Crew Dragon saat memasuki atmosfer Bumi, kemudian melakukan splashdown alias pendaratan di perairan Teluk Meksiko. (YouTube/Raw Space)
Crew Dragon saat memasuki atmosfer Bumi, kemudian melakukan splashdown alias pendaratan di perairan Teluk Meksiko. (YouTube/Raw Space)

Crew Dragon Berhasil Kembali Bumi, Misi Selanjutnya Menanti

Teknologi antariksa teknologi nasa SpaceX
Cahyandaru Kuncorojati • 03 Agustus 2020 08:20
Jakarta: Selamat kepada NASA dan SpaceX, dini hari tadi kapsul pesawat Crew Dragon berhasil mendarat alias splashdown di Teluk Meksiko dengan aman. Artinya, Crew Dragon sudah dianggap aman untuk digunakan pada misi antariksa selanjutnya.
 
Misi SpaceX Crew Dragon Demo-2 dianggap selesai dan teknologinya dinyatakan memenuhi standar keselamatan astronaut.
 
Pesawat ini berhasil membawa pulang dua astronaut NASA, Robert Behnken dan Douglas Hurley yang terbang ke stasiun luar angkasa internasional atau International Space Station (ISS) pada akhir bulan Mei silam.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hal ini jelas menguntungkan kedua belah pihak. SpaceX milik Elon Musk sudah berhasil menciptakan roket sekaligus pesawat antariksa daur ulang alias bisa dipakai beberapa kali untuk menuju ISS. NASA sendiri kini bisa menyusun misi antariksa berawak yang lebih aman.
 
BACA: SpaceX Siap Terbangkan Kembali Astronaut NASA ke ISS
 
Namun keuntungan besar memang dikantongi oleh SpaceX. Perusahaan milik miliuner Elon Musk tersebut adalah salah satu perusahaan swasta yang bakal menyediakan perjalanan wisata ke luar angkasa bagi masyarakat umum.
 
SpaceX, Blue Origin milik pendiri Amazon yaitu Jeff Bezos, dan Virgin Galactic kepunyaan Richard Branson semuanya ingin menargetkan perjalanan komersial ke luar angkasa, di antaranya ke ISS dan Bulan. Boeing sendiri sedang dalam proses pembuatan pesawat untuk misi seperti SpaceX.
 
Apabila Boeing baru akan melakukan uji coba seperti misi SpaceX Crew Dragon Demo di tahun depan. SpaceX dan NASA sudah sepakat untuk dua misi selanjutnya ke ISS yaitu di bulan September nanti dan di tahun 2021.
 
Program ini disebut penerbangan antariksa komersial karena NASA menggandeng perusahaan swasta. Dua misi selanjutnya akan mengirim masing-masing empat astronaut yang akan menjalani misi full-time di ISS selama enam bulan.
 
BACA: NASA Umumkan Misi Menuju ISS Bersama SpaceX di 2021
 
Empat astronaut ini terdiri dari NASA Amerika Serikat, JAXA Jepang, dan ESA Uni Eropa. Mereka juga akan kedatangan tiga astronaut lain yang terbang menggunakan roket serta pesawat Soyuz milik Roscosmos Rusia dari Baikonur Cosmodrome, Kazakhstan.
 
Tiga astronaut yang menyusul tadi terdiri dari dua astronaut Roscocmos Rusia dan satu perwakilan NASA Amerika Serikat. Hal ini tidak terlepas dari perjanjian kerja sama yang sudah disepakati sejak lama. Rusia sendiri masih akan terbang dari Baikonur Cosmodrome karena sudah dipinjamkan oleh Kazakhstan.
 

 
(MMI)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif