Metrotvnews.com, Jakarta: Ada begitu banyak hal menyenangkan dalam hidup ini. Segelas kopi pada pagi hari yang cerah, binar cinta di mata pasangan yang mengatakan "I love you," Timnas menang melawan Vietnam, atau bahkan gosip Raisa punya pacar baru.Tapi, rasanya tak ada yang mampu menandingi perasaan berbunga-bunga ketika menikmati momen jalan-jalan saat liburan dan bisa memotret apa pun yang kita sukai. Sesudah melihat hasil fotonya, ada semacam dorongan untuk memotret kembali, lagi dan lagi, dan lagi. Objek berkilau baru ini, Huawei P9, mengubah persepsi saya terhadap ponsel pintar Huawei. Desainnya bagus, enak dipegang, kameranya asyik, dan performanya bisa diandalkan.
Dua tahun lalu, saat Huawei mengirimkan Ascend P7 untuk diulas, saya menganggapnya tak istimewa. Desainnya sedikit mirip lini Sony Xperia Z Compact, kameranya biasa saja, antarmuka --mereka sebut EMUI-- juga lebih terasa ke-iOS-iOS-an. Secara keseluruhan, ia biasa saja. Namun, Huawei P9 beda. Bukan hanya karena nama Leica di kameranya, tapi faktor lain yang terasa menyatu secara solid. Inilah ponsel terbaik Huawei tahun ini.
Desain
Bodi Huawei P9 yang terbuat dari metal membuatnya sangat nyaman digenggam karena tak ada sudut tajam. Dengan ketebalan hanya 6,95mm dan bobot 144 gram, saya langsung bisa merasakan perbedaanya dengan HTC One M9+ yang biasa saya gunakan.Keputusan Huawei menyematkan warna hitam pada bagian bawah dan atas layar, juga tepat. Saat siaga, layar P9 yang beresolusi 1080p IPS LCD jadi tampak sebagai satu kesatuan.
Apalagi, P9 tak punya tombol home fisik layaknya iPhone 7 atau Samsung Galaxy S7. Seperti LG, Huawei menempatkan pemindai sidik jari di belakang bodi. Sedangkan, tiga tombol navigasi di bagian depan dibuat virtual, sesuatu yang biasa kita jumpai pada produk ponsel pintar LG.
Desain bodi P9 terlihat tanpa cela karena Huawei bahkan bisa membuat kamera utama tak menonjol. Tonjolan kamera bisa kita lihat di iPhone 7, iPhone 7 Plus, seri ZenFone 3, HTC One M9+ dan Galaxy S7.
Seperti ponsel kelas atas kekinian, P9 sudah beralih dari microUSB ke UCB Type-C. Colokan charger ini ditempatkan di bagian bawah, berdampingan dengan audio jack dan speaker.
Karena pengguna USB Type-C belum banyak, pastikan Anda tak pernah meninggalkan charger karena belum tentu bisa meminjam charger orang lain. Oh ya satu lagi, saya juga menyukai ukuran bodi P9 yang hanya 5,2 inci. Ukuran ini terasa ideal dan masih nyaman dioperasikan dengan satu tangan.
Software & Antarmuka
Huawei membekali P9 dengan antarmuka EMUI 4.1 yang berbasis Android 6.0 Marshmallow. Dalam pengaturan pabrik, Huawei tak menyematkan banyak aplikasi bawaan, sehingga tak membebani ruang penyimpanan. Huawei mengubah hampir semua tampilan Android standar, termasuk notifikasi, dan menambahkan menu lain seperti pembersih memori. Selama pemakaian sekitar dua pekan, EMUI 4.1 berjalan dengan lancar. Saya mencatat hanya sekali P9 ngadat dan harus restart. Selain itu, aplikasi Gmail sempat beberapa kali ngadat.
Seperti iOS dan MIUI, EMUI tampil tanpa Laci Aplikasi (App Drawer). Jika menyapu layar ke bawah, Anda akan mengaktifkan fitur pencarian aplikasi. Ini cukup berguna jika Anda telah mengunduh banyak aplikasi dan hendak membuka salah satunya secara cepat.
Untuk personalisasi tampilan, Huawei menyediakan Themes. Dengan mendaftarkan Huawei ID, Anda bisa memilih banyak gambar beranda dan gambar layar terkunci di Themes. Pada bilah notifikasi, P9 juga senantiasa menampilkan jumlah langkah yang Anda, yang lazim kita lihat pada arloji pintar.
Kamera & Video
Ketika diluncurkan secara global pada April 2016, kamera adalah fitur unggulan Huawei P9. Tak tanggung-tanggung, Huawei menggandeng Leica yang sudah terkenal dengan produk kamera kelas atas dan legendaris. Belakangan, kolaborasi itu memicu perdebatan hangat di situs penggemar fotografi karena dugaan bahwa Leica sebenarnya tak terlibat mengembangkan kamera P9. Huawei dengan cepat mengklarifikasi hal ini dan persoalan pun mereda. Intinya adalah, mereka menegaskan bahwa Leica ikut membantu mengembangkan kamera P9.Huawei P9 memiliki dua kamera belakang beresolusi 12MP. Sebenarnya, Huawei bukan produsen pertama yang menyematkan dua kamera belakang di ponsel buatannya. Sebelumnya, telah ada HTC. Fungsi dua kamera belakang HTC adalah mengubah fokus pada objek foto atau menggunakan efek 3D.
Huawei memilih pendekatan berbeda. Satu kamera menggunakan sensor warna RGB seperti kamera pada umumnya, sedangkan satu lagi menggunakan sensor monokrom. Sensor monokrom hanya memotret dalam warna hitam putih.Kolaborasi kedua kamera ini memiliki dua manfaat. Pertama, tentu saja, Anda bisa memotret objek secara monokrom. Kedua, P9 bisa mendapatkan informasi lebih banyak ketika Anda memotret objek tertentu untuk menghasilkan foto yang lebih baik.
Sensor monokrom mengukur tingkat cahaya, sedangkan sensor RGB mengukur warna. Secara teori, menurut Huawei, P9 mampu menangkap 270 persen lebih banyak cahaya dibanding iPhone 6S, dan 70 persen lebih banyak cahaya dibanding Galaxy S7.



Berdasarkan pengalaman saya, P9 memang terlihat lebih sedikit menghasilkan noise saat kita memotret dalam keadaan gelap. Dalam keadaan terang, ia otomatis mempertajam warna, sehingga warna langit, misalnya, akan terlihat lebih biru.

Pilihan Huawei untuk menggunakan dua kamera belakang untuk menghasilkan foto lebih baik tergolong cerdas. Mereka sebenarnya bisa saja memaksakan diri menggunakan satu sensor kamera yang lebih besar, tetapi pasti sulit melakukannya tanpa mengorbankan desain. Perusahaan sekelas Apple dan Samsung pun tak bisa membuat kamera ponselnya tak menonjol keluar bodi.Kecepatan P9 untuk menentukan fokus cukup mengesankan. Selain itu, P9 dibekali peranti lunak untuk menghasilkan efek bokeh. Jika tak puas dengan pengaturan otomatis, Anda bisa mengaktifkan manual mode.
Secara pribadi, saya paling suka memotret dalam mode monokrom. Sensasi dan hasil menjepret objek dengan lensa yang memang monokrom jauh berbeda dengan lensa normal di ponsel lain. Keberadaan fitur ini membuat saya ingin memotret lagi, lagi, dan lagi.
Sementara itu, untuk kebutuhan selfie, Huawei P9 dilengkapi kamera 8MP. Dalam pengaturan otomatis, hasil kamera depan cukup detail dan tak terlalu beda dengan kondisi aslinya. Namun, banyak orang lebih suka melihat foto mereka terlihat lebih bagus daripada aslinya. Anda bisa mengubah hasil foto dengan fitur bawaan P9 yang cukup lengkap: mulai dari mengempiskan pipi hingga memperhalus wajah. Fitur kamera P9 cukup kaya. Anda bisa bermain-main dengan HDR, Beauty, Beauty Video, Night Shot, Light Painting, Panorama, Time-Lapse, Slow-Mo, Water Mark, Audio Note, dan Document Scan.
Untuk kebutuhan video, Huawei P9 menyediakan opsi perekaman hingga resolusi Full HD 60fps. Agar kualitas rekaman lebih maksimal, Anda bisa mengaktifkan stabiliser.
Performa & Baterai
Seperti Apple dan Samsung, Huawei memiliki divisi khusus untuk mengembangkan sendiri prosesor untuk ponsel mereka. Performa P9 yang ditenagai prosesor Kirin 955 dan RAM 3GB bisa diandalkan. Sensor sidik jari pada bagian belakang juga tampil impresif.Satu fitur tambahan P9 yang sangat berguna adalah Wi-Fi+. Fitur ini secara otomatis mengukur kekuatan sinyal WiFi dan memilih yang terkuat. Saat sinyalnya lemah, ia bisa secara otomatis mengalihkan koneksi ponsel ke jaringan seluler.

Daya tahan baterai P9 yang berkapasitas 3.000mAh tergolong medium. Dalam pemakaian sehari-hari, saya perlu mengisi ulang baterainya sebanyak 1 sampai 2 kali. Sayangnya, kami tak bisa mengukur kekuatan baterainya secara akurat karena aplikasi PCMark selalu crash di perangkat ini. Berdasarkan data dari database PCMark for Android, baterai P9 mampu bertahan hingga 5,44 jam dalam penggunaan normal sehari-hari.
Selain untuk fotografi dan melakukan pencarian di internet, Huawei P9 cukup asyik digunakan bermain game, termasuk yang menuntut kemampuan grafis tinggi semacam Asphalt 8 Airborne.
Kesimpulan
Desain Huawei P9 keren, bodinya tipis dan ukurannya pas, enak digenggam. Secara keseluruhan, performanya juga memuaskan, walau tak secepat Galaxy S7. Lepas dari keraguan sebagian pihak akan keterlibatan Leica, kamera P9 sangat asyik untuk memotret dan hasilnya tak bisa dibilang jelek.Di kelas middle-high, kami sepakat bahwa Huawei P9 adalah salah satu ponsel pintar terbaik tahun 2016.
| Huawei P9 | |
| Prosesor | HiSilicon Kirin 955 2,5GHz octa-core |
| RAM | 3GB |
| OS | Android 6.0, EMUI 4.1 |
| GPU | Mali-T880 MP4 |
| Memori Internal | 32 GB |
| Kamera | 12MP (belakang), 8MP (depan) |
| Baterai | 2.300 mAh |
| Layar | 5,2 inci (1080 x 1920 pixel) |
| Harga | Rp6.999.000 |
Huawei P9
8,5
- Enak dipakai dengan satu tangan
- Desain menarik
- Pemindai sidik jari sangat responsif
- Kualitas kamera bagus
- Daya tahan baterai kurang bersaing
- Perlu perbaikan untuk kestabilan software
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News