Roket Falcon 9 SpaceX saat lepas landas dari  Kennedy Space Center, Florida, Amerika Serikat. (NASA)
Roket Falcon 9 SpaceX saat lepas landas dari Kennedy Space Center, Florida, Amerika Serikat. (NASA)

Uji Sistem Penyelamatan, SpaceX Ledakan Roket Falcon 9

Teknologi antariksa teknologi
Cahyandaru Kuncorojati • 20 Januari 2020 11:24
Jakarta: Perusahaan teknologi milik Elon Musk yang berfokus di teknologi antarika yaitu SpaceX harus merelakan roket canggih mereka diledakan dalam sebuah uji coba. Roket Falcon 9 diledakan dalam bagian uji coba teknologi terbaru SpaceX.
 
Diketahui bahwa SpaceX dikenal mampu menciptakan roket pendorong yang bisa mendarat kembali sehingga bisa digunakan lagi untuk misi penerbangan luar angkasa.
 
Dikutip dari CNET, Falcon X diledakan sebagai rangkaian misi uji coba sistem penyelamatan astronaut skenario in-flight abort. Hal ini bisa menghindari korban manusia saat roket yang baru saja lepas landas bermasalah, dalam beberapa kasus meledak saat beberapa menit menuju atmosfer bumi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Uji coba ini berlangsung kemarin di Florida, Amerika Serikat. Roket Falcon milik Space X diterbangkan dari Kennedy Space Center, Florida, Amerika Serikat. Di sini diuji sistem penyelamatan astronaut dengan cara capsule yang ditumpangi kru akan terlepas dari roket atau booster yang akan meledak.
 

 
Meskipun begitu, proses pengujian dilakukan tanpa menggunakan kru atau awak manusia. Diketahui bahwa SpaceX dan NASA berencaha menjalan misi untuk menerbangkan awak SpaceX dengan kapsul Crew Dragon menuju stasiun luar angkasa internasional atau International Space Station.
 
Misi kapsul Crew Dragon tersebut akan menjadi pencapaian teknologi antariksa terbaru. Nantinya, kapsul tersebut akan digunakan untuk membawa astronaut baru ke ISS dan memulangkan astronaut yang tugasnya sudah berakhir menuju Bumi.
 
Pada pengujian kapsul Crew Dragon kemarin, kapsul pengangkut astronauttersebut berhasil terpisah dari roket Falcon selama 980 detik setelah roket lepas landas. Kapsul tersebut juga berhasil melakukan orientasi ulang untuk mendarat dengan sempurna di Samudera Atlantik.

Perhitungan SpaceX dan NASA berhasil memperkirakan bahwa kapsul Crew Dragon bisa mendarat sempurnat dan selamat dari tertimpa sisa ledakan roket Falcon 9 di udara. Semua rangkai proses ini disiarkan oleh SpaceX dan NASA melalui livestreaming di situs mereka.
 
Peristiwa sebenarnya mengenai misi penyelamatan astronot dari roket yang bermasalah saat baru lepas landas pernah terjadi pada 2018. Kapsul dari roket Soyuz MS-10 yang lepas landas dari Baikonur Cosmodrome di Kazakhstan berhasil menyelamatkan astronot Amerika Serikat dan Rusia. Keduanya akan diterbangkan untuk mengisi tugas di ISS.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif