Ilustrasi. Foto: Pexels
Ilustrasi. Foto: Pexels

Sering Dilakukan, 8 Kebiasaan Ini Bisa Membahayakan Data Pribadi

Fatha Annisa • 05 November 2026 16:18
Ringkasnya gini..
  • Aktivitas digital sehari-hari ternyata menyimpan risiko terhadap keamanan data pribadi.
  • Sejumlah kebiasaan pengguna internet dapat membuka celah bagi pencurian identitas, pembobolan akun, hingga penyalahgunaan informasi pribadi.
  • Kesadaran dalam menjaga privasi digital pun menjadi hal penting agar informasi pribadi tidak mudah diakses pihak yang tidak bertanggung jawab.
Jakarta: Aktivitas digital ternyata menyimpan berbagai risiko terhadap keamanan data pribadi. Pasalnya, tanpa disadari, pengguna internet kerap memberikan akses terhadap informasi pribadi lewat sejumlah kebiasaan sederhana.
 
Karena itu, menjaga privasi digital tidak cukup hanya dengan memasang antivirus atau menggunakan kata sandi. Pengguna juga perlu memahami kebiasaan apa saja yang berpotensi membahayakan keamanan informasi pribadi.
 
Lantas, apa saja kebiasaan digital yang berpotensi membahayakan keamanan data pribadi? Berikut penjelasannya:
 

1. Satu Kata Sandi untuk Banyak Akun

Menggunakan satu kata sandi untuk berbagai akun memang praktis karena pengguna tidak perlu mengingat banyak kombinasi, terutama bagi kamu yang mudah lupa dan punya banyak akun. Namun, kebiasaan ini justru dapat meningkatkan risiko pembobolan akun.
 
Jika salah satu layanan mengalami kebocoran data, pelaku kejahatan siber dapat mencoba menggunakan kombinasi email dan kata sandi yang sama untuk masuk ke akun lain, seperti media sosial, email, hingga layanan perbankan.
 
Oleh karena itu, gunakan lah kata sandi yang kuat dan berbeda untuk setiap akun. Jika takut lupa, pengguna juga bisa memanfaatkan password manager untuk menyimpan kombinasi kata sandi dengan lebih aman.
   

2. Oversharing di Media Sosial

Oversharing atau terlalu banyak membagikan informasi, atau mengunggah aktivitas sehari-hari di media sosial sudah menjadi kebiasaan banyak orang. Sayangnya, informasi yang dibagikan terkadang dapat mengungkap lebih banyak hal daripada yang disadari pengguna.
 
Foto tiket perjalanan, kartu identitas, alamat rumah, tanggal lahir, hingga lokasi terkini dapat dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan atau pencurian identitas.
 
Bahkan, unggahan sederhana seperti nama hewan peliharaan atau tanggal ulang tahun dapat memberikan petunjuk untuk menebak kata sandi maupun jawaban pertanyaan keamanan.
 
Karena itu, Sobat Medcom perlu lebih selektif sebelum mengunggah informasi pribadi dan mengatur akun media sosial agar tidak semua informasi dapat dilihat publik.
 

3. Sembarangan Klik Tautan dan Pindai QR Code

Tautan yang dikirim melalui email, pesan singkat, atau media sosial tidak selalu mengarah ke situs resmi. Sebagian di antaranya merupakan bagian dari modus phishing yang dirancang untuk mencuri informasi pribadi.
 
Pelaku biasanya menyamar sebagai pihak bank, perusahaan, atau layanan populer dengan memberikan pesan mendesak. Korban kemudian diarahkan untuk memasukkan informasi seperti kata sandi, nomor kartu, hingga kode OTP pada situs palsu.
 
Hal serupa juga dapat terjadi melalui QR code yang mengarahkan pengguna ke situs berbahaya. Oleh karena itu, jangan terburu-buru membuka tautan atau memindai kode dari sumber yang tidak dikenal. Pastikan alamat situs benar sebelum memasukkan informasi sensitif.
   

4. Memberikan Izin Akses Aplikasi Tanpa Memeriksanya

Saat memasang aplikasi baru, pengguna biasanya menyetujui berbagai permintaan izin akses agar aplikasi bisa segera digunakan. Padahal, tidak semua aplikasi membutuhkan akses ke kamera, mikrofon, kontak, lokasi, atau galeri foto untuk menjalankan fungsinya.
 
Aplikasi yang memperoleh izin berlebihan berpotensi mengakses informasi pribadi yang sebenarnya tidak diperlukan. Maka, periksa kembali izin aplikasi melalui pengaturan privasi perangkat.
 
Berikan izin hanya sesuai kebutuhan dan cabut akses yang tidak relevan dengan fungsi aplikasi tersebut.
 

5. Pakai Wi-Fi Publik untuk Aktivitas Sensitif

Wi-Fi gratis di kafe, bandara, pusat perbelanjaan, atau tempat umum memang memudahkan pengguna mengakses internet. Namun, jaringan yang tidak dikenal atau tidak terlindungi dapat meningkatkan risiko keamanan data.
 
Sobat Medcom sebaiknya menghindari aktivitas sensitif seperti mengakses layanan perbankan atau memasukkan informasi penting melalui jaringan Wi-Fi yang tidak tepercaya.
 
Apabila memungkinkan, gunakan jaringan seluler pribadi atau hotspot sendiri. Jangan lupa juga memastikan situs yang diakses menggunakan koneksi HTTPS dan tidak sembarangan terhubung ke jaringan Wi-Fi dengan nama mencurigakan.
   

6. Menyimpan Kata Sandi di Perangkat Umum

Fitur menyimpan kata sandi otomatis memudahkan pengguna ketika harus masuk kembali ke sebuah akun. Sayangnya, kebiasaan ini bisa berbahaya jika dilakukan pada komputer atau perangkat yang digunakan bersama orang lain.
 
Misalnya, saat mengakses email atau media sosial melalui komputer umum, pengguna lupa keluar dari akun atau menghapus informasi login yang tersimpan. Akibatnya, orang lain yang pakai perangkat tersebut berpotensi mengakses akun tanpa sepengetahuan pemiliknya.
 
Untuk menghindari risiko tersebut, selalu lakukan logout setelah selesai menggunakan akun dan jangan lupa menghapus riwayat login jika diperlukan.
 

7. Mengabaikan Pembaruan Sistem dan Aplikasi

Pembaruan sistem operasi dan aplikasi tidak hanya menghadirkan fitur baru, tetapi juga dapat memperbaiki celah keamanan yang ditemukan pada versi sebelumnya. Terus menggunakan versi lama justru berpotensi lebih rentan terhadap serangan yang memanfaatkan kelemahan tersebut.
 
Karena itu, biasakan memperbarui sistem operasi, aplikasi, dan browser secara berkala. Aktifkan pembaruan otomatis jika tersedia agar perangkat memperoleh perlindungan keamanan terbaru.

 


8. Menggunakan Login Media Sosial untuk Semua Aplikasi

Pengguna perlu memahami informasi dan izin apa saja yang diberikan kepada layanan pihak ketiga sebelum menghubungkan akun Google, Facebook, atau Apple untuk masuk maupun registrasi di aplikasi tertentu.
 
Selain itu, jangan lupa selalu periksa terlebih dahulu permintaan akses dan kebijakan privasi aplikasi. Cabut akses dari layanan pihak ketiga yang sudah tidak digunakan atau tidak lagi dipercaya.
 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(PRI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA