Baca Juga :
Nothing Umumkan Headphone (1) Pro

Saat pertama kali membuka kemasan paket penjualannya, saya mendapatkan satu unit headphone, kabel pengisi daya USB Type-C, kabel audio jack 3,5 mm sepanjang 90 cm, serta sebuah buku panduan mini. Dari isi kelengkapan ini, saya berpendapat bahwa Loops ingin membuka keleluasaan penuh bagi konsumen agar dapat menggunakannya sesuai kebutuhan, baik melalui jaringan nirkabel maupun koneksi kabel analog.
Desain Minimalis dan Pengalaman Ergonomi Busa
Kesan pertama saya saat melihat desain headphone versi warna hitam ini adalah tampilannya yang simpel dan tidak ribet. Sebagian besar cangkang luar dan rangkanya berbahan plastik. Walaupun materialnya tergolong sederhana, rasa nyaman tetap saya rasakan saat pertama kali mencobanya.
Pada bagian dalam headband, terdapat busa berlapis karet lembut yang melindungi kepala dari gangguan rasa sakit. Ketika mencobanya secara intensif selama beberapa jam, saya merasa sangat nyaman dan tidak merasakan penekanan di bagian atas kepala. Hal yang sama saya rasakan di area telinga. Bantalan earcup terasa empuk menempel di kulit, meskipun bahan plastik lingkarannya agak terasa sedikit kaku. Namun, hal itu sama sekali tidak mengganggu penggunaan saya sehari-hari.
Saya juga menyoroti aspek fleksibilitas bodinya. Headphone ini dapat dilipat di kedua sisinya dan diperpanjang agar sesuai dengan ukuran kepala. Akan tetapi, ketika saya mencoba menekuk kedua bagian sampingnya, proses melipat terasa kaku dan tidak berjalan mulus, sehingga saya harus memberikan tekanan ekstra. Begitu pula saat mengatur panjang gagangnya, saya masih mendapati sedikit kemacetan pada rel pengaturannya. Karena bodi dominan bahan plastik, saya rasa kita juga perlu berhati-hati saat memasukkannya ke dalam tas agar tidak terhimpit beban berat.

Untuk kontrol pengoperasian, produsen meletakkan tombol di bagian penutup telinga sebelah kanan. Di posisi paling atas terdapat tombol universal penyesuai mode Equalizer (EQ), disusul tombol pengatur volume, serta tombol power di urutan paling bawah. Untuk menghidupkan headphone ini, cukup tekan dan tahan tombol power selama 3 detik, ketika ingin mematikan headphone, tekan dan tahan tombol kurang lebih 5 detik. Saya merasakan peletakan tombol-tombol di bagian belakang cangkang kanan ini sangat efisien. Ketika saya ingin mengatur suara atau mode EQ saat dipakai, saya tinggal memencetnya dengan mudah tanpa mengganggu aktivitas.

Pengujian Kualitas Suara 3 Mode EQ dan Konektivitas
Performa audio menjadi fokus utama saya, terutama pada fitur 3 mode EQ khas perangkat ini: Pop, Bass, dan Vocal. Saya menguji headphone ini untuk mendengarkan musik genre hip-hop dan EDM yang memiliki karakter bass kuat. Dalam mode Pop, suara vokal terdengar jernih, namun suara bass terasa agak muddy meski masih dapat diterima oleh telinga saya. Ketika saya beralih ke mode Bass, dentuman nada rendah langsung terasa jauh lebih dominan, berisi, dan jernih tanpa menutup vokal utama secara berlebihan.Eksperimen saya berlanjut dengan memutar musik rock dalam mode Pop untuk melihat kejernihan instrumennya. Sayangnya, keluaran audio terasa tenggelam dan kurang jernih akibat distorsi instrumen yang kompleks. Namun, suasana berubah total ketika saya mencobanya memutar musik pop akustik. Saya terpukau karena keluaran audio menyajikan vokal penyanyi dan instrumen santai yang sangat jelas, seimbang, serta stabil.
Sementara itu, pengujian pada mode Vocal menunjukkan keluaran nada tengah yang dominan, yang menurut saya memang lebih diperuntukkan bagi aktivitas panggilan telepon ketimbang mendengarkan hiburan musik. Sebaliknya, ketika saya gunakan untuk menonton film streaming, mode Bass memberikan pengalaman paling imersif. Suara latar dan nuansa adegan film dapat saya dengar dengan cukup rinci.
Daya tahan baterai berkapasitas 200 mAh milik headphone ini layak dipuji. Berdasarkan klaim kemasan, baterainya mampu bertahan hingga 10 jam. Saat saya gunakan selama total 6 jam untuk mendengarkan musik dan menonton film, indikator baterai masih tersisa di atas 50 persen. Menurut saya baterainya tergolong cukup awet untuk menunjang aktivitas harian tanpa perlu khawatir kehabisan daya.
Fitur Bluetooth 5.4 yang diusungnya juga memberikan latensi yang sangat rendah. Saat saya gunakan untuk panggilan telepon maupun menonton video, tidak ada gangguan delay audio yang terasa. Untuk jangkauan nirkabelnya, saya menguji koneksi dengan memberi jarak 5 meter yang terhalang tembok. Hasilnya, headphone sempat kehilangan koneksi akibat halangan sekat tebal tersebut, namun koneksi tetap berjalan lancar tanpa kendala saat berada di area terbuka tanpa halangan.

Terakhir, saya menguji penggunaan kabel jack 3.5 mm bawaan ke pemutar lagu cassette player. Suara yang dihasilkan terasa kurang jernih dan masih terdapat noise. Saya juga mendapati kepala kabel tidak bisa sepenuhnya masuk sempurna ke port; jika saya tekan sampai masuk penuh, suaranya justru hilang. Saya harus menyisakan sedikit ruang colokan agar lagu dapat terdengar. Hal ini agak mengganggu fleksibilitas pergerakan saya karena sedikit goyangan saja bisa menimbulkan suara buzzing atau membuat lagu terhenti.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, pengalaman saya menggunakan Loops BT Headphone Groovy X32 menyimpulkan bahwa perangkat ini adalah pilihan headphone wireless murah Rp170.000 ribuan yang sangat fungsional, berdaya tahan baterai efisien, serta menawarkan fleksibilitas mode audio yang menarik untuk hiburan harian. Bagi Anda yang ingin memiliki Headphone murah untuk aktivtias harian dengan budget minim, Headphone dapat menjadi salah satu alternatif untuk dimiliki.
7.5
Loops BT Headphone Groovy X32
Plus
- Audio headphone cocok untuk musik dengan bass yang dominan, seperti EDM
- Baterai yang awet dipakai berjam-jam
Minus
- Engsel untuk menutup headphone terasa keras
- Output audio kurang maksimal untuk beberapa genre musik
(Nur Aldiansyah Amirulloh)