Pekan lalu, Acer memperkenalkan perangkat hibrida terbaru yang mereka sebut Acer One 10. Produk ini menawarkan fleksibilitas sesuai kebutuhan pengguna; mau tablet atau notebook atau keduanya? Berikut pengujian dan ulasan kami.
Desain
Desain Acer One 10 tak berbeda dengan notebook kebanyakan. Ukuran layarnya 10 inci dibalut dengan warna perak di sisi belakang. Logo Acer yang cukup besar juga dicetak di bagian belakang layar.Salah satu konsekuensi Notebook hibrida adalah, semua komponen inti dipindahkan ke bagian layar, sehingga bobotnya seperti condong ke layar. Semua antarmuka yang dihadirkan juga berpindah ke bagian ini, termasuk tombol power dan volume.
Beralih ke keyboard, komponen ini memiliki bobot yang lebih ringan, tetapi Acer menyematkan ruang penyimpanan tambahan berupa HDD 500 GB terhubung secara otomatis ketika layarnya tersambung. Ruang penyimpanan ini juga bisa diakses melalui port USB 2.0 di sisi kiri.
Performa
Performa produk pasti sangat penting untuk semua konsumen. Untuk menjawab itu, Acer One 10 memilih prosesor Intel varian Bay Trail, Intel Atom Z3735F @1,33 GHz quad-core dan RAM sebesar 2 GB. Untuk sebuah notebook, spesifikasi ini tergolong sangat rendah, tetapi tidak jika ia menjadi sebuah tablet.Hal ini kami buktikan dengan menjalankan beberapa pekerjaan sekaligus, seperti membuka Microsoft Office. Perlu diingat bahwa ini adalah sebuah notebook hibrida yang dirancang untuk keperluan standar.
Kualitas visual Acer One 10 tak mengecewakan berkat kartu grafis Intel HD Graphics. Dengan layar jernih berresolusi 1.280 x 800, Acer One 10 tak memiliki kendala saat menjalankan beberapa aplikasi yang menuntut visual yang lumayan berat, seperti menonton film atau bermain game. Anda dapat memainkan Pro Evolution Soccer 2015 dengan frame rate terbaik pada pengaturan visual paling rendah.
Untuk operasional harian, Acer mengklaim One 10 dapat menyala hingga 7 jam berkat baterai berdaya 6.000 mAh. Pengujian dengan aplikasi benchmark PowerMark membuktikan bahwa Acer One 10 dapat beroperasi penuh tanpa henti hingga 4 jam saja. Tentu saja, daya tahan baterai ini akan sangat tergantung cara pemakaian Anda.
Fitur
Acer One 10 sudah sepaket dengan sistem operasi Microsoft Windows 8.1. Di dalamnya sudah terpasang beberapa aplikasi, seperti abMedia, abPhoto, abFiles, abDocs, Acer Portal, Acer Care Center, Acer Video Player, dan Dropbox. Mereka juga menyediakan Microsoft Office 365.Jika kita telisik lebih dekat, Acer One 10 adalah notebook yang bisa berubah menjadi tablet dengan cara mencopot layarnya dari keyboard. Uniknya, ia tak menggunakan penjepit khusus karena sepenuhnya memanfaatkan daya magnet.
Saya sebenarnya sempat mempertanyakan apakah magnet ini cukup kuat menahan bobot dari bagian layarnya, dan ternyata terbukti cukup kuat setelah saya mengguncangnya dengan cukup kencang pada posisi terbalik.
Kesimpulan
Acer One 10 adalah notebook 2-in-1 termurah di kelasnya. Namun, bukan berarti ia tak sanggup memenuhi kebutuhan standar penggunanya. Penggunaan komponen yang dilengkapi dengan sistem operasi, serta aplikasi pre-install yang lumayan lengkap membuat notebook ini menjadi pilhan, terutama untuk Anda yang memerlukan sebuah perangkat multifungsi.Sebagai referensi lebih jauh terkait harga, dalam setiap paket penjualan Acer One 10 sudah dilengkapi dengan OS Windows 8.1 dan Office 365, yang jika dibeli terpisah dihargai sekitar Rp2,1 juta.
| Acer One 10 | |
| Ukuran Layar | 10" |
| Prosesor | Intel Atom Z3735F @1,33GHz |
| GPU | Intel HD Graphics |
| RAM | 2 GB |
| HDD | 32 GB + 500 TB |
| Bobot | 1,25 Kg (termasuk keyboard) |
| Paket Penjualan | Adapter, Manual, Setup Instruction, Warranty Card |
| Harga | Rp 3.999.000 |
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News