Teknisi di MIT mengembangkan chip mampu membuat smartphone tetap mutakhir.
Teknisi di MIT mengembangkan chip mampu membuat smartphone tetap mutakhir.

Teknisi Kembangkan Chip untuk Buat Ponsel Selalu Baru

Lufthi Anggraeni • 02 Juli 2022 11:22
Jakarta: Teknisi di Massachusetts Institute of Technology (MIT) baru-baru ini mengembangkan chip berkemampuan membuat smartphone tetap mutakhir tanpa pengguna perlu menggantinya ke model terbaru.
 
Mengutip Gizchina, chip tersebut mengusung desain serupa lego, terdiri dari dua lapisan. Menurut peneliti, satu lapisan chip tersebut hadir dengan penginderaan bergantian atau alternate sensing layer.
 
Sementara itu, lapisan lainnya adalah dioda pemancar cahaya yang digunakan chip untuk berkomunikasi secara optik. Teknisi MIT ini juga memasangkan sensor gambar dengan serangkaian sinapsis buatan dalam desain chip baru mereka.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Metode tradisional ini berkemampuan untuk meneruskan sinyal sensor ke prosesor via kabel fisik. Tim teknisi MIT tersebut turut membuat sistem optik antar setiap sensor dan susunan sinapsis buatan, ditujukan untuk memungkinkan komunikasi antar lapisan tanpa memerlukan koneksi fisik.
 
Hal ini ditujukan teknisi agar profesional dapat dengan mudah melakukan konfigurasi, menukar, menumpuk, dan menambahkan sensor dan prosesor baru. Dengan demikian, profesional atau konsumen hanya perlu menanamkan chip dengan sensor dan prosesor terbaru di smartphone guna meningkatkan ponsel ke versi terbaru tanpa perlu mengganti model smartphone.
 
Tidak hanya menghemat uang konsumen, hal ini juga diklaim mampu membantu mengurangi limbah elektronik di dunia. Proyek serupa juga sempat dikembangkan oleh Google, mengusung nama Project Ara.
 
Sebagai pengingat, Project Ara merupakan proyek ponsel modular yang dirancang untuk memungkinkan pengguna menambah atau melepas komponen pada perangkat seperti baterai ekstra, kamera, dan speaker kapan saja.
 
Sayangnya, Google menghentikan Project Ara dan hingga saat ini, Google belum mengungkapkan alasan spesifik di balik keputusan tersebut. Ada kemungkinan Google tidak optimis tentang pemasaran ponsel modular.
 
Karenanya, chip AI ala Lego yang dikembangkan MIT ini diharapkan mampu dikomersialkan, sehingga memungkinkan pengguna untuk mewujudkan kebebasan kustomisasi pada ponsel cerdas mereka.
 
(MMI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif