dalam baterai yang sebelumnya sudah diisi daya.
 
Karena itu, kemampuan, durasi penggunaan, hingga biaya yang dibutuhkan juga berbeda cukup jauh.
 

Genset, Solusi untuk Pemadaman Lama dan Daya Besar

Jika tujuan utama adalah menyalakan banyak perangkat elektronik sekaligus dalam waktu lama, genset masih menjadi pilihan paling kuat.
 
Perangkat ini mampu menghidupkan kulkas, pompa air, televisi, komputer, hingga AC tergantung kapasitas yang dimiliki. Selama bahan bakar masih tersedia, genset dapat terus menghasilkan listrik.
 
Karena menghasilkan tenaga besar, genset banyak digunakan oleh rumah tangga, toko, restoran, hingga usaha kecil yang tidak boleh berhenti beroperasi saat listrik padam.
 
Namun ada konsekuensi yang harus diterima. Genset menghasilkan suara yang cukup bising, membutuhkan perawatan rutin, serta tidak boleh digunakan di dalam ruangan tertutup karena menghasilkan emisi gas buang.
 
Untuk pasar Indonesia, genset bensin dengan daya sekitar 700 hingga 900 watt saat ini banyak dijual mulai Rp1,5 juta hingga Rp2,5 juta. Sementara genset inverter yang lebih senyap dan hemat bahan bakar umumnya dibanderol mulai Rp6 juta hingga belasan juta rupiah tergantung kapasitasnya.
 

UPS, Penyelamat Saat Listrik Tiba-Tiba Mati

Berbeda dengan genset, UPS atau Uninterruptible Power Supply sebenarnya tidak dirancang sebagai sumber listrik cadangan jangka panjang.
 
Fungsi utamanya adalah menjaga perangkat tetap menyala sesaat setelah listrik padam. Karena bekerja dalam hitungan milidetik, UPS banyak digunakan untuk komputer, server, modem, router internet, hingga perangkat jaringan lainnya.
 
Keunggulan terbesar UPS adalah kemampuannya mencegah perangkat mati mendadak. Hal ini penting untuk menghindari kehilangan data atau kerusakan perangkat akibat listrik yang tiba-tiba terputus.
 
Namun kapasitas baterainya relatif kecil. Dalam kondisi normal, UPS entry-level hanya mampu mempertahankan komputer atau router menyala selama beberapa menit hingga sekitar satu jam, tergantung beban yang digunakan.
 
Di Indonesia, UPS dengan kapasitas 600VA hingga 650VA dari merek seperti APC, Prolink, atau CyberPower umumnya dijual mulai Rp700 ribu hingga Rp1,2 juta.
 

Power Station, Tren Baru Pengganti Genset untuk Rumah

Dalam beberapa tahun terakhir, portable power station mulai populer sebagai alternatif genset.
 
Perangkat ini pada dasarnya merupakan baterai berkapasitas besar yang dilengkapi berbagai port seperti colokan AC, USB-A, USB-C, hingga output DC.
 
Karena tidak menghasilkan suara maupun asap, power station jauh lebih nyaman digunakan di dalam rumah. Pengguna cukup mengisi dayanya saat listrik tersedia, lalu menggunakannya ketika terjadi pemadaman.
 
Power station cocok untuk menjaga laptop, smartphone, modem internet, kipas angin, lampu LED, hingga televisi tetap berfungsi selama beberapa jam.
 
Perangkat ini juga menjadi favorit pekerja hybrid, kreator konten, hingga jurnalis yang membutuhkan akses internet dan laptop tanpa gangguan.
 
Untuk kapasitas sekitar 200Wh hingga 300Wh, harga power station di Indonesia saat ini berada di kisaran Rp2,5 juta hingga Rp4 juta. Sementara model berkapasitas 500Wh hingga 1.000Wh umumnya dijual mulai Rp5 juta hingga lebih dari Rp15 juta.
 

Mana yang Paling Cocok Saat Pemadaman Bergilir?

Jawabannya bergantung pada kebutuhan. Jika hanya ingin memastikan komputer dan internet tidak mati mendadak, UPS sudah cukup.
 
Apabila tujuan utamanya adalah tetap bekerja menggunakan laptop, menjaga koneksi internet, dan mengisi daya gadget selama beberapa jam, power station menjadi pilihan yang paling praktis.
 
Namun jika ingin menyalakan banyak perangkat rumah tangga sekaligus dalam durasi panjang, genset masih menjadi solusi yang paling efektif.
 
Melihat tren pemadaman listrik yang bisa berlangsung beberapa jam, power station saat ini menjadi perangkat yang semakin relevan untuk penggunaan rumahan. Meski harganya lebih mahal dibanding UPS, perangkat ini menawarkan fleksibilitas yang jauh lebih besar tanpa kebisingan dan perawatan yang identik dengan genset.
 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA