Ilustrasi.
Ilustrasi.

Apakah Anda Korban Kebobolan Facebook Terbaru?

Teknologi media sosial facebook tips dan trik teknologi cyber security
Ellavie Ichlasa Amalia • 13 Oktober 2018 14:08
Jakarta:Facebook mengumumkan bahwa dalam peretasan yang terjadi pada bulan September, ada 30 juta akun yang token aksesnya tercuri. Sebelum ini, Facebook memperkirakan bahwa jumlah pengguna yang terdampak mencapai 50 juta.
 
"Sekarang kami tahu bahwa jumlah orang yang terdampak lebih sedikit dari perkiraan kami," kata Facebook dalam sebuah blog post. "Dari 50 juta orang yang kami kira token aksesnya dicuri, ternyata hanya 30 juta orang yang akses tokennya dicuri."
 
Facebook juga mengatakan bahwa mereka tengah menyelidiki kasus ini dengan FBI. Mereka berjanji untuk memberitahu pengguna yang menjadi korban.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Perusahaan media sosial itu membuat Help Center untuk membantu Anda memeriksa apakah Anda termasuk orang yang menjadi korban dalam peretasan ini.
 
Untuk mengetahui apakah akun Anda telah diretas, Anda bisa mengikuti langkah-langkah ini.
 
1. Kunjungi Help Center dari Facebook
 
2. Masuk ke akun Facebook Anda jika belum
 
3. Gulirkan mouse hingga pada bagian bawa halaman. Di sini, Anda akan menemukan bagian yang berjudul "Apakah akun Facebook saya terpengaruh oleh masalah keamanan ini."
 
Apakah Anda Korban Kebobolan Facebook Terbaru?
 
4. Dalam kotak tersebut, Facebook akan memberikan jawaban singkat apakah akun Anda terpengaruh. Selain itu, Facebook juga memberikan informasi lain.
 
"Dalam beberapa hari ke depan, kami akan mengirimkan pesan pada 30 juta korban untuk menjelaskan informasi apa yang telah diakses oleh para hacker dan juga langkah yang bisa mereka ambil untuk melindungi diri mereka sendiri, termasuk terkait email, SMS dan panggilan yang mencurigakan," kata Facebook.
 
5. Jika akun Anda termasuk 30 juta akun yang terdampak, Facebook akan menjelaskan informasi apa saja yang diakses oleh para hacker.
 
Pada dasarnya, ada tiga kategori korban dalam peretasan ini. Pertama, korban yang nama dan informasi kontaknya tercuri. Ada 15 juta orang yang masuk ke dalam kategori ini.
 
Kedua, korban yang informasi pribadinya diambil, seperti gender, lokasi, ulang tahun, agama, edukasi, dan beberapa informasi lainnya. Ada 14 juta orang yang masuk ke dalam kategori ini.
 
Sementara pada kategori terakhir, yang terdiri dari satu juta orang, Facebook menemukan bahwa tidak ada informasi yang diakses oleh para hacker.
 
Facebook mengatakan, password pengguna tidak tercuri. Namun, jika Anda termasuk orang yang masuk ke dalam kategori kedua, Anda mungkin harus mengganti password dari akun-akun layanan online lain yang Anda gunakan, seperti perbankan dan layanan finansial lain.
 
Mengingat para hacker telah mendapatkan informasi cukup lengkap tentang Anda, bisa jadi mereka akan bisa menemukan cara untuk mengetahui password yang Anda gunakan pada layanan lain.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif