Ilustrasi.
Ilustrasi.

Tips dan Trik

Cara Memulihkan Akun WhatsApp yang Diretas, Ikuti Langkah Ini

Cahyandaru Kuncorojati • 20 Agustus 2026 15:35
Ringkasnya gini..
  • Cara utama mengembalikan WhatsApp yang diretas adalah mendaftarkan kembali nomor telepon dan memasukkan kode verifikasi 6 digit.
  • Setelah berhasil masuk, periksa Linked Devices, aktifkan verifikasi dua langkah, dan beri tahu kontak jika akun sempat digunakan pelaku.
  • Jika pelaku memasang PIN verifikasi dua langkah yang tidak Anda kenal, proses pemulihan dapat membutuhkan waktu tambahan.
Jakarta: Akun WhatsApp yang tiba-tiba logout, mengirim pesan sendiri, atau digunakan orang lain belum tentu hilang permanen. 
 
Cara memulihkan akun WhatsApp yang diretas pada dasarnya dimulai dengan mengambil kembali akses atas nomor telepon yang terdaftar dan melakukan registrasi ulang melalui aplikasi resmi.
 
WhatsApp sendiri menyediakan panduan khusus untuk akun yang telah disusupi, sementara National Cyber Security Centre (NCSC) juga menyarankan korban akun diretas segera menghubungi penyedia layanan dan mengikuti prosedur pemulihan resmi.
 

Kenali Dulu Tanda WhatsApp Diretas

Salah satu tanda yang paling jelas adalah akun tiba-tiba keluar dari perangkat, padahal pengguna tidak melakukan logout. Pesan yang tidak pernah dibuat juga bisa menjadi indikasi bahwa orang lain sudah mengambil alih akun.

Kemunculan aktivitas yang tidak dikenal pada akun atau perangkat yang tidak dikenali juga perlu diperhatikan. NCSC menyebut perubahan pengaturan keamanan, aktivitas login yang mencurigakan, serta pesan yang tidak pernah dibuat pengguna sebagai tanda umum akun telah dikompromikan.
 
Untuk WhatsApp, ancaman juga bisa datang dari device linking. Meta memperingatkan bahwa penipu dapat mencoba membuat korban memasukkan kode atau memindai QR code yang kemudian menghubungkan perangkat pelaku ke akun WhatsApp.
 

Cara Mengembalikan Akun WhatsApp yang Diretas

Langkah pertama adalah daftar ulang nomor telepon di WhatsApp. Buka WhatsApp pada ponsel, masukkan nomor telepon yang sebelumnya digunakan, kemudian minta kode verifikasi. 
 
WhatsApp akan mengirimkan kode enam digit melalui SMS atau metode verifikasi yang tersedia pada akun.
 
Masukkan kode tersebut hanya di aplikasi WhatsApp resmi. Setelah nomor berhasil diverifikasi kembali, sesi akun pada perangkat orang lain akan dikeluarkan. Panduan pemulihan WhatsApp yang dirujuk berbagai lembaga keamanan juga menjelaskan bahwa verifikasi ulang dengan kode enam digit adalah mekanisme utama untuk mengambil kembali akun.
 
Jangan pernah memberikan kode verifikasi tersebut kepada siapa pun. Orang yang mengaku teman, petugas WhatsApp, atau pihak yang mengatakan kode salah terkirim tetap tidak membutuhkan kode itu dari Anda.
 

Bagaimana Kalau Peretas Mengaktifkan PIN Verifikasi Dua Langkah?

Situasinya bisa sedikit berbeda ketika pelaku sudah mengaktifkan two-step verification menggunakan PIN yang tidak Anda buat.
 
Jika Anda masih memiliki akses ke email pemulihan yang terhubung dengan verifikasi dua langkah, ikuti opsi pemulihan yang tersedia di WhatsApp.
 
Namun, jika Anda tidak mengetahui PIN tersebut dan tidak memiliki metode pemulihan yang tersedia, prosesnya dapat memerlukan masa tunggu sebelum PIN dapat diatur ulang. Panduan pemulihan yang dirujuk dalam advisori keamanan menyebut masa tunggu tujuh hari dalam skenario tertentu.
 
Yang penting, masa tunggu tersebut bukan berarti pelaku otomatis tetap memiliki akses setelah Anda berhasil melakukan verifikasi ulang nomor. Proses verifikasi nomor tetap menjadi langkah utama untuk mengambil kembali akun.
 

Setelah Berhasil Masuk, Periksa Linked Devices

Jangan berhenti setelah berhasil login. Buka menu Linked Devices dan periksa seluruh perangkat yang terhubung. Jika ada perangkat yang tidak dikenali, keluarkan sesi tersebut.
 
Langkah ini penting karena pengambilalihan akun tidak selalu terjadi melalui proses login utama. Meta pada 2026 kembali memperingatkan mengenai penipuan yang memanfaatkan fitur penghubungan perangkat WhatsApp.
 

Aktifkan Verifikasi Dua Langkah

Setelah akun kembali, aktifkan Two-Step Verification dan gunakan PIN yang tidak mudah ditebak. Tambahkan email pemulihan jika opsi tersebut tersedia.
 
WhatsApp terus menambah lapisan perlindungan terhadap pengambilalihan akun. Pada 2026, Meta juga memperkenalkan Strict Account Settings, sebuah pengaturan perlindungan tambahan yang ditujukan terutama bagi pengguna yang berisiko menghadapi serangan siber canggih. Fitur ini dapat diakses melalui Settings > Privacy > Advanced ketika tersedia pada akun pengguna.
 
WhatsApp juga terus mengembangkan perlindungan terhadap scam dan serangan berbasis phishing, termasuk peringatan ketika ada aktivitas penghubungan perangkat yang mencurigakan.
 

Beri Tahu Kontak Bila Akun Sempat Dikuasai

Kalau akun sempat digunakan pelaku, segera beri tahu keluarga, teman, atau rekan kerja bahwa akun Anda sebelumnya telah diambil alih.
 
Langkah ini penting untuk mencegah orang lain percaya pada pesan yang mungkin dikirim pelaku, terutama bila berisi permintaan uang, kode OTP, tautan, atau permintaan data pribadi.
 
NCSC juga menyarankan korban akun diretas memeriksa akun lain yang mungkin menggunakan kredensial atau informasi keamanan yang sama serta mengganti akses yang berpotensi ikut terdampak.
 

Jangan Panik dan Jangan Percaya Jasa “Buka Akun”

Dalam kondisi akun diretas, pengguna sering kali rentan terhadap penipuan kedua. Hindari pihak yang mengaku dapat “membuka WhatsApp” dengan meminta kode SMS, PIN, QR code, atau akses ke ponsel.
 
Pemulihan sebaiknya dilakukan melalui aplikasi WhatsApp dan Help Center resmi, bukan melalui nomor atau tautan yang dikirim oleh orang yang tidak dikenal. WhatsApp memang menyediakan halaman khusus Recover a compromised account untuk kasus semacam ini.
 
Pada akhirnya, kunci pemulihan WhatsApp ada pada satu hal: kembali menguasai nomor telepon yang terdaftar dan menyelesaikan proses verifikasi resmi. Setelah akses kembali, segera bersihkan perangkat yang terhubung dan aktifkan perlindungan tambahan agar akun tidak mudah diambil alih lagi.
 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA