Aktor Star Trek William Shatner mengunjungi tepi ruang angkasa dengan roket Blue Origin.
Aktor Star Trek William Shatner mengunjungi tepi ruang angkasa dengan roket Blue Origin.

Blue Origin Kirim William Shatner dan Kru ke Ruang Angkasa

Teknologi antariksa
Lufthi Anggraeni • 14 Oktober 2021 14:12
Jakarta: Aktor kenamaan dan bintang film Star Trek William Shatner serta kru terdiri dari tiga penumpang lain berhasil terbang ke tepi ruang angkasa dan kembali lagi pada pagi ini, menggunakan roket turis New Shepard Blue Origin.
 
Mengutip The Verge, keempat penumpang roket ini berangkat fasilitas peluncuran Blue Origin di Van Horn, Texas, pada pukul 9.50 pagi ET, mencapai altitude setinggi 66 mil, dan kemudian kembali mendarat di Bumi.
 
Bersama Shatner, turut terbang dua pelanggan berbayar dan pegawai Blue Origin, termasuk Chris Boshuizen, co-founder perusahaan satelit kecil bernama Planet Labs, dan Glen de Vries, co-founder Mediadata, perusahaan software.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Vice President of Mission and Flight Operations Blue Origin Audrey Powers mewakili perusahaan pada penerbangan tersebut. Setelah mendarat, Shatner tampil emosional dan meneteskan air mata terkait hal yang baru dialaminya.
 
Sesaat setelah mendarat, kepada founder Blue Origin, Jeff Bezos, Shatner menyampaikan rasa terima kasih dan menyebut bahwa Bezos memberikan dirinya pengalaman paling berkesan dalam hidupnya.
 
Shatner kemudian berargumen bahwa setiap orang perlu melihat apa yang ia lihat, bahkan membandingkan pengalaman transisi dari langit biru ke kegelapan ruang dengan rasa yang ia bayangkan terkait saat menuju kematian.
 
Penerbangan pagi hanya berlangsung selama sekitar 10 menit, menjadi penerbangan berawak sukses kedua untuk Blue Origin, menggunakan roket New Shepard. Penerbangan berawak pertama Blue Origin diluncurkan pada tanggal 20 Juli lalu, dengan kru termasuk Bezos sebagai mantan CEO Amazon.
 
Bezos terbang bersama saudara laki-lakinya, Mark, serta remaja asal Belanda dan pelaku industri aviasi legendaris Wally Funk. Sebagai informasi, Funk menjadi manusia tertua yang merambah ruang angkasa, berusia 82 tahun.
 
Kini, rekor yang dipegang Funk ini harus dialihkan kepada Shatner yang berusia 90 tahun. Selain itu, New Shepard merupakan roket utama Blue Origin pada saat ini, dan merupakan kendaraan suborbital.
 
Karenanya, New Shepard tidak dapat mencapai kecepatan yang cukup untuk memasuki orbit di sekitar Bumi. alih-alih, New Shepard mampu meluncurkan kru ke tepi ruang angkasa dan kembali ke Bumi, sehingga pengendara dapat menikmati pengalaman tanpa bobot selama beberapa menit.
 
Untuk memasuki ruang angkasa, kru terbang dalam kondisi terikat di dalam kapsul khusus kru, dan penumpang berkesempatan melayang dalam waktu singkat di sekeliling kabin. Kemudian, kedua bagian kendaraan ini kembali ke Bumi.
 
Kapsul mendarat dengan menggunakan parasut, sedangkan roket kembali menyalakan mesin dan mendarat dalam posisi berdiri tegak. Penerbangan Shatner tergolong sukses, namun terjadi di tengah masa sulit yang dialami Blue Origin.
 
Beberapa saat sebelum misi ini, 21 pegawai dan mantan pegawai Blue Origin menerbitkan esai, mengkritisi budaya perusahaan ini yang tidak hanya sexist tapi juga tidak aman.
 
(MMI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif