Blue Moon dilaporkan akan terjadi pada akhir bulan Oktober mendatang.
Blue Moon dilaporkan akan terjadi pada akhir bulan Oktober mendatang.

Blue Moon Sapa Penghuni Bumi pada Akhir Bulan Ini

Teknologi antariksa teknologi
Lufthi Anggraeni • 01 Oktober 2020 17:40
Jakarta: Manusia di Bumi akan dapat menikmati salah satu peristiwa langka suguhan alam semesta, bertajuk Blue Moon, pada akhir bulan Oktober ini. Kelangkaan ini didukung data NASA, yang menyebut Blue Moon hanya terjadi setiap dua setengah tahun sekali.
 
Sebagai informasi, Blue Moon merupakan peristiwa dia bulan purnama terjadi dalam kurun waktu satu bulan dan peristiwa ini terjadi berdasarkan peredaran Matahari. Bulan purnama yang terjadi di bulan Oktober kerap disebut sebagai Harvest Moon, dan umum muncul pada hari pertama bulan ini.
 
Namun pada tahun 2020 ini, bulan purnama kedua diprediksi akan terjadi pada akhir bulan Oktober. Dan bulan purnama kedua dalam kurun waktu satu bulan sebelumnya tercatat terjadi di wilayah Amerika Serikat pada tahun 2018 lalu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu untuk wilayah Indonesia, kemunculan bulan purnama diperkirakan akan terjadi di wilayah Indonesia bagian timur (WIT), dan akan terlihat bersama dengan kemunculan di wilayah Australia Tengah, Australia Timur, Selandia Baru, Papua Nugini, Jepang, Fiji, dan Rusia Timur.
 
Sementara itu, kemunculan bulan purnama pada malam perayaan Halloween juga dilaporkan dapat terjadi sebagai akibat dari Siklus Metonik. Siklus ini muncul 19 tahun sekali dan ditemukan oleh orang Meton dari Athena, Yunani, pada 432 Masehi.
 
Meski begitu, siklus ini tidak selalu akurat dan disebut dapat bergeser menjadi 1 November. Dan mengusung nama Blue Moon, masyarakat tidak akan mendapati Bulan tersebut berpendar dalam warna biru. Warna ini disebut hanya akan sedikit terlihat akibat efek langit biru di sore hari menjelang kemunculan bulan.
 
Namun di masa lampau, peristiwa Blue Moon disebut menampilkan bulan bercahaya dalam warna kebiruan, akibat efek partikel debu, khususnya saat terjadi erupsi vulkanik.
 
Sementara itu, Farmer’s Almanac melaporkan, terakhir kali fenomena itu terjadi 76 tahun lalu, bertepatan dengan malam perayaan Halloween tahun 1944, yang juga tercatat menjadi salah satu tahun dengan siklus metonik akurat, selain pada tahun 1925.
 
(MMI)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif