Oleh karena itu, tidak heran jika banyak orangtua berpandangan negatif terhadap tempat ini. Padahal, game sudah diakui pemerintah sebagai salah satu cabang olah raga. Sudah banyak atlet e-Sport Indonesia yang berprestasi di tingkat internasional. Itulah yang mendorong beberapa pihak yang sudah lama menggeluti bisnis ini berinisiatif untuk membangun sebuah pusat bermain game demi para gamer professional. Salah satu tempat untuk berlatih game adalah Gamer Village.
Beberapa waktu lalu, saya menyempatkan diri untuk mengunjungi Gamer Village di Mangga Dua Square, Jakarta Pusat. Gamer Village diresmikan pada 9 Agustus 2014 di bawah naungan PT. Digitalife Nusantara.
"Salah satu visi dari Gamer Village adalah memajukan e-Sports di indonesia, sedangkan misinya adalah membina generasi muda yang tadinya bermain game menjadi atlet game. Keduanya memiliki analogi yang berbeda," kata Hendri Andrigo, pemilik Gamer Village.
"Kalau atlet game, mereka adalah para profesional, mendapatkan sponsorship dan bisa hidup dari game itu. Mereka juga mendapatkan pelatihan dan sanggup meraih berbagai prestasi, baik di kancah nasional maupun internasional."
Gamer Village juga mendapatkan dukungan dari beberapa vendor hardware yang bermarkas di wilayah Mangga Dua. Merekalah pihak kedua selain Digitalife yang memikirkan perkembangan e-Sports di Tanah Air.
"Kita mendapatkan dukungan dari beberapa vendor hardware karena saat ini hanya mereka yang concern terhadap e-Sport. Kalau dekat dengan Mangga Dua, mereka bisa melihat langsung Gamer Village pada hari kerja. ASUS, Visipro, Seagate, LG, Armageddon, Alienware, MSI, dan Gigabyte adalah beberapa vendor yang terlibat untuk pengadaan fasilitas di Gamer Village
Gamer Village dilengkapi 100 PC, dan 200 PC cadangan untuk mengadakan pertandingan besar yang biasanya terletak di luar Gamer Village. Dari 100 PC tersebut, terdapat 10 PC dengan spesifikasi VIP, yang bisa menjalankan berbagai game online internasional terkemuka, seperti Battlefield 4 dan World of Tanks. Tersedia juga tempat untuk para pengujung yang hanya ingin menonton kompetisi yang sedang diadakan.
Melalui Gamer Village, Hendri berharap bahwa e-Sport di Indonesia bisa semakin maju, ditambah dengan dukungan dari para pihak terkait seperti vendor dan gamer itu sendiri, dan dari pemerintah.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda