Tiongkok meluncurkan pesawat ruang angkasa yang membawa alat penghimpun sampel bebatuan ke Bulan.
Tiongkok meluncurkan pesawat ruang angkasa yang membawa alat penghimpun sampel bebatuan ke Bulan.

Drone Antariksa Buatan Tiongkok Siap Angkut Bebatuan di Bulan

Teknologi antariksa teknologi
Lufthi Anggraeni • 25 November 2020 14:55
Jakarta: Tiongkok meluncurkan pesawat ruang angkasa robotik ke bulan, bertajuk Chang'e-5, dari Pusat Peluncuran Luar Angkasa Wenchang di pulau Hainan, Tiongkok Selatan, pukul 4:30 pagi waktu Beijing. Pesawat ruang angkasa ini bertujuan mengumpulkan sampel bebatuan dan membawanya ke Bumi.
 
Pesawat ruang angkasa yang merupakan roket pengangkut terbesar di Tiongkok ini dibawa oleh Long March-5. Komandan peluncuran Zhang Xueyu menyebut bahwa proses lepas landas berjalan sukses dan dikoordinasikan oleh Administrasi Luar Angkasa Nasional China.
 
Sebagai informasi, Chang’e merupakan nama dewi bulan dalam sejarah kuno Tiongkok. Keberhasilan misi ini memungkinkan Tiongkok menjadi negara ketiga di dunia yang berhasil mengambil sampel batuan dan tanah dari bulan, setelah Amerika Serikat dan bekas Uni Soviet.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Chang'e-5 mengusung bobot seberat 8.200 kg dan membawa dua kendaraan, yakni pendarat dan ascender, untuk dikirim ke permukaan bulan dalam waktu sekitar delapan hari dari sekarang. Jika semua berjalan sesuai rencana, alat ini akan mengumpulkan batu dan tanah menggunakan lengan robotiknya.
 
Batu dan tanah ini kemudian akan dipindahkan ke kendaraan ascender, dan nantinya, ascender akan lepas landas lagi ke modular yang mengorbit. Kemudian sampel akan dipindahkan ke kapsul untuk dibawa kembali ke Bumi dalam waktu sekitar 23 hari.
 
Para ilmuwan berharap sampel tersebut akan membantu mereka mempelajari lebih lanjut tentang asal-usul dan pembentukan bulan. Sebagai informasi, Tiongkok tengah meningkatkan program luar angkasa, dan misi bulan adalah misi paling ambisius di Tiongkok hingga saat ini.
 
Sampel material terakhir dari bulan sudah lama sekali diambil oleh misi Luna-24 Uni Soviet pada bulan Agustus 1976. Dan pada tahun 2019 lalu, Tiongkok berhasil mendaratkan pesawat ruang angkasa pertama dalam misi Chang'e-4 di sisi gelap bulan.
 
Sementara itu pada bulan Juli lalu, Tiongkok juga meluncurkan misi independen pertamanya ke Mars. Tiongkok juga berencana membangun stasiun luar angkasa sendiri pada tahun 2022 mendatang, dan mengirim tim serta perangkat penyelidikan ke Jupiter pada tahun 2029.
 
(MMI)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif