Xiaomi adalah salah satunya. Perusahaan asal Tiongkok tersebut baru-baru ini merilis tablet perdananya di Indonesia, Xiaomi Mi Pad. Rasa penasaran saya terhadap tablet tersebut pun muncul dan semakin menguat ketika melihat dua hal yang ditawarkan Xiaomi. Pertama, penggunaan prosesor Nvidia Tegra K1, dan baterainya yang berdaya 6.700mAh. Kedua hal tersebutlah yang menjadi fokus saya di tulisan ini.
Desain
Saya cukup menyukai desain Xiaomi Mi Pad. Secara visual, ia memiliki tampilan yang simpel dan tak telalu banyak menggunakan ornamen, sehingga terkesan elegan. Meskipun menggunakan bodi berbahan plastik, ia masih terkesan tidak ringkih.Letak tombol Xiaomi Mi Pad juga sangat baik: kedua tombol volume dan power berada di bagian sisi kanan atas. Penempatan tersebut membuat akses terhadap keduanya sangat mudah, apalagi ketika saya menggenggam tablet ini dengan satu tangan.
Penempatan komponen selain tombol power dan volume pun terbilang sudah sangat tepat. Lubang microUSB terletak di bagian bawah, jack audio 3,5mm berada di bagian atas kiri, dan lubang microSD berada di sisi kiri atas. Semua posisi tersebut membuat penggunaan tablet ini menjadi semakin mudah.
Sayangnya, ada beberapa kelemahan. Pertama, dimensinya terlalu lebar, membuatnya sangat sulit untuk digunakan dengan satu tangan. Kedua, penggunaan bodi glossy yang licin, sehingga rawan jatuh ketika dipegang. Yang terakhir adalah bobotnya yang cukup berat karena di dalamnya terdapat baterai sebesar 6.700mAh. Meskipun demikian, ketiganya tidak mampu menyaingi nilai plus lain.
Software & Antarmuka
Sama seperti keluarga perangkat Xiaomi lainnya, Xiaomi Mi Pad juga menggunakan MIUI sebagai basis antarmukanya. Xiaomi Mi Pad menggunakan MIUI versi terbaru, yaitu MIUI 6, yang memiliki tampilan baru dengan animasi yang lebih banyak.Sementara itu, sistem operasinya menggunakan Android KitKat dan hingga kini masih belum menerima pembaruan ke Android Lollipop.

Seperti yang telah dijabarkan sebelumnya, MIUI memiliki tampilan yang sederhana dan "bersih". Ia tidak memiliki banyak ornamen dan animasi dengan efek berlebihan. Ikon-ikonnya pun didesain sangat sederhana, dengan kombinasi warna yang cerah.
Di halaman utamanya, terdapat beberapa widget berbentuk persegi yang disusun layaknya tampilan Metro UI pada Windows Phone. Widget tersebut dapat diganti dan diposisikan sesuai dengan keinginan Anda.
MIUI merupakan salah satu sistem antarmuka yang paling dapat dioatak-atik. Itulah salah satu alasan mengapa mereka punya komunitas kuat di Indonesia.

Salah satu fitur unik Xiaomi Mi Pad adalah galeri fotonya yang juga dapat berfungsi sebagai photo editor. Dari galeri tersebut, Anda tak hanya dapat melihat foto-foto yang tersimpan, namun juga dapat meng-edit foto-foto tersebut secaara langsung. Fitur editing yang ditawarkan pun cukup beragam mulai dari cropping, enhancement, hingga filtering.
Kamera & Video
Xiaomi Mi Pad dilengkapi dengan kamera belakang 8MP, dan kamera depan 5MP. Bagi saya, Xiaomi Mi Pad bukanlah tablet yang cocok untuk mengambil gambar, karena hasil jepretannya tergolong biasa saja.Tablet ini juga tidak memiliki lampu flash, sehingga hasil jepretannya sangat bergantung pada kondisi cahaya di sekitar Anda. Hal tersebut terlihat ketika saya mencoba mengambil gambar di area outdoor, di mana tablet ini menghasilkan foto dengan kontras cahaya terlalu tinggi.

Tidak hanya itu, aplikasi kameranya juga kurang memiliki fitur yang membantu dalam pengambilan gambar. Di dalam aplikasi tersebut, Anda hanya dapat melakukan pengambilan gambar dan memilih filter.
Pengaturan lain, seperti pengaturan resolusi, kualitas gambar, tingkat kecerahan, dan lain-lain tidak terdapat di aplikasi kameranya. Meskipun demikian, Xiaomi berusaha memberikan kompensasi berupa galeri foto yang dilengkapi dengan fitur editor.

Sama seperti kualitas fotonya, kualitas video pada Xiaomi Mi Pad juga tergolong biasa saja. Meskipun ia dapat merekam dengan resolusi Full HD (1080p), fitur video tidak dilengkapi dengan fitur pendukung.
Baterai & Performa
Salah satu hal yang paling membuat saya penasaran pada Xiaomi Mi Pad adalah performanya, karena tablet ini ditenagai prosesor Nvidia Tegra K1. Seperti kita ketahui, Nvidia adalah salah satu produsen chip grafis yang sangat terkenal di kalangan gamer PC. Tidak hanya itu, jajaran prosesor Nvidia Tegra juga sangat dikenal sebagai prosesor dengan performa grafis kelas atas.Apa yang saya perkirakan pun menjadi kenyataan. Dalam pengujian grafis dengan menggunakan 3DMark, Xiaomi Mi Pad berhasil meraih skor tertinggi selama sejarah pengujian yang kami lakukan. Pada mode Basic dan Extreme, tablet ini berhasil meraih skor maksimal atau maxed out. Sedangkan pada mode Unlimited, ia berhasil memecahkan rekor dan mengalahkan para pesaingnya secara telak dengan skor 27.259.

Performa tersebut juga terbukti ketika kami menjajal game yang biasa kami pakai untuk menguji performa grafis dari sebuah gadget, yaitu Asphalt 8 Airborne. Tampilan Asphalt 8 Airborne di Xiaomi Mi Pad terlihat sangat halus. Meskipun resolusi layarnya terbilang sangat tinggi, yaitu 1536 x 2048 pixel, namun dalam game ASphalt 8 Airborne sama sekali tidak terlihat efek jaggy atau gerigi yang timbul karena rendahnya performa dari chip grafis.
Tidak puas dengan Asphalt, saya pun menjajal game berat lainnya, NOVA 3. Sama seperti Asphalt, game first-person shooter ini juga ditampilkan dengan visual yang sangat memanjakan mata. Ia juga dapat memainkan game dengan sangat lancar.

Berbeda dengan pengujian grafis yang menghasilkan skor sangat tinggi, pada pengujian performa penggunaan harian dengan PCMark, tablet ini masih belum bisa memecahkan rekor performa perangkat mobile yang kami pernah kami uji sebelumnya.
Meskipun demikian, performanya masih tergolong sangat baik, dengan skor 5.325 poin.
Baterai adalah komponen kedua yang mendapatkan perhatian lebih dari saya. Xiaomi Mi Pad dilengkapi dengan baterai berkapasitas 6.700mAh. Kapasitas tersebut tentunya tergolong sangat besar, sehingga membuat tablet ini sulit untuk kehabisan baterai.
Pada pengujian baterai dengan menggunakan PCMark, ia berhasil memecahkan rekor dengan kemampuan bertahan hingga 11 jam. Saya pun pernah meninggalkan tablet ini dalam kondisi standby dan WiFi menyala selama hampir seminggu, dan ia masih dapat bertahan tanpa di-charge sekali pun.
Kesimpulan
Xiaomi Mi Pad adalah salah satu tablet dengan performa paling hebat yang ada di Indonesia. Selain itu, ia juga memiliki kapasitas baterai yang besar, sehingga Anda tak perlu khawatir kehabisan daya ketika menggunakannya.Harganya juga tergolong sangat murah, hanya Rp3 juta-an. Sayangnya, ia tak punya tempat untuk kartu SIM, sehingga Anda akan tergantung pada koneksi WiFi.
| Xiaomi Mi Pad | |
| Prosesor | Nvidia Tegra K1, quad-core 2,2GHz |
| RAM | 2 GB |
| OS | Android 4.4.4 KitKat dengan MiUI 6 |
| GPU | ULP GeForce Kepler (192 core) |
| Memori Internal | 16 GB |
| Kamera | 8 MP (belakang), 5 MP (depan) |
| Dimensi | 202 mm x 135,4 mm x 8.5 mm |
| Bobot | 360 gram |
| Baterai | Non-removable 6.700 mAh battery |
| Layar | 7,9-inchi IPS Panel 1536 x 2048 pixel (324 ppi) |
| Konektivitas | WiFi Only |
| Harga | Rp2.999.000 |
Xiaomi Mi Pad
7.8
- + MIUI yang kaya fitur personalisasi
- + Performa bagus
- + Baterai tahan lama
- + Harga terjangkau
- - Kamera tanpa flash
- - Aplikasi kamera kurang fitur
- - Dimensi terlalu lebar
- - Tidak ada slot kartu SIM
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda