Intel menetapkan harga Suggested Retail Price (MSRP) resmi yang sangat agresif di angka USD299. Langkah ini dinilai sebagai reset strategi besar-besaran untuk merebut kembali hati para perakit PC antusias.
Meskipun harga riil di pasar ritel (street price) sedikit lebih tinggi di kisaran USD319,99 hingga USD360, prosesor ini secara efektif menawarkan spesifikasi dan performa yang sangat dekat dengan varian tertinggi (flagship), namun dengan harga setengahnya. Seperti apa performanya? Berikut pengujian kami.
Intel Core Ultra 7 270K Plus mempertahankan desain disaggregated tile-based yang memisahkan berbagai fungsi komputasi ke dalam beberapa ubin terpisah. Compute Tile diproduksi menggunakan proses TSMC 3 nm. Ubin ini menampung 8 Core Performa (P-core) berbasis mikroarsitektur Lion Cove dan 16 Core Efisiensi (E-core) berbasis Skymont. Total konfigurasi fisik mencapai 24 core dan 24 thread tanpa Hyper-Threading). Desain ini persis menyamai konfigurasi core milik Core Ultra 9 285K.
Berikutnya ada SoC Tile, yang diproduksi menggunakan fabrikasi TSMC 6 nm. Area ini mengintegrasikan pengontrol memori bawaan DDR5, unit NPU (Neural Processing Unit) berkemampuan 13 TOPS , serta jalur ekspansi PCI-Express Gen 5. Lalu Graphics Tile yang menggunakan node TSMC 5 nm dibekali pengolah grafis terintegrasi Xe-LPG dengan konfigurasi 4 Xe-cores yang beroperasi hingga 2.0 GHz. Terakhir ada I/O Tile, menggunakan node TSMC 6 nm untuk memfasilitasi konektivitas eksternal berkecepatan tinggi.
Sistem cache juga dibuat sangat masif, dengan kombinasi L2 cache sebesar 40 MB dan L3 cache sebesar 36 MB, menghasilkan total memori cache terintegrasi sebesar 76 MB. Perbedaan teknis utama dibanding Core Ultra 9 285K hanya terletak pada algoritma frekuensi kerja. Prosesor ini tidak memiliki fitur Thermal Velocity Boost (TVB) sehingga frekuensi boost maksimalnya dibatasi pada 5.5 GHz (sedangkan 285K mencapai 5.7 GHz).
Intel memperbaiki masalah latensi internal yang sebelumnya dikeluhkan pada Arrow Lake generasi pertama. Frekuensi interkoneksi ubin (die-to-die fabric) yang menghubungkan Compute Tile dan SoC Tile dinaikkan sebesar 900 MHz , diikuti peningkatan kecepatan bus internal sebesar 400 MHz.
Platform LGA 1851 ini juga meningkatkan standar dukungan memori bawaan JEDEC secara resmi dari DDR5-6400 menjadi DDR5-7200 out-of-the-box. Kita juga dapat melakukan overclocking memori lebih mudah hingga melewati DDR5-8000 dengan profil XMP, serta mendapatkan dukungan modul memori CUDIMM empat peringkat (4-Rank CUDIMM) berkapasitas hingga 128 GB per modul pada motherboard chipset Intel seri 800 (Z890, B860, H810).
Fitur perangkat lunak paling yang disematkan pada seri Plus ini adalah Intel Binary Optimization Tool (iBOT). Berbeda dengan APO (Application Performance Optimization) konvensional yang hanya mengatur penjadwalan thread pada sistem operasi, iBOT bertindak sebagai lapisan penerjemah biner (binary translation layer) di tingkat instruksi mesin.
Secara mekanis, iBOT mengatur beban kerja aplikasi pada level mikroarsitektur. Melalui optimasi pasca-tautan (post-link optimization), biner aplikasi yang tidak efisien direstrukturisasi tanpa mengubah kode sumber (source code) asli dari pengembang. Saat diaktifkan lewat menu APO, layanan ini secara senyap mengalihkan eksekusi instruksi mesin ke jalur kode yang lebih optimal di memori sistem.
Penambahan 4 buah E-core dan ekspansi kapasitas cache secara instan melipatgandakan performa multithreading prosesor ini. Jika dibandingkan dengan generasi Raptor Lake seperti Core i7-14700K, Core Ultra 7 270K Plus memang meniadakan Hyper-Threading. Namun, berkat peningkatan IPC masif pada core Lion Cove dan Skymont, serta arsitektur TSMC 3 nm yang jauh lebih efisien, kinerja multithreaded-nya tetap melompat jauh ke depan dengan suhu idle yang jauh lebih rendah.
Bagaimana Performanya?
Dalam skenario komputasi berat, performa Core Ultra 7 270K Plus sangat luar biasa karena mampu menyaingi, bahkan dalam beberapa pengujian melampaui, performa Core Ultra 9 285K yang berharga jauh lebih mahal. Berikut hasil pengujian menggunakan Cinebench 2026. Kami juga menggunakan aplikasi PCMark dan 3DMark untuk melihat performa penggunaannya secara umum.


Soal gaming, kami menggunakan tiga game kelas berat: Cyberpunk 2077, Black Myth: Wukong, dan Monster Hunter Wilds, dengan pengaturan tertinggi. Hasilnya bisa dilihat pada screenshot di bawah ini.



| Testbed | Medcom.id |
| Motherboard | Asus ROG Strix Z890-F Gaming WiFi |
| Cooler | Gigabyte Aorus Waterforce II 360 ICE |
| VGA | Colorful GeForce RTX 5070 Ti Battle AX 16GB |
| RAM | Apacer Panther DDR5 RGB 32GB (2 x 16GB) |
| Storage | WD Black SN850X, Apacer AS2280Q4 |
| PSU | MSI MAG A850GL PCIE5 |
| Monitor | Asus ROG Swift OLED PG27AQDM |
| Mouse | Logitech MX Master 4 |
| Keyboard | Logitech Slim Solar+ K980 |
Kesimpulan
Intel Core Ultra 7 270K Plus adalah prosesor desktop paling menarik dan bernilai tinggi dari Intel dalam beberapa tahun terakhir. Dipasang dengan harga yang berani serta peningkatan spesifikasi core yang masif, Intel berhasil menciptakan produk yang sangat kompetitif.
Prosesor ini adalah pilihan yang pas untuk para profesional kreatif, pembuat konten, dan gamer resolusi tinggi yang menginginkan performa kelas workstation.
9.5
Intel Core Ultra 7 270K Plus
Plus
- Soket tetap kompatibel
- iBOT bikin performa lebih bagus dan optimal buat gaming
- Harga menarik
Minus
- Usia soket sudah tidak panjang
- iBOT tidak bisa dipakai buat main multiplayer
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News