WhatsApp menyediakan sejumlah fitur keamanan bawaan yang bisa dimanfaatkan untuk memperkuat perlindungan akun. Mulai dari verifikasi tambahan saat mendaftarkan akun di perangkat baru hingga pemeriksaan perangkat yang terhubung, enam pengaturan berikut layak diperiksa agar risiko akses tanpa izin bisa dikurangi.
1. Tambahkan PIN Lewat Verifikasi Dua Langkah
Kode OTP melalui SMS bukan satu-satunya perlindungan yang tersedia ketika akun WhatsApp didaftarkan di perangkat baru. Fitur verifikasi dua langkah menambahkan PIN enam digit sebagai lapisan verifikasi tambahan.Untuk mengaktifkannya, buka Pengaturan > Akun > Verifikasi dua langkah, kemudian pilih opsi untuk mengaktifkan fitur. Buat PIN yang tidak mudah ditebak dan tambahkan alamat e-mail pemulihan untuk membantu jika suatu saat PIN terlupa.
Jangan menggunakan kombinasi sederhana atau membagikan PIN kepada orang lain. Kode OTP dan PIN WhatsApp merupakan informasi sensitif yang harus tetap berada dalam kendali pemilik akun.
2. Kunci Aplikasi agar Chat Tidak Dibuka Sembarangan
Perlindungan akun juga perlu memperhitungkan kemungkinan ponsel diakses orang lain. Ketika perangkat sedang dipinjam atau berada di luar pengawasan, kunci layar WhatsApp dapat membantu mencegah orang membuka percakapan tanpa autentikasi.Pengguna bisa mengaktifkannya melalui Pengaturan > Privasi > Kunci layar. Setelah itu, tentukan kapan aplikasi harus terkunci kembali, misalnya segera setelah ditutup, setelah satu menit, atau setelah 30 menit tidak digunakan.
Fitur ini tidak menggantikan verifikasi akun, tetapi menambah perlindungan terhadap akses fisik ke aplikasi.
3. Periksa Perangkat yang Masih Terhubung
WhatsApp dapat digunakan di komputer, tablet, dan perangkat lain melalui fitur perangkat tertaut. Masalahnya, pengguna mungkin lupa memutuskan koneksi setelah menggunakan perangkat bersama atau komputer yang sudah tidak dipakai.Buka Pengaturan > Perangkat tertaut, lalu periksa daftar perangkat yang terhubung. Jika ada perangkat yang tidak dikenal atau tidak lagi digunakan, keluarkan perangkat tersebut dari akun.
Pemeriksaan berkala membantu pengguna mengetahui sesi yang masih aktif dan mengurangi risiko akses melalui perangkat yang tidak semestinya digunakan.
4. Batasi Siapa yang Bisa Menambahkan Anda ke Grup
Grup WhatsApp dapat menjadi sarana penyebaran spam dan penipuan, termasuk tawaran hadiah palsu. Walaupun pengaturan grup bukan perlindungan langsung terhadap pengambilalihan akun, membatasi undangan dapat mengurangi paparan terhadap pesan yang tidak diinginkan.Masuk ke Pengaturan > Privasi > Grup, lalu pilih Kontak saya. Jika diperlukan, gunakan opsi "Kontak saya kecuali..." untuk mengecualikan orang tertentu.
Apabila seseorang yang tidak memenuhi ketentuan mencoba menambahkan Anda, WhatsApp dapat mengirimkan permintaan yang bisa diterima atau diabaikan.
5. Sembunyikan Status Terakhir Dilihat dan Online
Informasi kapan pengguna terakhir aktif di WhatsApp dapat dilihat orang lain jika pengaturannya mengizinkan. Membatasi informasi tersebut membantu mengurangi paparan aktivitas pribadi kepada orang yang tidak diinginkan.Untuk mengaturnya, buka Pengaturan > Privasi > Terakhir dilihat dan online. Pilih siapa yang boleh melihat informasi itu, termasuk opsi untuk menyembunyikannya dari semua orang.
Pengaturan ini tidak mencegah peretasan secara langsung, tetapi memberi pengguna kendali lebih besar atas informasi aktivitas yang dibagikan.
6. Nyalakan Notifikasi Perubahan Kode Keamanan
WhatsApp menyediakan notifikasi ketika kode keamanan percakapan dengan suatu kontak berubah. Fitur ini bisa diaktifkan melalui Pengaturan > Keamanan > Tampilkan notifikasi keamanan.Perubahan kode dapat terjadi ketika seseorang mengganti ponsel atau memasang ulang WhatsApp. Karena itu, notifikasi tersebut tidak otomatis menandakan bahwa akun telah diretas. Fungsinya adalah memberi informasi ketika kode keamanan percakapan berubah.
Enam pengaturan tersebut membantu memperkuat perlindungan akun dari berbagai risiko, tetapi tidak menjamin akun kebal dari peretasan. Kebiasaan pengguna tetap berperan penting.
Jangan memberikan kode OTP atau PIN kepada siapa pun, termasuk orang yang mengaku sebagai petugas layanan. Hindari membuka tautan mencurigakan dari chat yang tidak dikenal dan perbarui WhatsApp melalui toko aplikasi resmi agar memperoleh pembaruan yang tersedia, termasuk perbaikan keamanan.