Menumpang roket SpaceX, NASA meluncurkan misi penghancur asteroid bertajuk DART.
Menumpang roket SpaceX, NASA meluncurkan misi penghancur asteroid bertajuk DART.

Tumpangi Roket SpaceX, NASA Luncurkan Penghancur Asteroid

Teknologi antariksa nasa SpaceX
Lufthi Anggraeni • 25 November 2021 11:47
Jakarta: Menumpang roket SpaceX, Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) meluncurkan misi penghancur asteroid, bertajuk Double Asteroid Redirection Test (DART), dan bernilai USD330 juta (Rp4,7 triliun).
 
Misi ini diharapkan dapat menyelamatkan Bumi dengan mengubah arah obyek batu ruang angkasa tersebut. DART lepas landas dari Vandenberg Space Force Base California Amerika Serikat (AS) pada hari Selasa, 23 November 2021, pukul 22.21 waktu setempat.
 
DART mengusung misi untuk mengubah lintas asteroid bernama Dimorphos, dengan diameter seluas 160 meter. Dimorphos juga mengorbit pada asteroid berukuran lebih besar bernama Didymos dengan orbit seluas setengah mil atau sekitar 0,8 Km.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baik Dimorphos maupun Didymos yang berdiameter seluas 762 meter ini juga mengelilingi Matahari. Mengutip CBS News, kedua asteroid ini sebenarnya tidak mengancam Bumi, baik sebelum maupun setelah bertabrakan dengan DART.
 
Namun sistem asteroid ganda ini menjadi target menarik bagi DART karena dampak tabrakan dapat lebih mudah diukur dari Bumi dengan secara tepat, guna menentukan waktu periode orbit bulan di sekitar Didymos berubah sebagai akibat dari tabrakan. 
 
DART, pesawat ruang angkasa berbobot 1.210 pound atau 548,8 Kg dan memiliki panel surya dengan ukuran sebesar limosin di kedua sisinya ini diperkirakan akan menabrak Dimorphos dengan kecepatan 24 ribu Km per jam.
 
Selain itu, DART juga disebut akan hancur saat menabrak kawah baru dan, dalam proses benturan tersebut, akan memperlambat pergerakan pesawat sepersekian inci setiap detiknya. Pesawat ruang angkasa ini diprogram untuk memancarkan kembali gambar beresolusi tinggi setiap detik dalam tahap akhir jelang tabrakan terjadi.
 
Gambar beresolusi tinggi ini disebut akan mencakup 1.000 mil terakhir hanya dalam kurun waktu selama empat menit. Sementara itu, dampak tabrakan DART dan asteroid ini baru akan terjadi pada kuartal ketiga tahun 2022 mendatang.
 
(MMI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif