Namun, dengan banderol harga retail global sebesar USD419.99 dan harga pasar resmi di Indonesia yang menembus kisaran Rp5.515.000 hingga Rp6.439.000, apakah jajaran teknologi yang ditawarkan ROG Falcata benar-benar sepadan dengan harganya? Mari kita bahas secara mendalam dalam artikel review ini.

Buat Gamer FPS dan Programmer
Asus merancang keyboard ROG Falcata ini untuk melayani dua jenis pengguna spesifik: pemain game FPS kompetitif yang membutuhkan kecepatan input milidetik, serta pekerja profesional yang mendambakan kenyamanan mengetik. ROG Falcata mengusung form factor layout 75%, sebuah keputusan taktis untuk mempertahankan baris tombol Function (F-row), tombol panah navigasi, serta tombol fungsional esensial lainnya seperti Print Screen, Insert, Page Up, Page Down, dan Delete. Tata letak ini secara cerdas memangkas area numpad lateral yang memakan tempat tanpa mengorbankan fungsionalitas pengetikan produktif harian.Sasis keyboard ini dibangun dengan material pelat atas berbahan aluminium anodisasi yang kokoh serta sasis bawah dari plastik tebal berkualitas tinggi. Ketika kedua belahan modul keyboard kiri dan kanan disatukan, mekanisme kopling magnetik internal yang sangat kuat bekerja untuk mengunci posisi sambungan tengah dengan rapat. Pengguna tidak perlu khawatir sasis akan meregang atau bergeser saat digunakan untuk mengetik dengan kecepatan tinggi.
Untuk menyesuaikan kenyamanan ergonomi secara personal, Asus menyertakan delapan kaki penyangga sferis berulir (spherical screw-in feet) di dalam kemasan penjualannya, yang terdiri dari empat kaki berukuran besar dan empat kaki berukuran kecil. Kaki penyangga ini dapat dipasang secara manual dengan cara disekrup pada bagian dasar sasis untuk menghasilkan sudut kemiringan lateral (tenting) maupun sudut elevasi depan-ke-belakang yang variatif.

Selain itu, terdapat dua buah sandaran pergelangan tangan (wrist rest) berbahan silikon lembut yang dipasang pada pelat logam kokoh. Hanya saja, untuk memasangnya, kita harus menyekrup pelat sandaran ini menggunakan sekrup dan kunci Allen bawaan. Metode ini memberikan stabilitas struktural tinggi, tetapi sedikit mengorbankan aspek kepraktisan pelepasan cepat (quick-release).
Skenario penggunaan paling menarik dari desain split ini adalah kemampuannya beroperasi dalam Left-Side Mode. Pemain game FPS taktis dapat sepenuhnya melepaskan belahan kanan keyboard dan hanya menggunakan belahan sasis kiri sebagai unit gamepad mandiri. Langkah ini memberikan ruang bebas meja yang sangat luas bagi pergerakan mouse nirkabel ber-DPI rendah.
Daya tarik utama performa gaming ROG Falcata terletak pada integrasi switch magnetik generasi kedua teranyar buatan Asus, yaitu ROG HFX V2. Switch linear ini memanfaatkan sensor efek Hall (Hall Effect sensor) untuk membaca jarak pergerakan vertikal stem switch berdasarkan perubahan fluks medan magnet, tanpa memerlukan kontak fisik sirkuit tembaga tradisional. Absennya gesekan mekanis logam ini meminimalkan keausan fisik, mencegah delay akibat fenomena debouncing, dan memberikan masa pakai operasional yang andal hingga 100 juta kali penekanan.

Pada varian HFX V2 ini, Asus melakukan rekayasa ulang pada penempatan sensor. Chip sensor IC Hall diletakkan secara langsung pada permukaan atas PCB, sehingga posisinya menjadi lebih dekat dengan bagian bawah magnet switch tanpa terganggu oleh ketebalan papan sirkuit itu sendiri. Penempatan ini secara signifikan meningkatkan akurasi pembacaan posisi stem hingga tingkat presisi langkah sebesar 0.01 mm.
Pengalaman mengetik pada HFX V2 terasa sangat lancar, ringan, dan responsif. Jarak tempuh total (travel distance) dipangkas menjadi 3.5 mm, dengan gaya tekan awal (initial force) hanya 32 gf dan gaya tekan total (total force) 49 gf. Selain itu, stem switch kini dilengkapi dengan dinding penstabil yang berfungsi ganda untuk mencegah masuknya debu mikro ke area gesekan serta meminimalkan guncangan tombol. Mekanisme penguncian bertipe snap-fit pada stem juga memastikan magnet bergerak lurus vertikal di poros tengah guna menjaga kestabilan sensor.
Rapid Trigger Campur 4 Lapis Peredam
ROG Falcata menerapkan fitur gaming kompetitif mutakhir: Rapid Trigger dan Speed Tap Mode. Fitur Rapid Trigger meniadakan keterbatasan saklar mekanis tradisional dengan cara mereset transmisi sinyal secara instan begitu jari Anda mengangkat tombol dalam rentang desimal milimeter. Asus menyediakan tuas fisik khusus (dedicated toggle) di sudut kiri belakang sasis keyboard untuk mengaktifkan fitur ini secara langsung.
Sementara itu, Speed Tap Mode (algoritma SOCD) bekerja dengan mengutamakan input arah terakhir saat dua tombol arah yang berlawanan (misalnya A untuk melangkah ke kiri dan D ke kanan) ditekan secara bersamaan. Dinamika ini sangat menguntungkan dalam game FPS taktis untuk mengeksekusi gerakan berhenti-tembak instan (counter-strafing). Fitur ini dapat diaktifkan secara instan dengan menekan kombinasi tombol Fn + Caps Lock selama satu detik.
Keyboard gaming yang menggunakan switch magnetik berefek Hall sering kali dikritik karena memancarkan suara ketikan yang cenderung nyaring, kopong, atau berisik akibat hantaman stem plastik yang keras. Untuk mengatasi masalah struktural ini, Asus mengintegrasikan sistem peredaman suara berlapis empat (four-layer dampening architecture) yang diatur secara presisi di dalam sasis internal. Pertama ada Silicone Pad, terletak di dasar sasis paling bawah untuk mengeliminasi rongga udara dan meminimalkan gema internal sasis plastik bawah.
Lapis kedua ada Poron Dampening Foam, dipasang di atas silikon guna menyerap getaran ketukan frekuensi rendah dan meningkatkan kestabilan PCB. Kemudian Poron Switch Pad, yang ditempatkan di antara PCB dan pelat atas logam untuk meredam benturan fisik langsung dari masing-masing rumah switch. Terakhir ada Silicone Foam, posisinya tepat di bawah pelat logam atas guna meminimalkan kebisingan frekuensi tinggi (pinging noise) sasis aluminium.

Integrasi material peredam berlapis ini menghasilkan umpan balik akustik yang sangat padat, memberikan karakter suara ketukan yang bulat, empuk, dan condong ke arah profil suara thocky yang sangat digemari oleh komunitas keyboard kustom antusias.
Asus ROG Falcata mendukung tri-mode konektivitas yang mencakup koneksi kabel USB, nirkabel RF 2.4 GHz melalui teknologi ROG SpeedNova, serta Bluetooth 5. Keunggulan teknis utama dari teknologi nirkabel ROG SpeedNova adalah kemampuannya mempertahankan kecepatan pelaporan (report rate) ultra-tinggi hingga 8000 Hz, baik saat menggunakan kabel USB maupun secara nirkabel melalui dongle penerima bawaan. Transmisi 8000 Hz ini menghasilkan latensi input yang sangat rendah, meminimalkan jeda waktu respons hingga hanya 0.125 milidetik demi transmisi data instan tanpa delay.

Untuk mengimbangi konsumsi daya tinggi akibat polling rate 8K dan sensor Hall, Asus menyertakan fitur cerdas bernama Zone Mode. Diaktifkan dengan menekan tombol Fn + ~, mode ini mematikan seluruh lampu latar RGB keyboard untuk memfokuskan suplai daya baterai. Kecepatan pelaporan 8000 Hz ditingkatkan secara eksklusif hanya untuk tombol permainan krusial (Q, W, E, R, A, S, D, F, L-Ctrl, dan Space), sedangkan tombol-tombol lainnya di luar zona tersebut diturunkan ke tingkat standar (seperti 250 Hz) guna menghemat energi.
Dalam mode hemat daya biasa dengan RGB mati, daya tahannya bisa melebihi 200 jam. Pengisian daya keyboard ini mengadopsi skema single-cable charging. Pengguna cukup menghubungkan satu kabel USB-C ke modul sasis kiri, dan arus daya akan didistribusikan secara simultan untuk mengisi baterai internal pada kedua modul sekaligus selama kabel interkoneksi bawaan terhubung.

Kustomisasi Pakai Gear Link
Seperti peripheral lainnya, ROG Falcata juga meulai mengadopsi Gear Link. Platform web ini adalah suksesor Armoury Crate. Ia sangat ringan, bebas bloatware, serta intuitif untuk melakukan pemetaan ulang tombol, perekaman makro, penyesuaian batas mati sensor Hall, hingga kalibrasi sensitivitas sensor per tombol. Seluruh konfigurasi yang dibuat akan langsung disimpan ke dalam memori internal keyboard (onboard profile).Pengalaman penggunaan membuktikan ROG Falcata merupakan keyboard yang cocok untuk bermain game FPS. Menggunakan satu sisi keyboard memastikan permainan lebih fokus sekaligus memberikan ruang lebih pada meja komputer.
Selain itu, aktuasi tombol bisa diatur secara spesifik, menyesuaikan tingkat responsivitas yang diperlukan. Kita tidak perlu khawatir jika takut tombol tertekan terlalu cepat atau terasa lebih sensitif. Satu kekurangannya adalah fleksibilitas kemiringan bodi keyboard yang terbatas. Untuk sebagian gamer, mungkin sudutnya bakal terasa lebih tinggi.
| Testbed | Medcom.id |
| Prosesor | Intel Core Ultra 9 285K AMD Ryzen 5 8600G |
| Motherboard | Asus ROG Strix Z890-F Gaming WiFi Gigabyte B650E Aorus Master |
| Cooler | Gigabyte Aorus Waterforce II 360 ICE |
| VGA | Colorful GeForce RTX 5070 Ti Battle NX 16GB |
| Monitor | Asus ROG Swift OLED PG27AQDM |
| RAM | Apacer Panther DDR5 RGB 32GB (2 x 16GB) |
| Storage | WD Black SN850X, Apacer AS2280Q4 |
| PSU | MSI MAG A850GL PCIE5 |
| Mouse | Logitech MX Master 4 |
Kesimpulan
Asus ROG Falcata adalah sebuah mahakarya peripheral yang sangat ambisius. Sebagai keyboard split 75% nirkabel pertama dengan switch magnetik berefek Hall, Falcata berhasil mengawinkan performa super-cepat kelas turnamen e-sports dengan perlindungan ergonomis tingkat medis. Rekayasa akustik 4 lapis yang menghasilkan suara thocky yang mewah serta aplikasi web Gear Link yang ringan menjadi nilai tambah yang sangat besar di mata para antusias peripheral.
Tentu saja, banderol harga yang menyentuh angka Rp5,7 jutaan serta keterbatasan ekosistem switch dan kabel interkoneksi proprietary akan langsung mengeliminasi keyboard ini bagi mayoritas pembeli mainstream. Namun, bagi para antusias keyboard mekanik, gamer FPS hardcore yang mendambakan ruang gerak mouse ekstra, atau profesional dengan anggaran melimpah yang mencari solusi kenyamanan mengetik kelas atas, Asus ROG Falcata adalah perangkat terbaik yang menduduki puncak kasta keyboard gaming saat ini.
8.8
Asus ROG Falcata
Plus
- Kualitas material solid dan berlapis
- Gear Link bikin gampang kustomisasi
- Fitur rapid trigger
- Baterai awet
Minus
- Sudut keyboard kurang nyaman
- Harga lumayan
- Kabel harus khusus
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News