Pendiri dan CEO SpaceX, Elon Musk.
Pendiri dan CEO SpaceX, Elon Musk.

Roket Berhasil Meluncur, Ini yang Dikhawatirkan Elon Musk

Teknologi antariksa teknologi nasa SpaceX
Cahyandaru Kuncorojati • 31 Mei 2020 12:54
Jakarta: Elon Musk tidak sepenuhnya bangga karena misi penerbangan roket Falcon 9 dan pesawat Crew Dragon buatan SpaceX berhasil melesat ke antarika membawa astronaut NASA ke International Space Station (ISS) atau Stasiun Luar Angkasa Internasional dini hari tadi.
 
Dia mengaku masih punya rasa takut terhadap misi ini, hal tersebut menyangkut proses kembalinya awak Crew Dragon ke Bumi. Kondisi tersebut bisa dipahami mengingat setiap benda yang melewati atmosfer Bumi akan mengalami momen terbakar.
 
"Bagian yang saya paling cemaskan adalah saat proses kembali ke Bumi (reentry), yang juga baru akan berlangsung beberapa bulan lagi," tutur Musk dalam sebuah wawancara dengan media Aviation Week, dikutip dari Business Insider.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Baju Astronaut SpaceX Buatan Desainer Kostum The Avengers
 
Musk mengakui bahwa modul pesawat Crew Dragon mungkin tidak sangat sempurna untuk menahan kondisi yang berlangsung saat melalui lapisan atmosfer Bumi. Namun risiko pesawat terbakar di atmosfer diklaim kemungkinannya akan sangat kecil.
 
Musk lebih mencemaskan desain Crew Dragon yang tidak asimetris dengan bagian bawah yang lebih lebar didesain awalnya untuk mendukung sistem pendaratan darurat saat roket gagal mencapai orbit. Dia memprediksi bahwa proses guncangan di atmosfer akan membuat sistem tidak stabil.
 
Roket Berhasil Meluncur, Ini yang Dikhawatirkan Elon Musk
 
Dia juga masih menyimpan keraguan soal sistem parasut yang akan membantu proses Crew Dragon mendarat setelah melewati atmosfer. Dia memikirkan apakah parasut akan bekerja dengan benar dan bisa membuat Crew Dragon mendarat dengan mulus dan aman bagi awak di dalamnya.
 
Diketahui bahwa Crew Dragon saat kembali ke Bumi akan mulai merasakan efek gravitasi saat mendekat atmosfer. Kecepatan laju benda ini dijelaskan Musk berada dalam kecepatan hinpersonik yaitu 25 kali lebih kencang dari kecepatan suara.
 
Baca: Crew Dragon dari SpaceX Bermasalah
 
Crew Dragon yang digunakan saat ini merupakan versi kedua dari pendahulunya yang diterbangkan ke Stasiun Luar Angkasa Internasional dan kembali ke Bumi tanpa awak. Crew Dragon versi pertama sudah berhasil melakukan perjalanan tersebut sebanyak 20 kali sehingga diklaim generasi terbarunya lebih sempurna.
 

 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif