Menariknya, riset internal Logitech mencatat bahwa meski 72% pekerja profesional memiliki unit mouse, hanya 26% yang benar-benar membawanya saat beraktivitas di luar ruangan. Mayoritas akhirnya terpaksa berkompromi memakai trackpad bawaan laptop yang rentan memicu kelelahan pada pergelangan tangan.
Menjawab fenomena tersebut, Logitech merilis Mobi Fold, mouse nirkabel ultra-portabel pertamanya yang mengusung mekanisme lipat. Dengan harga resmi Rp1.509.000 di pasar Indonesia, apakah inovasi lipat ini sekadar gimik atau benar-benar menjadi cocok jadi duet maut kaum pekerja nomaden? Berikut review Logitech Mobi Fold.
Bodi Super Minimalis
Daya tarik Logitech Mobi Fold langsung terpancar dari desain fisiknya. Punya pendekatan sendiri, mouse ini mengadopsi mekanisme tekuk simetris di bagian tengah bodi seperti ponsel lipat.Ketika dilipat, dimensinya menyusut drastis menjadi ketebalan 21 mm dan panjang hanya 66 mm. Bobotnya yang cuma 79 gram membuatnya seringan ponsel pintar mini, bahkan muat diselipkan ke saku kemeja, kantong celana jin, maupun tas selempang kecil tanpa meninggalkan tonjolan yang mengganjal. Saat ditutup, dua magnet internal menempel dengan mantap, mengunci kedua paruh bodi agar tidak membuka secara acak di dalam tas.
Mekanisme lipat ini bekerja secara ganda sebagai sakelar daya utama. Saat kita membentangkan perangkat, Logitech Mobi Fold akan otomatis menyala dan langsung menyambung ke perangkat kerja. Begitu selesai, kita cukup melipatnya kembali, dan daya perangkat akan langsung padam untuk menghemat baterai.

Logitech menyematkan model kecerdasan buatan terpasang di dalam chip mikrokontroler perangkat. Algoritma mandiri ini bertugas mendeteksi status engsel saat proses melipat berlangsung, sehingga tekanan jari yang tidak disengaja selama membuka atau menutup perangkat tidak akan mengirimkan sinyal klik eror ke layar komputer.
Bodinya luarnya dilapisi bahan silikon lembut dengan tekstur lipatan bergelombang di area tengah yang nyaman disentuh. Perangkat ini juga memprioritaskan keberlanjutan lingkungan: varian warna Graphite menggunakan 36% plastik daur ulang pascakonsumen, serta rakitan magnetnya memakai 100% logam tanah jarang hasil daur ulang.
Saat dibuka penuh, Logitech Mobi Fold bertransformasi menjadi mouse berdimensi panjang 122 mm, lebar 57 mm, dan tinggi 33 mm. Desainnya ambidextrous, sehingga ramah dipakai oleh pengguna bertangan kanan maupun kidal.
Berdasarkan pengujian Logitech ErgoLab, bentuk lengkung Mobi Fold terbukti memangkas ketegangan otot lengan bawah hingga 22% dibandingkan saat bertumpu pada trackpad laptop. Namun, ekspektasi ergonomi tetap harus diposisikan secara adil. Bentuknya yang cenderung pipih menyerupai tenda datar menyisakan ruang tumpuan telapak tangan yang cukup tipis.
Pengguna dengan tipe genggaman claw atau mereka yang memiliki telapak tangan besar mungkin akan merasakan posisi ibu jari sedikit melayang tanpa penopang samping. Mobi Fold lebih optimal dengan gaya palm grip.
Sensor 4.000 DPI
Untuk urusan performa, perangkat ini ditunjang oleh sensor optik PixArt PAW3222 dengan rentang resolusi 400 hingga 4.000 DPI yang dapat disesuaikan bertahap per 100 DPI melalui aplikasi pendukung. Pengaturan bawaan berada pada 800 DPI, menyajikan akurasi lintasan kursor yang stabil di berbagai permukaan meja kayu, meja kafe laminasi, hingga alas kain.Perbedaan paling mencolok tampak pada absennya scroll fisik. Perannya digantikan oleh bilah sentuh memanjang dengan teknologi Adaptive Touch Scrolling. Strip sentuh ini mampu membaca kecepatan gestur: swipe jari perlahan memberikan navigasi per baris yang presisi untuk membaca dokumen lembar sebar, sedangkan swipe cepat akan mengaktifkan hyperfast scrolling untuk menelusuri ratusan halaman web dalam sekejap.
Kendati bekerja mulus, strip sentuh ini belum dilengkapi modul getar haptik, sehingga pengguna membutuhkan sedikit adaptasi agar ritme guliran tidak terasa tersendat.

Untuk tombol klik, Logitech membekali dua tombol primer dengan teknologi quiet-clicks yang sangat senyap tanpa menghilangkan sensasi ketukan mekanis yang tegas. Di ujung atas dan bawah bilah sentuh, tertanam dua sakelar fisik mikro yang secara bawaan dipetakan untuk fungsi navigasi Forward dan Back.
Satu catatan operasional penting adalah ketiadaan fungsi klik tengah bawaan pada panel sentuh. Meski kita memprogram salah satu sakelar mikro menjadi klik tengah via aplikasi Logi Options+, tombol tersebut tidak dapat difungsikan untuk model click-and-hold. Ini adalah fungsi navigasi penting bagi pengguna software desain visual.
Logitech Mobi Fold dibekali koneksi Bluetooth Low Energy (BLE) 5.0 dengan daya jangkau hingga 10 meter. Melalui tombol Easy-Switch yang disematkan aman di kolong perangkat, kita dapat menghubungkan dan beralih di antara tiga perangkat berbeda secara instan, mulai dari laptop, tablet, hingga ponsel pintar.

Istimewanya, Mobi Fold menjadi perangkat periferal pertama dari Logitech yang mengantongi sertifikasi resmi Google Fast Pair. Saat lipatan mouse dibuka di dekat perangkat Android atau Chromebook, jendela notifikasi penyambungan akan langsung muncul di layar secara otomatis tanpa perlu membuka menu pengaturan Bluetooth secara manual.
Lewat aplikasi Logi Options+ di Windows dan Mac, pengguna juga dapat memanfaatkan fitur Logitech Flow untuk memindahkan kursor dan transfer berkas lintas komputer secara mulus. Paket ritel standar mengandalkan koneksi Bluetooth murni, sementara varian korporat Mobi Fold for Business menyertakan receiver USB-C Logi Bolt di dalam kotak penjualannya.
Durabilitas 50 Ribu Kali Lipat
Sebagai perangkat yang dirancang untuk kehidupan di jalan, ketahanan Mobi Fold telah teruji secara ketat. Mekanisme engsel fleksibelnya mampu bertahan hingga 50.000 siklus lipat-buka, yang diproyeksikan setara dengan 15 tahun penggunaan sehari-hari dengan estimasi delapan kali lipatan per hari. Selain itu, unit ini telah lolos uji jatuh (drop test) dari ketinggian 90 cm ke permukaan keras, baik dalam kondisi terlipat maupun terbuka.Sektor daya ditopang oleh baterai isi ulang internal Lithium-Polymer 100 mAh. Dalam satu kali pengisian penuh, baterai ini sanggup beroperasi hingga 32 hari pemakaian normal. Fitur pengisian cepatnya pun mantap. Pengisian via port USB-C selama 1 menit mampu memberikan masa pakai hingga 22 jam. Pengisian penuh dari kondisi nol hanya memakan waktu kurang dari 60 menit. Namun, posisi port pengisian daya di ujung sasis membuat posisinya agak miring jika digunakan sambil mengisi daya.
| Testbed | Medcom.id |
| Prosesor | Intel Core Ultra 9 285K AMD Ryzen 5 8600G |
| Motherboard | Asus ROG Strix Z890-F Gaming WiFi Gigabyte B650E Aorus Master |
| Cooler | Gigabyte Aorus Waterforce II 360 ICE |
| VGA | AMD Radeon RX 6800 Colorful GeForce RTX 5070 Ti Battle AX 16GB |
| RAM | Apacer Panther DDR5 RGB 32GB (2 x 16GB) |
| Storage | WD Black SN850X, Apacer AS2280Q4 |
| PSU | MSI MAG A850GL PCIE5 |
| Monitor | Asus ROG Swift OLED PG27AQDM |
| Keyboard | Logitech Slim Solar+ K980 |
Kesimpulan
Logitech Mobi Fold bukanlah periferal yang dirancang untuk menggantikan posisi mouse meja ergonomis berukuran penuh saat kerja maraton di meja kantor. Namun, perangkat ini menyajikan proposisi nilai yang nyaris tanpa tanding di ranah mobilitas.
Dengan banderol harga Rp1.509.000, Mobi Fold adalah investasi produktivitas yang sangat tepat bagi pekerja hybrid, eksekutif yang sering bepergian, pekerja lepas di kedai kopi, maupun pengguna tablet yang mendambakan navigasi presisi tanpa beban volume di dalam tas.
9.2
Logitech Mobi Fold
Plus
- Desain super minimalis
- Fungsi on dan off simpel
- Ambidextrous
- Sensor bagus dan akurat
Minus
- Tidak ada fungsi klik scroll standar
- Perlu pembiasaan penggunaan karena posisi sensor