Google Autentikator. Doc: pexels/AS Photography
Google Autentikator. Doc: pexels/AS Photography

3 Aplikasi Autentikator Terbaik untuk Android, Mana yang Paling Bikin Aman?

Muhammad Syahrul Ramadhan • 09 September 2026 21:00
Ringkasnya gini..
  • Keamanan akun digital kini tidak cukup hanya mengandalkan password.
  • Aplikasi autentikator bekerja dengan menghasilkan kode verifikasi sekali pakai (OTP) yang biasanya berubah setiap beberapa puluh detik.
  • Google Authenticator menjadi salah satu pilihan paling sederhana untuk pengguna Android.
Jakarta: Keamanan akun digital kini tidak cukup hanya mengandalkan password. Salah satu cara yang bisa digunakan untuk memberikan lapisan perlindungan tambahan adalah autentikasi dua faktor (2FA) menggunakan aplikasi autentikator.

Aplikasi autentikator bekerja dengan menghasilkan kode verifikasi sekali pakai (OTP) yang biasanya berubah setiap beberapa puluh detik. Kode tersebut kemudian digunakan sebagai langkah tambahan ketika pengguna login ke akun seperti Google, media sosial, email, atau layanan digital lainnya.

Buat pengguna Android, tersedia cukup banyak aplikasi autentikator yang bisa digunakan. Namun, beberapa aplikasi memiliki fitur yang lebih lengkap, terutama dalam hal pencadangan dan pemindahan akun ketika pengguna berganti perangkat.

Berikut 3 aplikasi autentikator terbaik untuk Android yang bisa dipertimbangkan.

Google Authenticator


Google Authenticator menjadi salah satu pilihan paling sederhana untuk pengguna Android. Aplikasi ini dapat menghasilkan kode verifikasi untuk situs dan aplikasi yang mendukung autentikasi melalui aplikasi Authenticator.
Baca Juga :
5 Fitur Unik iPhone yang Belum Dimiliki Android, dari iMessage hingga iPhone Handoff

Salah satu keunggulan Google Authenticator saat ini adalah kemampuan menyinkronkan kode melalui Akun Google. Dengan begitu, ketika pengguna login ke Akun Google di perangkat baru, kode Authenticator dapat disinkronkan secara otomatis. Google juga menyebut kode Authenticator dienkripsi saat dikirim maupun ketika tersimpan di sistemnya.

Aplikasi ini juga tetap dapat menghasilkan kode meskipun perangkat tidak memiliki koneksi internet atau layanan seluler. Hal tersebut membuat Google Authenticator praktis digunakan ketika pengguna sedang berada di tempat dengan koneksi terbatas.
Kelebihan:
  • Sederhana dan mudah digunakan.
  • Bisa menghasilkan kode tanpa koneksi internet.
  • Kode dapat disinkronkan melalui Akun Google.
  • Mendukung pemindahan kode ke perangkat baru.
  • Cocok untuk pengguna yang menginginkan aplikasi autentikator tanpa banyak pengaturan.
Kekurangan:
  • Fitur pengelolaan akun relatif sederhana dibandingkan beberapa alternatif.
  • Jika menggunakan Authenticator tanpa Akun Google, pemindahan kode ke perangkat baru harus dilakukan secara manual menggunakan proses ekspor dan impor.
Autentikator bawaan Google ini cocok untuk pengguna yang ingin aplikasi autentikator sederhana dan terintegrasi dengan ekosistem Google.
Microsoft Authenticator

Meski dikembangkan Microsoft, aplikasi ini tidak hanya ditujukan untuk akun Microsoft. Authenticator juga dapat digunakan untuk akun pihak ketiga yang menggunakan kode OTP, seperti akun Google, Amazon, dan layanan lainnya.

Microsoft Authenticator menawarkan beberapa metode autentikasi. Selain kode sekali pakai, aplikasi ini dapat digunakan untuk menyetujui proses login melalui ponsel serta mendukung login tanpa password pada layanan yang kompatibel.

Salah satu fitur pentingnya adalah Cloud Backup. Pada Android, pengguna dapat mengaktifkan pencadangan melalui pengaturan aplikasi dan memilih akun Microsoft pribadi sebagai tempat penyimpanan cadangan. Jika berganti perangkat, informasi yang sebelumnya dicadangkan dapat dipulihkan.

Namun, ada satu hal yang perlu diperhatikan. Microsoft menyatakan pencadangan dan pemulihan hanya dapat dilakukan pada jenis perangkat yang sama. Jadi, cadangan dari iOS tidak dapat dipulihkan langsung ke Android dan begitu pula sebaliknya.
Kelebihan:
  • Mendukung kode OTP.
  • Mendukung persetujuan login melalui aplikasi.
  • Mendukung login tanpa password untuk layanan yang kompatibel.
  • Memiliki fitur pencadangan.
  • Cocok untuk akun pribadi maupun akun kerja/sekolah.
Kekurangan:
  • Beberapa jenis akun, khususnya akun kerja atau sekolah, tetap membutuhkan proses login kembali setelah pemulihan.
  • Sistem pencadangan memiliki batasan berdasarkan jenis perangkat.
Pengguna yang banyak menggunakan layanan Microsoft atau membutuhkan fitur autentikasi yang lebih lengkap pasti cocok dengan autentikator ini.

Aegis Authenticator


Kalau kamu mencari alternatif yang lebih menonjolkan kontrol pengguna dan open-source, Aegis Authenticator bisa menjadi pilihan.

Aegis Authenticator merupakan aplikasi autentikator gratis dan open-source khusus Android. Pengembangnya menyebut Aegis memiliki fokus utama pada keamanan, pencadangan, dan kustomisasi.

Aegis menyimpan token autentikasi dalam sebuah secure vault yang dapat dilindungi dengan kunci biometrik. Aplikasi ini juga mendukung impor dan ekspor token dari berbagai aplikasi 2FA serta menyediakan fitur pencadangan otomatis.
Selain keamanan, Aegis menyediakan berbagai pilihan kustomisasi tampilan, termasuk mode gelap, tampilan berbentuk tile, serta ikon untuk mempermudah pengguna menemukan kode dari akun tertentu.
Kelebihan:
  • Gratis dan open-source.
  • Memiliki secure vault untuk menyimpan token.
  • Mendukung biometric unlock.
  • Mendukung impor dan ekspor token.
  • Menyediakan pencadangan otomatis.
  • Memiliki banyak opsi kustomisasi.
Kekurangan:
  • Hanya tersedia untuk Android.
  • Antarmukanya menawarkan lebih banyak pengaturan sehingga mungkin terasa lebih kompleks bagi pengguna yang hanya membutuhkan fitur dasar.
Kalau kamu pengguna Android yang menginginkan kontrol lebih besar atas token 2FA dan fitur pencadangan yang fleksibel boleh mencoba gunakan aplikasi keamanan ini.

Mana yang Paling Bagus?

Tidak ada satu aplikasi autentikator yang paling cocok untuk semua orang. Pilihannya bisa disesuaikan dengan kebutuhan.
Yang terpenting, aplikasi autentikator sebaiknya digunakan sebagai bagian dari sistem keamanan akun secara keseluruhan. Pengguna tetap perlu menggunakan password yang kuat, menjaga kode pemulihan atau recovery code dengan aman, dan tidak membagikan kode OTP kepada orang lain.

Dengan mengaktifkan 2FA, akun mendapatkan lapisan perlindungan tambahan sehingga seseorang yang mengetahui password saja belum tentu dapat masuk ke akun tanpa kode verifikasi tambahan.
(Vira Farhatul Maula)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(RUL)




TERKAIT

BERITA LAINNYA