Ilustras. (GETTYIMAGES)
Ilustras. (GETTYIMAGES)

Tips dan Trik

Earphone Kabel Kembali Populer, Ini 7 Tips Memilih Sebelum Beli

Cahyandaru Kuncorojati • 10 Agustus 2026 09:40
Ringkasnya gini..
  • Earphone kabel kembali populer karena harga lebih terjangkau dan kebutuhan audio berkualitas.
  • Periksa konektor, impedansi, sensitivitas, DAC, dan desain sebelum membeli earphone kabel.
  • Jangan terpaku harga dan spesifikasi besar. Pilih earphone sesuai perangkat, kebutuhan, dan karakter suara.
Jakarta: Earphone kabel kembali menarik perhatian konsumen setelah beberapa tahun terakhir pasar audio didominasi perangkat nirkabel. 
 
Tren ini tidak lepas dari pertimbangan harga, kualitas suara, hingga kebutuhan menikmati musik dengan format lossless. Data yang dikutip dari bahan sumber menunjukkan permintaan terhadap perangkat audio berkabel mengalami peningkatan signifikan sejak 2025.
 
Perubahan ini juga membuat sebagian pengguna yang sudah lama meninggalkan earphone kabel perlu kembali memperhatikan sejumlah spesifikasi sebelum membeli. Pasalnya, perangkat berkabel tidak otomatis menawarkan kualitas audio terbaik hanya karena menggunakan koneksi fisik.

Jenis konektor, impedansi, sensitivitas, karakter desain, hingga kemampuan DAC pada perangkat sumber dapat menentukan pengalaman mendengarkan. Berikut sejumlah hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli earphone atau headphone kabel.
 

1. Pastikan Konektornya Sesuai Perangkat

Hal pertama yang perlu diperiksa adalah jenis konektor. Jangan sampai earphone yang dibeli ternyata tidak kompatibel dengan perangkat yang digunakan.
 
Konektor 3,5 mm masih menjadi pilihan umum pada perangkat audio, tetapi semakin banyak smartphone yang tidak lagi menyediakan port tersebut. Pengguna kemudian membutuhkan adapter USB-C atau Lightning, tergantung perangkatnya.
 
Untuk iPhone generasi terbaru yang sudah menggunakan USB-C, misalnya, earphone dengan konektor USB-C bisa digunakan secara langsung. Sementara perangkat lama dengan port Lightning membutuhkan solusi berbeda.
 
Koneksi USB-C juga memiliki karakter berbeda karena proses konversi sinyal digital ke analog dapat dilakukan oleh DAC yang terdapat pada kabel atau earphone, bukan selalu mengandalkan DAC di perangkat utama.
 

2. Perhatikan Impedansi dan Sensitivitas

Jangan hanya melihat desain dan ukuran driver. Impedansi dan sensitivitas merupakan dua spesifikasi teknis yang penting, terutama jika ingin menggunakan earphone atau headphone dengan perangkat berbeda.
 
Impedansi dinyatakan dalam satuan ohm (Ω). Model dengan impedansi tinggi, misalnya 250Ω atau 300Ω, membutuhkan daya lebih besar agar dapat menghasilkan volume dan performa yang optimal.
 
Sementara sensitivitas menunjukkan seberapa efisien headphone mengubah energi listrik menjadi suara. Dua perangkat dengan impedansi sama belum tentu menghasilkan tingkat volume yang sama jika sensitivitasnya berbeda.
 
Artinya, headphone dengan spesifikasi kelas tinggi belum tentu cocok langsung dipasangkan dengan smartphone. Dalam kondisi tertentu, pengguna mungkin membutuhkan amplifier atau DAC tambahan.
 

3. Pilih Open-Back atau Closed-Back Sesuai Kebutuhan

Earphone Kabel Kembali Populer, Ini 7 Tips Memilih Sebelum Beli
 
Desain earphone atau headphone juga menentukan pengalaman penggunaan. Model closed-back memiliki konstruksi yang lebih tertutup sehingga suara dari luar lebih terisolasi dan kebocoran audio dapat diminimalkan.
 
Sebaliknya, open-back memiliki bagian belakang driver yang terbuka sehingga udara dan suara dapat keluar-masuk. Desain ini biasanya menawarkan sensasi soundstage yang lebih luas, tetapi kurang cocok digunakan di transportasi umum atau tempat ramai karena suara lebih mudah bocor.
 
Untuk penggunaan sehari-hari di luar rumah, closed-back umumnya lebih praktis. Open-back lebih cocok bagi pengguna yang mengutamakan pengalaman mendengarkan di lingkungan yang tenang.
 

4. Jangan Menganggap Earphone Kabel Otomatis Lossless

Salah satu alasan earphone kabel kembali diminati adalah kebutuhan menikmati musik lossless. Namun, menggunakan kabel tidak otomatis berarti mendapatkan audio lossless.
 
Kualitas akhir tetap dipengaruhi oleh DAC yang menangani proses konversi audio. Jika DAC pada smartphone, adapter, atau earphone tidak mampu mempertahankan kualitas sumber audio, pengguna tetap tidak mendapatkan pengalaman lossless secara penuh.
 
Karena itu, jangan hanya melihat tulisan “Hi-Res” atau “lossless” pada kemasan. Periksa pula bagaimana perangkat tersebut menangani sinyal audio.
 

5. Jangan Terjebak Spesifikasi yang Sekadar Terlihat Canggih

Pasar audio dipenuhi istilah teknis yang terdengar meyakinkan. Namun, tidak semuanya memberikan peningkatan suara yang dapat dirasakan pengguna.
 
Misalnya, material kabel dan lapisan konektor tertentu tidak otomatis membuat kualitas suara jauh lebih baik. Begitu pula rentang frekuensi yang sangat luas di luar batas pendengaran manusia tidak serta-merta menunjukkan performa audio yang superior.
 
Ukuran driver juga bukan satu-satunya penentu kualitas. Tuning, desain akustik, dan rekayasa keseluruhan headphone jauh lebih menentukan karakter suara yang dihasilkan.
 

6. Pertimbangkan Earphone dengan Kabel yang Bisa Dilepas

Kabel merupakan salah satu bagian earphone yang paling sering mengalami tekanan fisik. Terlilit, tertarik, tersangkut, atau bahkan terjepit kursi dapat menyebabkan kabel mengalami kerusakan.
 
Karena itu, model dengan detachable cable patut dipertimbangkan. Ketika kabel rusak, pengguna cukup menggantinya tanpa harus membeli headphone baru. Kabel yang dapat dilepas juga memberikan fleksibilitas untuk mengganti jenis atau panjang kabel sesuai kebutuhan.
 

7. Sesuaikan dengan Kebutuhan, Bukan Harga Semata

Pengguna juga perlu menentukan tujuan penggunaan sebelum memilih earphone kabel. Untuk bermain game, misalnya, koneksi kabel dapat menjadi pilihan menarik karena latensi audio pada koneksi Bluetooth konvensional bisa menjadi kendala.
 
Namun, headset gaming dengan desain agresif, lampu RGB, atau fitur virtual surround belum tentu menawarkan kualitas audio dan kenyamanan terbaik di kelas harganya. Untuk sebagian pengguna, headphone biasa dengan mikrofon terpisah justru bisa memberikan kombinasi audio dan kenyamanan yang lebih baik.
 
Hal serupa berlaku untuk headphone berlabel studio atau reference. Perangkat tersebut biasanya dirancang dengan karakter suara lebih netral untuk membantu proses produksi dan evaluasi audio. Karakter tersebut belum tentu menjadi pilihan paling menyenangkan bagi pengguna yang hanya ingin menikmati musik, film, atau game.
 
Terakhir, jangan menganggap harga mahal selalu berarti kualitas suara lebih baik. Karakter suara sangat dipengaruhi tuning dan desain, sehingga headphone dengan harga lebih terjangkau bisa saja lebih sesuai dengan preferensi pengguna dibandingkan model yang jauh lebih mahal.
 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA