Review Gadget

Vivo V11 Pro, Berani Kasih Spesifikasi Sesuai Harga

Cahyandaru Kuncorojati 22 Oktober 2018 07:15 WIB
vivoreview gadget
Vivo V11 Pro, Berani Kasih Spesifikasi Sesuai Harga
Vivo V11 Pro.
Jakarta: Vivo adalah salah satu vendor yang dinilai kerap menawarkan produk yang overprice. Tidak sedikit konsumen yang menganggap mereka hanya mengandalkan desain dan kamera yang resolusi pikselnya hingga dua digit.

Alhasil, ada merek seperti Xiaomi dan ASUS yang dianggap lebih bisa menawarkan spesifikasi lumayan dengan harga yang masih sesuai dengan apa yang diberikan. Kini, tampaknya Vivo mulai berani mengikuti permainan pasar dengan memberikan harga yang sesuai dengan spesifikasinya.

Hal ini mulai sangat terlihat di Vivo V11 Pro untuk berkompetisi di segmen menengah pasar smartphone Indonesia. Apa yang bisa diberikan Vivo V11 Pro, selain kemampuan kamera depannya?


 

Desain

Vivo V11 Pro hadir dengan warna gradasi seperti yang dipopulerkan oleh Huawei, salah satunya Huawei Nova 3i. Namun, apabila dibandingkan desain warna gradasi di bagian belakang, Vivo V11 Pro masih kalah menarik.

Alasannya karena bodi Vivo V11 Pro yantg mengandalkan material polikarbonat atau plastik di bagian warna gradasi membuatnya kurang mengkilap.



Meskipun begitu, material polikarbonat ini membuat Vivo V11 Pro yang hadir dengan bodi lebar cukup ringan, meskipun agak terasa tebal di genggaman. Layarnya mengusung ukuran 6,41 inci berasio aspek 19,5:9 resolusi FHD+.

Bezel kanan dan kirinya tipis, serta desain poni yang sangat mungil memang berhasil membuat layarnya terasa sangat lega. Pengalaman semakin baik karena Vivo V11 Pro menggunakan panel layar Super AMOLED. Panel ini dikenal memberikan kecerahan warna yang sangat terasa memanjakan mata ketimbang LCD.



Sejauh ini, smartphone di segmen menengah dengan panel layar Super AMOLED tidak banyak, salah satunya adalah Samsung. Mungkin hal ini juga yang berkonribusi terhadap harga Vivo V11 Pro yang cukup mahal untuk smartphone kelas menengah, sama seperti Samsung J7 Plus yang dirilis akhir tahun lalu dengan panel Super AMOLED.

Tidak ada tombol navigasi di bagian depannya, semua tampil di layar sekaligus pemindai sidik jarinya. Ya, nilai jual Vivo V11 Pro adalah yang pertama membawa fingerprint on-display ke Indonesia. Jadi, pastikan layarnya tidak retak karena mungkin berpengaruh ke sensornya.



Medcom.id menyukai bagian wajah dari Vivo V11 Pro, tetapi tidak dengan bagian punggungnya. Tampilan warna gradasinya juga langsung tidak terlihat saat dilapisi aksesoris pelindung seperti jelly case karena bodinya mudah sekali tergores.

 

Software dan Antarmuka

Vivo V11 Pro hadir dengan antarmuka racikannya, Funtouch OS 4.5 berbasis Android 8.1 Oreo. Seluruh notifikasi dan perngaturan singkat hadir dengan menyapukan jari dari bagian bawah layar yang tampilan dan ikonnya terasa seperti iOS.



Vivo V11 Pro juga memiliki asisten digital yang mereka beri nama Jovi, sebagai akronim dari Enjoy Vivo. Asisten digital ini tidak seperti Siri atau Google Assisstant maupun Bixby yang bisa diajak berinteraksi. 

Misalnya, Vivo V11 Pro akan mempelajari kebiasaan penggunanya untuk memilih mode senyap pada jam tertentu atau menuruntukan tingkat cahaya pada layar pada jam tertentu. Anda juga bisa mengkustomisasinya sendiri lewat profile preset yang tersedia, misalnya mode commuting atau mode work.



Medcom.id juga menjumpai bahwa Jovi juga bisa menampilkan informasi liga olahraga yang Anda gemari namun mungkin fitur ini akan kurang digunakan secara optimal oleh pengguna Indonesia yang lebih memilihg memanfaatkan informasi dari media daring.

Meskipun tidak memberikan mode peningkatan performa atau AI Boosting seperti smarthone saat ini, misalnya di ASUS ZenFone 5Z, Vivo V11 Pro tetap memberikan fitur Game Mode yang diklaim meningkatkan performa prosesor dan RAM yang tertanam.



Fitur lainnya adalah pemindai sidik jari di layar dan pemindai wajah yang mendurut Medcom.id kecepatannya tidak sebaik pemindai sidik jari yang terletak di bodi, misalnya di bagian punggung. Ini bisa jadi karena layar harus membedakan respons antara pengguna ingin membuka layar atau sekadar menggesernya.

 

Kamera

Vivo V11 Pro memang tergolong yang paling berani di segmen menengah dengan memberikan kamera beresolusi tinggi khususnya di kamera depannya. Kamera depannya beresolusi 25MP dan kamera belakangnya memadukan resolusi 16MP+5MP yang didukung fitur kecerdasan buatan (AI).

Selain itu, Vivo turut membekali V11 Pro dengan kamera berteknologi kecerdasan buatan (AI) baik pada kamera depan dengan resolusi 25MP maupun pada kamera belakang bersensor 16MP + 5MP.



Kamera depannya harus diakui tidak buruk. Vivo V11 Pro tetap mampu menangkap foto di kondisi malam hari dengan mengandalkan pencahayaan sekitar. Hasil fotonya terang dan tidak over exposure, tapi kurang halus karena noise yang tertangkap sangat jelas.

Di kondisi siang hari hasil fotonya cukup bagus. Ada satu fitur yang mungkin menari bagi pengguna Vivo V11 Pro dari kalangan hawa. Kamera depannya dilengkai fitur beautification berbasis AI yang bisa mengubah ukuran dari lingkar mata, dagu, bahkan hidung dan lain-lain.



Sejauh ini memang hanya Vivo V11 Pro yang memberikan fitur beautification paling niat dengan dukungan AI. Beralih ke kamera belakangnya, Vivo V11 Pro mampu menghasilkan foto dengan akurasi warna yang baik, termasuk di kondisi malam hari.







Hasil foto di malam hari fokusnya cukup baik, tapi Medcom.id tidak mendapatkan efek foto dramatis. Kameranya kurang mampu menghasilkan Bokeh apabila tanpa mengaktifkan fitur Bokeh atau Portrait terlebih dahulu.







 

Performa

Untuk dapur pacunya, Vivo V11 Pro tergolong cukup berani, sehingga wajar di segmen menengah dia agak mahal. ViVo V11 Pro yang menggunakan Snapdragon 660 didukung RAM 6GB dan memori internal 64GB yang bisa ditambah hingga 256GB dengan MicroSD.

Dalam pengujian untuk bermain game PUBG Mobile, aplikasi tersebut langsung mengenali Vivo V11 Pro dengan pengaturan kualitas permainan optimal di kelas medium. Di pengaturan grafis, kualitasnya maksimal hanya bisa di HD dan opsi tingkat framerate terbatas di high.

Kami pun mengaktifkan anti-aliasing dan menonaktfikan fitur auto adjust FPS. Terpantau setiap durasi permainan 10 menit konsumsi baterainya sebesar lima persen dengan suhu agak hangat yakni 37-39 derajat celcius.

Artinya, baterai cukup hemat. Dengan pengaturan grafis yang kami pacu ditambah dukungan Game Mode, Vivo V11 Pro hanya hangat, masih bisa diandalkan untuk bermain game berkat prosesor yang digunakan.

Bagaimana performa keseluruhan? Medcom.id melakukan pengujian menggunakan aplikasi PCMark dan 3DMark. Harga Vivo V11 Pro yang menyentuh Rp5 juta memang tidak ada kompetitor, sementara di harga mulai dari Rp4 juta sangat banyak.



Performa Vivo V11 Pro tidak buruk, tetapi di harga yang dia pasang, ada pesaing yang lebih unggul dalam beberapa aspek. Misalnya, Anda bisa mendapatkan Pocophone F1 yang sudah menggunakan Qualcomm Snapdragon 845. Sementara untuk gaming dengan baterai awet, ada ASUS ZenFone Max Pro M1 6GB/64GB.

Baterainya berkapasitas 3.400 mAh, dalam pengujian PC Mark Battery beberapa kali sempat gagal sebelum menyentuh kapasitas hingga kurang dari 20 persen. Dengan melihat baterai yang tersisa perkiraan baterainya mampu bertahan hingga 10 jam, artinya cukup bagus.



Kesimpulan
Vivo V11 Pro kali ini mulai berani bermain di segmen menengah dengan memberikan spesifikasi yang sesuai di kelas menengah. Bahkan seperti yang dibilang, cukup berani untuk menyediakan RAM 6GB dan resolusi kamera depan hingga dua digit.

Bersejatakan RAM besar, Vivo V11 Pro berusaha menarik perhatian mobile gamer dan kamera depan yang resolusinya hingga 24MP tetap sebagai senjata untuk memanjakan penggemar selfie. 

Harga Rp4.999.000 atau bulatkan menjadi Rp5 juta membuat Vivo V11 Pro tidak memiliki pesaing di harga tersebut, kecuali beberapa merek Oppo yang dirilis di awal tahun ini. Di rentang harga mulai Rp4 juta, Vivo V11 Pro masih memiliki banyak pesaing yang unggul dalam beberapa spesifikasi dan menjadi alternatif selain Vivo V11 Pro karena harganya lebih murah.

 
Spesifikasi  Vivo V11 Pro
Prosesor Qualcomm Snapdragon 660
GPU Adreno 512
OS Funtouch OS / Android 8.1 Oreo
RAM 6GB
Memori Internal 64GB
Kamera  Belakang 16MP+5MP, Depan 24MP
Baterai  3.400 mAh
Layar  Super AMOLED 6,41 inci (19,5:9) FHD+
Harga Rp4.999.000
 
 
7.8
Vivo V11 Pro
Plus
  • Layar lega dan Super AMOLED
  • Spesifikasi dapur pacu lumayan
  • Performa gaming lumayan
  • Resolusi kamera besar
  • Fingerprint di balik layar
Minus
  • Desain kurang mewah untuk harganya
  • Bodi polikarbonat mudah tergores 
  • Harga agak mahal di segmen menengah

 



(MMI)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.