Ilustrasi: Xendit
Ilustrasi: Xendit

Tips & Trik

Tips Jaga Kerahasiaan Data Pribadi Konsumen

Teknologi tips dan trik teknologi cyber security
Cahyandaru Kuncorojati • 29 November 2021 12:44
Jakarta: Xendit, mengaku melihat akselerasi adopsi platform digital, terutama untuk jual-beli online.
 
Mengutip pernyataan Menkominfo pada Oktober 2021, terdapat peningkatan pengguna layanan internet yang mencapai 202,6 juta orang per Januari 2021. Di samping itu, pengguna layanan digital di Indonesia juga mengalami pertumbuhan sebesar 37 persen selama pandemi Covid-19.
 
Perkembangan pesat pada sektor ini juga diikuti dengan beberapa konsekuensi, seperti maraknya penipuan pembeli, kebocoran data sensitif, atau lebih dikenal dengan istilah cyber-crime.
 
Berdasarkan survei Cybersecurity Exposure Index (ICE) di tahun 2020, indeks kejahatan siber di Indonesia saat ini mencapai 0,62. Nilai tersebut lebih tinggi dari rata-rata global yang berkisar 0,54. Hal ini menjadi catatan penting bagi para pelaku bisnis, perbankan, dan industri finansial untuk meningkatkan keamanan siber.
 
Xendit berbagi tips penting guna meningkatkan kerahasiaan dan keamanan data ketika bertransaksi online.
 
Untuk konsumen umum:
1. Jangan memberikan kode one-time password (OTP) ke pihak manapun. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


2. Menggunakan kata sandi yang sulit untuk ditebak namun mudah untuk diingat. 
 
Faktanya, hacker hanya membutuhkan 10 menit untuk bisa memecahkan kata sandi yang terdiri dari 6 karakter atau kurang. Sebanyak 80 persen kasus kebocoran data disebabkan oleh lemahnya kata sandi pengguna, berdasarkan data Verizon.
 
3. Aktifkan dua lapisan keamanan, seperti multi-factor authentication (MFA), atau fitur pengenalan wajah dan sidik jari.
 
MFA merupakan salah satu cara terbaik untuk menghindari pembajakan akun. Microsoft mencatatkan percobaan pembajakan akun hingga 300 juta kali setiap harinya, namun aktivasi MFA bisa memblokir 99.9 persen diantaranya, bahkan walaupun hacker sudah memiliki password kita.
 
Google juga mengklaim bahwa aktivasi MFA bisa memblok 99 persen percobaan phishing dan 66 persen percobaan pembajakan email.
 
4. Gunakan layanan cek rekening. Sebelum melakukan transfer untuk pelunasan transaksi online, pembeli bisa mengecek status rekening bank penjual di cekrekening.id.
 
Situs yang dibuat oleh Kemenkominfo ini mengumpulkan laporan dari rekening-rekening yang biasa dipakai untuk penipuan. Sepanjang tahun 2021, Cekrekening telah menerima laporan aduan penipuan jual-beli online hingga 115.756 kasus, dan 167.675 kasus di tahun lalu.
 
5. Cek akun media sosial toko. Maraknya penipuan jual-beli online memiliki pola yang mirip. Biasanya, akun Instagram toko online memiliki jumlah pengikut besar tapi interaksi minim (tidak ada like, comment).
 
Selain itu, foto-fotonya tampak generik, lebih blur, dan resolusi rendah karena biasa diambil dari toko-toko resmi lain.
 
Bagi pelaku bisnis yang menggunakan payment gateway:
1. Selalu berhati-hati dalam memberikan izin dan akses kunci API/ kode OTP.
 
2. Membedakan kata sandi dan kredensial untuk menghindari resiko pengambilalihan dasbor.
 
3. Rutin menghapus kunci API/OTP yang sudah tidak digunakan, dan  meng-update kata sandi secara berkala.
 
4. Selalu menjaga kerahasiaan dari kata sandi dan kunci API di ruang publik, dan tidak mempercayai pihak manapun  yang menghubungi di luar platform resmi (contoh melalui WhatsApp).
 
5. Bagi setiap organisasi atau perusahaan, dianjurkan untuk mempelajari lebih lanjut mengenai pelatihan keamanan dalam hal payment gateway.
 
(MMI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif