Mary Jo Schrade, Assistant General Counsel & Regional Director, Digital Crimes Unit, Microsoft Asia.
Mary Jo Schrade, Assistant General Counsel & Regional Director, Digital Crimes Unit, Microsoft Asia.

Beli PC Baru Tanpa Malware, Caranya?

Teknologi microsoft tips dan trik teknologi cyber security
Ellavie Ichlasa Amalia • 31 Oktober 2018 08:54
Singapura:Menurut tes yang Microsoft lakukan, lebih dari 80 persen PC baru yang dijual bersama dengan paket software bajakan telah terinfeksi malware.
 
Padahal, ada banyak risiko dari PC yang terinfeksi malware, mulai dari hilangnya data, pencurian identitas, performa PC yang melambat, hingga hilangnya waktu dan uang korban. Lalu, apa yang bisa Anda lakukan untuk memastikan PC baru yang Anda beli tidak terinfeksi oleh malware?
 
Mary Jo Schrade, Assistant General Counsel & Regional Director, Digital Crimes Unit, Microsoft Asia mengatakan, salah satu cara yang bisa konsumen atau pelaku UKM (Usaha Kecil Menengah) lakukan untuk memastikan bahwa PC baru mereka tidak terinfeksi malware adalah dengan membelinya dari perusahaan ternama.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Di Microsoft, kami percaya, jika sebuah PC memiliki harga yang terlalu murah, biasanya ada udang di balik batu," kata Mary Jo.
 
"Saya rasa, Anda sebaiknya membeli dari penjual yang memang memiliki reputasi yang baik. Bukan tempat yang memberikan software berbayar secara gratis."
 
Beli PC Baru Tanpa Malware, Caranya?
Cara konsumen dan UKM melindungi diri.
 
Selain itu, hal lain yang bisa Anda lakukan adalah menggunakan software asli, baik sistem operasi seperti Windows atau software lainnya seperti Photoshop. Tidak berhenti sampai di situ, Anda juga harus memastikan bahwa komputer yang Anda gunakan menggunakan versi software/sistem operasi terbaru.
 
Dengan mengunduh varian terbaru dari sebuah software, khususnya sistem operasi, biasanya Anda tidak hanya mendapatkan fitur-fitur baru, tapi juga patch keamanan. Itu artinya, celah yang ada pada versi sebelumnya telah ditambal.
 
Mary Jo mengungkap, biasanya, para kriminal siber mendapatkan ide untuk membuat malware setelah sebuah perusahaan merilis patch keamanan untuk memperbaiki sebuah kelemahan pada versi sebelumnya dari software buatannya.
 
Beli PC Baru Tanpa Malware, Caranya?
 
Misalnya, di Indonesia, salah satu malware yang memiliki korban paling banyak adalah Gamarue. Padahal, Microsoft telah mengatasi malware itu pada November 2017.
 
"Mengedukasi diri, mencari tahu cara menggunakan internet yang aman," kata Mary Jo, memberikan saran lain terkait cara bagi konsumen dan UKM untuk melindungi diri mereka.
 
"Jangan gunakan software yang masa hidupnya telah habis." Yang dia maksud dengan masa hidup telah habis adalah software yang tidak lagi mendapatkan patch secara rutin oleh pembuatnya. Misalnya, Microsoft berhenti mendukung Windows XP per April 2014 lalu.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif