Beli PC Baru Tanpa Malware, Caranya?
Mary Jo Schrade, Assistant General Counsel & Regional Director, Digital Crimes Unit, Microsoft Asia.
Singapura: Menurut tes yang Microsoft lakukan, lebih dari 80 persen PC baru yang dijual bersama dengan paket software bajakan telah terinfeksi malware.

Padahal, ada banyak risiko dari PC yang terinfeksi malware, mulai dari hilangnya data, pencurian identitas, performa PC yang melambat, hingga hilangnya waktu dan uang korban. Lalu, apa yang bisa Anda lakukan untuk memastikan PC baru yang Anda beli tidak terinfeksi oleh malware?

Mary Jo Schrade, Assistant General Counsel & Regional Director, Digital Crimes Unit, Microsoft Asia mengatakan, salah satu cara yang bisa konsumen atau pelaku UKM (Usaha Kecil Menengah) lakukan untuk memastikan bahwa PC baru mereka tidak terinfeksi malware adalah dengan membelinya dari perusahaan ternama. 


"Di Microsoft, kami percaya, jika sebuah PC memiliki harga yang terlalu murah, biasanya ada udang di balik batu," kata Mary Jo.

"Saya rasa, Anda sebaiknya membeli dari penjual yang memang memiliki reputasi yang baik. Bukan tempat yang memberikan software berbayar secara gratis."


Cara konsumen dan UKM melindungi diri. 

Selain itu, hal lain yang bisa Anda lakukan adalah menggunakan software asli, baik sistem operasi seperti Windows atau software lainnya seperti Photoshop. Tidak berhenti sampai di situ, Anda juga harus memastikan bahwa komputer yang Anda gunakan menggunakan versi software/sistem operasi terbaru. 

Dengan mengunduh varian terbaru dari sebuah software, khususnya sistem operasi, biasanya Anda tidak hanya mendapatkan fitur-fitur baru, tapi juga patch keamanan. Itu artinya, celah yang ada pada versi sebelumnya telah ditambal. 

Mary Jo mengungkap, biasanya, para kriminal siber mendapatkan ide untuk membuat malware setelah sebuah perusahaan merilis patch keamanan untuk memperbaiki sebuah kelemahan pada versi sebelumnya dari software buatannya.



Misalnya, di Indonesia, salah satu malware yang memiliki korban paling banyak adalah Gamarue. Padahal, Microsoft telah mengatasi malware itu pada November 2017. 

"Mengedukasi diri, mencari tahu cara menggunakan internet yang aman," kata Mary Jo, memberikan saran lain terkait cara bagi konsumen dan UKM untuk melindungi diri mereka.

"Jangan gunakan software yang masa hidupnya telah habis." Yang dia maksud dengan masa hidup telah habis adalah software yang tidak lagi mendapatkan patch secara rutin oleh pembuatnya. Misalnya, Microsoft berhenti mendukung Windows XP per April 2014 lalu. 



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.