Netflix Siap Bawa Lima Anime Anyar, Apa Saja?
Animasi Cagaster of an Insect Cage dari Netflix
Jakarta: Netflix mengumumkan kehadiran lima animasi anyar untuk layanan mereka. Dalam ajang See What’s Next Asia, mereka memamerkan lima animasi, dengan tiga animasi dari studio yang berbeda, dan dua animasi sisanya akan digarap studio Gonzo.

Jika Anda belum mengetahui, Gonzo merupakan studio animasi yang pernah menggarap Afro Samurai.

Tiga animasi yang diprediksi cukup menjanjikan adalah adaptasi Pacific Rim. Kembali ke pertempuran Kaiju dan Jaegers, serial anime Netflix ini akan melanjutkan dan memperluas cerita dari dua film live-action yang ditayangkan sebelumnya.


Dalam cerita ini, seorang remaja laki-laki idealis dan adik perempuannya yang naif dipaksa menjadi pilot Jaeger yang terabaikan di lokasi berbahaya untuk mencari orang tua mereka yang hilang.

Adaptasi berikutnya adalah Altered Carbon yang memang dari serial Netflix dengan judul yang sama.  Anime ini akan mengambil latar di alam semesta yang sama dengan versi live-action yang telah tayang di Netflix, ditambah dengan beberapa elemen baru.

Adaptasi ini akan digarap Studio Anima, dan penulis Cowboy Bepop dan Samurai Champloo.

Cagaster of an Insect Cage adalah anime berikutnya, mengambil latar waktu di dunia pasca-kiamat, saat penyakit misterius Cagaster mengubah orang menjadi serangga pembunuh raksasa. Serial berbasis manga ini menceritakan perjuangan sepasang remaja untuk bertahan hidup.


Cagaster of an Insect Cage.

Disutradarai oleh Koichi Chigira, yang pernah menggarap Last Exile dan Full Metal Panic.
Dua anime berikutnya garapan Gonzo (pernah menggarap Hellsing dan Afro Samurai) adalah Yasuke dan Trese.

Yasuke menceritakan setelah masa perang, seorang pensiunan ronin harus kembali mengangkat pedangnya ketika ia ditugaskan memindahkan seorang anak misterius yang ingin memusnahkan kekuatan gelap.

Trese adalah anime berlatar kota Manila. Makhluk mitos cerita rakyat Filipina hidup bersembunyi di antara manusia, Alexandra Trese menemukan dirinya akan berhadapan dengan dunia kriminal bawah tanah yang dikendalikan oleh makhluk gaib jahat.

Serial anime ini diambil dari novel grafis Filipina dengan judul yang sama, yang dikarang oleh Budjette Tan dan Kajo Baldissimo.

Semua anime anyar garapan Netflix ini dijadwalkan tayang tahun 2019.



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.