Intel Core Ultra 5 250K Plus
Intel Core Ultra 5 250K Plus

Review Prosesor

Intel Core Ultra 5 250K Plus, Adem dan Performa Monster

Mohamad Mamduh • 29 Mei 2026 20:18
Ringkasnya gini..
  • Intel Core Ultra 5 250K Plus mengusung konfigurasi hibrida disagregat (tile-based) dengan total 18 core dan 18 thread.
  • Core Ultra 5 250K Plus hanya mencapai suhu maksimal 72 derajat.
  • Secara keseluruhan, Intel berhasil menebus kekecewaan generasi Arrow Lake pertama lewat kehadiran Core Ultra 5 250K Plus.
Jakarta: Peluncuran prosesor Intel Core Ultra 5 250K Plus pada akhir Maret 2026 menandai strategi agresif dari Intel. Setelah peluncuran lini Arrow Lake generasi pertama di akhir tahun 2024 (seperti Core Ultra 5 245K) yang sempat menuai kritik akibat harga tinggi dan latensi memori yang kurang optimal, Intel meresponsnya lewat Arrow Lake Refresh (Core Ultra Series 2 Plus).
 
Dengan harga ritel awal sebesar USD199, Core Ultra 5 250K Plus hadir untuk mendominasi segmen PC rakitan kelas menengah ke bawah. Artikel ini mencoba mengulas secara mendalam mengenai arsitektur, fitur perangkat lunak terbaru, performa pengujian game serta produktivitas, hingga efisiensi daya dan platform dari prosesor anyar ini.
 

Lebih Banyak Core, Cache Melimpah

Berbeda dengan taktik penyegaran (refresh) tradisional Intel yang biasanya hanya menaikkan clock speed (clock bump) beberapa ratus megahertz, Intel merancang revisi wafer fisik yang sepenuhnya baru untuk lini Core Ultra Series 2 Plus ini.
 
Intel Core Ultra 5 250K Plus mengusung konfigurasi hibrida disagregat (tile-based) dengan total 18 core dan 18 thread. Pemrosesan dibagi ke dalam 6 Performance Cores (P-cores) berbasis arsitektur Lion Cove yang berjalan pada base clock 4.2 GHz dan boost clock hingga 5.3 GHz. Sebagaimana lini Core Ultra lainnya, P-core ini tidak lagi dilengkapi dengan fitur Hyper-Threading.

Kemudian 12 Efficiency Cores (E-cores) berbasis arsitektur Skymont dengan base clock 3.3 GHz dan boost clock 4.6 GHz. Ini merupakan peningkatan signifikan dari pendahulunya, 245K, yang hanya memiliki 8 E-cores.
 
Peningkatan jumlah core ini juga berdampak positif pada kapasitas cache. P-core kini memiliki cache L2 sebesar 3 MB per core. Sedangkan tiga klaster E-core masing-masing berbagi cache L2 sebesar 4 MB. Digabungkan dengan Smart Cache L3 bersama sebesar 30 MB, total cache on-die pada prosesor ini mencapai 60 MB (L2 + L3).
 
Prosesor ini diproduksi menggunakan kombinasi fabrikasi dari TSMC. Bagian Compute tile yang berisi inti prosesor utama dibuat menggunakan node TSMC 3nm (N3B), sementara SoC tile diproduksi pada node 6nm, Graphics tile pada node 5nm (N5P), dan I/O tile pada node 6nm. Seluruh chip ini disatukan di atas interposer pasif yang diproduksi dengan teknologi Intel 16.
 
Salah satu fitur paling inovatif yang diperkenalkan bersama seri S Plus adalah Intel Binary Optimization Technology (iBOT). iBOT bertindak sebagai lapisan translasi instruksi dinamis yang mengoptimalkan jalannya kode biner game secara real-time pada arsitektur hybrid Intel.
 
Prinsip kerjanya mirip dengan penggantian shader pada driver grafis. Saat game yang didukung dijalankan, kerangka kerja iBOT mencegat kode mesin biner, lalu menjadwalkan ulang instruksi dan penanda memori agar sesuai dengan topologi fisik inti Lion Cove dan Skymont. Hal ini mengurangi kemungkinan terjadinya cache miss, kesalahan branch misprediction, dan interupsi hardware.
 
iBOT beroperasi sepenuhnya di dalam ruang aplikasi tanpa memerlukan akses tingkat kernel. Hal ini sangat krusial karena mencegah sistem keamanan anti-cheat modern salah mendeteksi iBOT sebagai program ilegal. Saat rilis, iBOT baru mendukung sekitar 12 game utama, termasuk Cyberpunk 2077 dan Shadow of the Tomb Raider. Profil optimasi iBOT didistribusikan langsung melalui driver Intel Platform Parameter Provisioning (IPPP).
 
Testbed Medcom.id
Motherboard Asus TUF Gaming B860-Plus WiFi
Cooler Gigabyte Aorus Waterforce II 360 ICE
VGA Asus Prime GeForce RTX 5070 OC Edition
RAM Apacer Panther DDR5 RGB 32GB (2 x 16GB)
Storage WD Black SN850X, Apacer AS2280Q4
PSU MSI MAG A850GL PCIE5
Monitor Asus ROG Swift OLED PG27AQDM
Mouse Logitech MX Master 4
Logitech Slim Solar+
 

Bagaimana Performanya?

Pada pengujian Cinebench 2026 Multi-Thread, Core Ultra 5 250K Plus mencetak skor yang mampu mengalahkan kompetitor seperti Ryzen 5 9600X. Ia terpaut tipis dengan Core Ultra 7 265K yang sudah lebih dulu hadir.
 

Intel Core Ultra 5 250K Plus, Adem dan Performa Monster
 
Intel Core Ultra 5 250K Plus, Adem dan Performa Monster
 
Intel Core Ultra 5 250K Plus, Adem dan Performa Monster
 
Soal performa game tentunya sudah tidak perlu diragukan. Berduet dengan RTX 5070, kita bisa melihat pengujian game Cyberpunk 2077, Monster Hunter Wilds, dan Black Myth Wukong, yang mampu dilibas dengan rerata 100fps bahkan lebih. 
 
Intel Core Ultra 5 250K Plus, Adem dan Performa Monster
 
Intel Core Ultra 5 250K Plus, Adem dan Performa Monster
 
Intel Core Ultra 5 250K Plus, Adem dan Performa Monster
 
Salah satu kejutan dari Core Ultra 5 250K Plus adalah efisiensi termal dan energinya yang sangat baik. Masalah panas berlebih dan konsumsi daya luar biasa tinggi yang sempat menghantui generasi desktop Intel sebelumnya tidak lagi ditemukan di sini.
 
Dalam pengujian termal menggunakan pendingin cair AIO 360mm pada suhu ruangan terkontrol 23 derajat Celsius, Core Ultra 5 250K Plus hanya mencapai suhu maksimal 72 derajat Celsius selama dipakai untuk benchmark gaming  yang sangat berat. Saat digunakan bermain game, rata-rata suhunya berada di angka 48 derajat Celsius.
 
Nilai tambah yang tak kalah penting dari unit grafis terintegrasi ini adalah kehadiran mesin decoding/encoding perangkat keras AV1 hingga resolusi 4K pada 60 FPS. Fitur ini sangat berharga bagi pembuat konten atau streamer pemula untuk mengolah video tanpa membebani kartu grafis utama.
 

Kesimpulan

Intel Core Ultra 5 250K Plus adalah pencapaian luar biasa di segmen prosesor kelas budget-to-midrange. Di harga yang disarankan USD199, kita mendapatkan sebuah prosesor 18-core yang menawarkan performa produktivitas setara prosesor kelas atas yang harganya jauh lebih mahal, efisiensi daya yang sangat baik, suhu pengoperasian dingin, serta performa gaming yang mampu mengimbangi kompetitor terdekatnya.
 
Prosesor ini sangat cocok untuk pengguna tipe Build-and-Hold yang berencana merakit PC baru untuk digunakan selama 3 hingga 5 tahun ke depan tanpa niat melakukan upgrade prosesor jangka pendek. Secara keseluruhan, Intel berhasil menebus kekecewaan generasi Arrow Lake pertama lewat kehadiran Core Ultra 5 250K Plus.
 
9.4
Intel Core Ultra 5 250K Plus
Plus
  • Performa beda tipis dari generasi sebelumnya di level premium
  • Suhu adem
  • Decoding/encoding hardware AV1
  • Dapat 18 thread
Minus
  • Seri soket bakal terganti lebih cepat 

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA