NEWSTICKER
Ilustrasi.
Ilustrasi.

Tips & Trik

Kata Sandi yang Bagus Bikin Anak Tangguh Berinternet, Begini Caranya

Teknologi google tips dan trik teknologi
Cahyandaru Kuncorojati • 25 Februari 2020 10:48
Jakarta: Beberapa waktu lalu Google memperingati Hari Aman Berinternet Sedunia atau Safer Internet Day yang diselenggarakan pada 11 Februari 2020. Bersama dengan ini Goolge juga melaksanakan program bernama Tangkas Berinternet.
 
Tangkas Berinternet adalah sebuah program global literasi digital dan keamanan online yang dijalankan oleh Google bertujuan untuk meningkatkan ketahanan berinternet anak-anak.
 
Program Tangkas Berinternet memuat beberapa materi ajar untuk guru dan orang tua, situs terkait literasi digital, dan permainan berbasis web yang dapat membantu mengajarkan konsep literasi digital kepada anak-anak dengan bantuan guru dan orang tua.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Riset Google bersama dengan lembaga riset Fluent akan ‘Digital Wellbeing’ tahun lalu menunjukan bahwa 1 dari 3 pengguna internet adalah anak-anak. Internet membuka banyak peluang untuk bermain, belajar, dan bersosialisasi.
 
Di saat yang sama, hal ini membuat anak-anak menghadapi risiko yang juga dihadapi orang dewasa. Buktinya, riset yang sama menunjukan bahwa 83 persen orang tua di Indonesia khawatir anak mereka terpapar konten yang tidak pantas atau berbahaya saat menggunakan teknologi digital.
 
Sebelum menggunakan internet yang umumnya membutuhkan akun untuk melakukan proses login. Anak-anak harus diajarkan sejak dini untuk bisa menciptakan akun yang aman. Hal ini akan membuat informasi pribadi atau privasi terjaga.
 
1.Buat kata sandi yang kuat
Kata sandi atau password adalah kunci keamanan akun pengguna internet. Ajarkan anak kita untuk pandai membuat kata sandi yang kuat. Misalnya, pilih minimal delapan karakter dan gunakan kombinasi huruf (huruf besar dan kecil), angka dan simbol.
 
2. Gunakan kreativitas
Jangan gunakan kata sandi yang mudah ditebak, seperti nama panggilan, nama sekolah, tim bola basket favorit, atau serangkaian angka sederhana seperti "123456".
 
3. Jangan gunakan informasi pribadi untuk kata sandi
Hindari penggunaan informasi pribadi untuk kata sandi. Misalnya, nama, alamat, email, nomor telepon, nomor kartu identitas, tanggal lahir, dan lain-lain.
 
4. Ganti kata sandi di akun lain yang kamu punya
Gunakan kata sandi yang berbeda untuk setiap akun penting yang dibuat. Mungkin hal ini akan memaksa anak untuk mengingat begitu banyak kata sandi.
 
Namun apabila satu akun diretas, maka pelaku peretasan tidak mungkin bisa membobol akun yang lain karena memiliki kata sandi berbeda.
 
5. Jangan malas ganti kata sandi saat merasa diketahui orang
Segera ubah sandi kalau kamu tahu atau yakin bahwa kata sandi itu sudah diketahui orang lain selain yang kamu kenal dan percaya.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif