Main HP sambil dicharge dapat memicu panas berlebih, kerusakan baterai, penurunan kinerja, hingga risiko korsleting.
Main HP sambil dicharge dapat memicu panas berlebih, kerusakan baterai, penurunan kinerja, hingga risiko korsleting.

Jangan Sembarangan, Ini Risiko Main HP Sambil Dicharge

Lufthi Anggraeni • 17 Agustus 2026 17:43
Ringkasnya gini..
  • Main HP saat dicharge dapat meningkatkan suhu baterai dan berpotensi mempercepat kerusakan baterai.
  • Penggunaan HP saat mengisi daya dapat menurunkan kinerja serta meningkatkan risiko korsleting dan terbakar.
  • Hindari memakai HP saat dicharge, gunakan charger original, dan manfaatkan power bank saat bepergian.
Jakarta: Menggunakan HP ketika sedang mengisi daya merupakan kebiasaan yang cukup sering dilakukan, terutama saat pengguna sedang membutuhkan perangkat untuk berkomunikasi atau menjalankan aktivitas tertentu. 
 
Namun, kebiasaan tersebut dapat menimbulkan sejumlah risiko bagi perangkat maupun pengguna. Proses pengisian daya melibatkan aliran listrik ke baterai. Ketika HP digunakan bersamaan dengan proses tersebut, perangkat harus menerima sekaligus mengeluarkan daya dalam waktu bersamaan.
 
Kondisi ini dapat membuat proses pengisian tidak berlangsung secara optimal dan berpengaruh terhadap siklus daya baterai. Penggunaan HP saat dicharge juga dapat meningkatkan suhu perangkat. Dalam kondisi tertentu, risiko tersebut dapat berkembang menjadi masalah pada baterai maupun komponen lain. 

Karena itu, kebiasaan menggunakan HP selama pengisian daya sebaiknya dihindari apabila tidak diperlukan.

Baterai menjadi panas

Salah satu risiko utama menggunakan HP ketika sedang dicharge adalah peningkatan temperatur baterai. Pengisian daya melalui adaptor dan charger pada dasarnya dapat meningkatkan suhu baterai. Ketika perangkat digunakan sekaligus mengisi daya, kenaikan suhu berpotensi menjadi lebih tinggi karena terjadi proses pengisian dan pelepasan daya secara bersamaan. 
 
Suhu yang meningkat tidak hanya membuat HP terasa kurang nyaman ketika digenggam. Kondisi tersebut juga dapat memengaruhi komponen di dalam baterai. Karena itu, membiarkan HP mengisi daya tanpa digunakan dapat menjadi pilihan lebih aman dibandingkan terus menjalankan aktivitas berat ketika perangkat sedang dicharge.

Baterai cepat rusak

Panas berlebih juga dapat berdampak terhadap kondisi baterai. Penggunaan HP saat mengisi daya dapat membuat arus keluar lebih besar daripada arus masuk. Kondisi tersebut berpotensi memicu reaksi kimia yang menghasilkan gas terperangkap dan menyebabkan baterai mengalami penggelembungan. 
 
Selain risiko tersebut, kebiasaan menggunakan HP ketika dicharge juga dapat mengganggu siklus daya secara keseluruhan. Proses pengisian dapat berjalan kurang optimal dan secara perlahan berpotensi mengurangi durasi ketahanan baterai, meskipun indikator baterai menunjukkan kapasitas penuh. 

Penurunan kinerja ponsel

Menggunakan HP ketika mengisi daya juga dapat memengaruhi performa perangkat. Saat digunakan, GPU, prosesor, RAM, serta sejumlah komponen lain harus bekerja lebih keras. Beban tersebut berlangsung bersamaan dengan proses pengisian baterai. 
 
Dampaknya dapat terlihat dari respons HP yang menjadi lebih lambat ketika pengguna membuka aplikasi atau menjalankan aktivitas lainnya. Penurunan kinerja tersebut menjadi salah satu konsekuensi penggunaan perangkat selama proses pengisian daya.
 
Pengguna yang mengalami perangkat terasa lebih lambat ketika dicharge dapat mengurangi aktivitas di HP hingga proses pengisian selesai.

Potensi korsleting dan terbakar

Risiko paling serius dari penggunaan HP ketika sedang mengisi daya berkaitan dengan kemungkinan terjadinya korsleting atau arus pendek. Dalam kondisi tertentu, kejadian tersebut berpotensi menyebabkan HP terbakar atau bahkan meledak ketika digunakan. 
 
Risiko ini menjadi alasan penting untuk tidak menggunakan HP secara berlebihan ketika perangkat sedang terhubung dengan sumber listrik. Terlebih jika perangkat mengalami kondisi tidak normal selama pengisian daya.
 
Jangan Sembarangan, Ini Risiko Main HP Sambil Dicharge

Langkah Mencegah Risiko

Cara paling utama untuk mengurangi risiko adalah tidak menggunakan HP selama proses pengisian daya berlangsung. Namun, terdapat situasi tertentu, seperti ketika sedang bepergian, saat pengguna tetap membutuhkan HP meski perangkat sedang diisi. Jika penggunaan HP tidak dapat dihindari, beberapa langkah berikut dapat dilakukan.
 
1. Gunakan earphone saat menelepon
Earphone dapat menjaga jarak antara HP dan telinga ketika pengguna harus melakukan panggilan. Menurut dokumen sumber, langkah ini dapat mengurangi risiko apabila terjadi korsleting, setruman, kebakaran, atau ledakan. Earphone nirkabel atau Bluetooth dapat menjadi pilihan. 
 
2. Gunakan power bank
Power bank dapat menjadi alternatif ketika pengguna membutuhkan tambahan daya dalam perjalanan. Dengan begitu, pengguna dapat mengisi daya tanpa harus terus menggunakan HP saat perangkat tersambung ke sumber listrik. 
 
3. Gunakan charger original ponsel
Charger yang tidak sesuai dengan kapasitas baterai dapat menjadi salah satu faktor risiko dalam proses pengisian. Karena itu, gunakan charger asli dan sesuai dengan perangkat untuk membantu mengurangi risiko yang berkaitan dengan pengisian daya. 
 
Pada dasarnya, menggunakan HP sambil mengisi daya dapat memberikan beban tambahan terhadap perangkat. Risiko tersebut mencakup peningkatan suhu baterai, potensi kerusakan baterai, penurunan kinerja, hingga kemungkinan korsleting.
 
Mengurangi penggunaan HP selama proses pengisian menjadi langkah utama untuk meminimalkan risiko. Pengguna juga perlu memperhatikan perangkat pengisi daya yang digunakan agar proses pengisian berlangsung sesuai kebutuhan perangkat.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA