Berikut cara menonaktifkan antivirus Windows Defender di Windows 10 dan 11 sementara waktu.
Berikut cara menonaktifkan antivirus Windows Defender di Windows 10 dan 11 sementara waktu.

Tips & Trik

Cara Menonaktifkan Antivirus di Windows 10 dan Windows 11 dengan Aman

Lufthi Anggraeni • 02 Maret 2026 14:50
Ringkasnya gini..
  • Windows Defender bisa dinonaktifkan sementara melalui Windows Security dengan mematikan Real-time protection.
  • Antivirus pihak ketiga seperti Avast atau AVG dapat dinonaktifkan lewat ikon di area notifikasi taskbar.
  • Menonaktifkan antivirus meningkatkan risiko keamanan, sehingga harus segera diaktifkan kembali setelah selesai digunakan.
Jakarta: Antivirus bawaan Windows, yaitu Windows Defender, kini dikenal sebagai Microsoft Defender, berfungsi melindungi laptop dari berbagai ancaman keamanan seperti virus, malware, ransomware, hingga phishing.
 
Namun, dalam kondisi tertentu seperti instalasi aplikasi khusus atau perbaikan sistem, pengguna mungkin perlu menonaktifkan antivirus untuk sementara waktu. Menonaktifkan antivirus Windows Defender di laptop Windows 10/11 dapat dilakukan sementara.
 
Pengguna dapat melakukan hal tersebut melalui Settings, lalu Update & Security/Privacy & Security, lalu Windows Security, lalu Virus & threat protection, lalu Manage settings, lalu matikan Real-time protection. Pengaturan ini akan aktif kembali secara otomatis.
 

Menonaktifkan Windows Defender (Sementara)

  • Buka menu Start, ketik Windows Security dan tekan Enter.
  • Pilih menu Virus & threat protection.
  • Klik Manage settings di bawah Virus & threat protection settings.
  • Ubah tombol Real-time protection menjadi Off.
  • Jika muncul notifikasi User Account Control, klik Yes.
 

Menonaktifkan Antivirus Pihak Ketiga (Avast, AVG, dll)

  • Cari ikon antivirus di area notifikasi di kanan bawah taskbar.
  • Klik kanan pada ikon tersebut.
  • Pilih opsi seperti Protection control, Disable, atau Pause protection.
Cara di atas umumnya bersifat sementara. Antivirus akan aktif kembali setelah laptop restart. Pengguna perlu memastikan untuk mengaktifkan kembali antivirus setelah selesai melakukan instalasi atau perbaikan sistem agar laptop tetap terlindungi dari malware.

Namun, menonaktifkan antivirus membuat laptop rentan terhadap virus, ransomware, dan phishing. Lakukan ini hanya jika diperlukan dan pengguna perlu memastikan untuk segera mengaktifkannya kembali.
 
Tanpa perlindungan keamanan aktif, sistem menjadi lebih mudah disusupi program berbahaya, terutama saat terhubung ke internet atau mengunduh file dari sumber tidak terpercaya. Oleh karena itu, tindakan ini sebaiknya dilakukan secara hati-hati dan dalam waktu sesingkat mungkin.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA