NASA Sukses Daratkan InSight di Mars

Ellavie Ichlasa Amalia 27 November 2018 12:00 WIB
antariksanasa
NASA Sukses Daratkan InSight di Mars
NASA sukses mendaratkan InSight di Mars. (AFP / AL SEIB)
Jakarta: NASA berhasil mendaratkan pesawat InSight di Mars. Pendaratan itu terjadi pada 26 November pukul 11.54 pagi PT atau pada 27 November pukul 2.54 pagi WIB. Untuk mencapai Mars, InSight harus terbang melalui jarak 485 juta kilometer. Perjalanan ini dimulai di Southern California pada Mei.

InSight adalah robot pertama yang mendarat di Mars sejak 2012, ketika rover Curiosity mendarat di Planet Merah. Namun, lain halnya dengan Curiosity yang memiliki roda, InSight tidak akan bergerak untuk menjelajah Mars. Sebagai gantinya, ia akan diam di satu tempat dan melakukan pengeboran untuk mencari tahu apa yang ada di dalam Mars, lapor CNET.

"Ini sangat intens," kata Administrator NASA, Jim Bridenstine. Pendaratan ini memang menegangkan, terutama pada enam menit yang diperlukan oleh InSight untuk menembus atmosfer Mars. Untungnya, InSight bisa mendarat dengan tanpa masalah menggunakan parasut.




Bridenstine adalah salah satu orang yang turun tangan dalam misi ini di NASA Jet Propulsion Laboratory di Pasadena, California. Dia mendapatkan ucapan selamat dari Wakil President Amerika Serikat, Mike Pence.

"Pencapaian yang sangat hebat," tulis Pence dalam akun Twitter resminya.

Robot ini dilengkapi dengan peralatan untuk mendeteksi "gempa Mars" -- serupa gempa bumi, hanya saja terjadi di mars -- dan struktur internal dari Planet Merah.

"Kita telah memelajari orbit dan permukaan Mars sejak 1965, mempelajari tentang cuaca, atmosfer, geologi, dan kimia pada permukaannya," kata Lori Glaze, Acting Director NASA Planetary Science Division.

"Sekarang, kita akhirnya berhasil mencari tahu tentang apa isi Mars dan memperdalam pengertian kita tentang planet tetangga kita seiring dengan persiapan NASA untuk mengirimkan manusia ke luar angkasa."

Untuk memastikan kesuksesan misi ini dalam jangka panjang, InSight harus dapat mengaktifkan dua panel surya miliknya. InSight harus menunggu hingga debu dari pendaratan kembali tenang sebelum melakukan ini.

Sayangnya, ketika panel surya telah membuka, satelit MarCO yang diluncurkan bersamaan dengan InSight dan Mars Reconnaissance Orbiter sudah keluar dari jarak pandang InSight. Jadi, NASA harus menunggu lima jam untuk memastikan bahwa panel surya InSight telah aktif tanpa masalah.



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.