Startup asal Amerika Serikat bersiap untuk membangun depot pengisian bahan bakar di luar angkasa.
Startup asal Amerika Serikat bersiap untuk membangun depot pengisian bahan bakar di luar angkasa.

Bakal Ada Pom Bensin di Luar Angkasa

Teknologi antariksa teknologi
Lufthi Anggraeni • 23 November 2020 16:30
Jakarta: Orbit Fab, startup asal Amerika Serikat (AS) dilaporkan bersiap untuk membangun depot pengisian bahan bakar di luar angkasa, dan akan terealisasi setelah menandatangani kesepakatan dengan Spaceflight Inc.
 
Mengutip Space News, kedua perusahaan ini menandatangani kesepakatan untuk mengirimkan satelit mikro pertama ke orbit pada tahun 2021 mendatang. Berdasarkan kesepakatan ini, depot pengisian bahan bakar operasional pertama Orbit Fab ini bertajuk Tanker-001 Tenzing. yang akan diluncurkan dengan bantuan SpaceX Falcon 9.
 
Tanker-001 Tenzing yang akan diluncurkan pada awal bulan Juli 2021 dan dijadwalkan meluncur dengan kendaraan transfer orbital Sherpa-FX milik Spaceflight. Sementara itu, CEO Orbit Fab Daniel Faber menyebut bahwa Tanker-001 Tenzing bertugas menyimpan bahan bakar roket ramah lingkungan yaitu propelan hijau.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dan Tanker-001 Tenzing akan berdiam diri di orbit sinkron Matahari untuk mengisi bahan bakar pesawat luar angkasa. Selain itu, Orbit Fab juga menyebut bahwa pihaknya tengah melakukan inventarisasi ke orbit sebagai demonstrasi dan sinyal komitmen mereka untuk membawa bahan bakar berbeda ke orbit berbeda.
 
Sebagai informasi, Orbit Fab merupakan startup yang berdiri sejak tahun 2018 lalu dan terfokus dalam penyediaan bahan bakar roket yang dapat disimpan serta teknologi yang diperlukan. Orbit Fab juga telah bekerja sama dengan berbagai perusahaan dan lembaga pemerintah.
 
Kerja sama ini bertujuan untuk mengembangkan teknologi, salah satunya bertajuk Rapidly Attachable Fluid Transfer Interface (RAFTI) atau lebih dikenal masyarakat sebagai Satellite Gas Cap. Dan pada awal tahun 2020 ini, Orbit Fab memenangkan kontrak sebesar USD3 juta (Rp42,4 miliar) dari angkatan udara AS untuk penerbangan RAFTI.
 
(MMI)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif