SpaceX mengumumkan update untuk prototipe Starship karya perusahaannya
SpaceX mengumumkan update untuk prototipe Starship karya perusahaannya

SpaceX Umumkan Silvery Vision ke Mars

Teknologi antariksa
Lufthi Anggraeni • 30 September 2019 20:41
Jakarta: SpaceX mengumumkan kabar untuk prototipe Starship karya perusahaannya, yang kini menghadapi tantangan bisnis serta keluhan dari tetangga di sekitar lokasi pengujiannya di Texas sebelah selatan tersebut.
 
Namun, prototipe Starship ini merupakan pesawat luar angkasa versi pertama yang dirancang oleh Elon Musk, dan diharapkan akan menjadi pesawat penumpang pertama yang mampu memboyong manusia ke Mars.
 
New York Times melaporkan dalam kurun waktu satu atau dua bulan, Musk mengaku optimis bahwa prototipe pesawat luar angkasa Starship ini akan dapat meluncur hingga altitude 12 mil, kemudian kembali ke bumi secara utuh.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pengumuman terkait roket berukuran super besar karya Musk ini disampaikan bersamaan dengan perayaan kesuksesan peluncuran pesawat luar angkasa pertama SpaceX pada 11 tahun lalu.
 
SpaceX saat ini telah memiliki bisnis yang stabil dalam meluncurkan dan menempatkan pesawat luar angkasa di orbit serta membawa kargo ke International Space Station. Namun SpaceX masih membutuhkan waktu untuk membuktikan target Musk untuk membawa penumpang manusia ke Mars.
 
Roket SpaceX sebelumnya, yaitu Falcon 1, setinggi 68 kaki atau 20,7 meter dan berdiameter 5,5 kaki atau 1,67 meter, berkemampuan membawa muatan dengan berat maksimal mencapai 400 pounds atau 181,4 Kg.
 
Sebagai perbandingan, Starship mengusung tinggi 164 kaki atau 49,9 meter dan berdiameter 30 kaki atau 9,1 meter. Pesawat luar angkasa ini akan didampingi oleh penyangga dan pendorong berukuran raksasa bertajuk Super Heavy.
 
Sehingga secara keseluruhan, pesawat luar angkasa ini akan menjulang setinggi 387 kaki atau 117,9 meter dan mampu memboyong muatan seberat lebih dari 220.000 pounds atau 90.718,5 Kg ke orbit.
 
Pesawat luar angkasa ini diklaim berbekal tenaga setara dengan roket Saturn 5 yang membawa astronot NASA ke bulan 50 tahun lalu, dan tetap dapat digunakan setelahnya. Memproduksi roket sebagai bentuk transportasi lain yang dapat digunakan berulang kali juga akan berdampak pada biaya perjalanan, diprediksi akan mengalami penurunan.
 
Musk menyebut pengujian penerbangan ke orbit prototipe Starship serta pendorong Super Heavy akan dilaksanakan dalam kurun waktu kurang dari enam bulan mendatang.
 
Selain itu, Musk juga menyebut SpaceX masih berpeluang untuk memenuhi jadwal yang telah ditetapkan pada beberapa tahun lalu, yaitu mendaratkan Starship di Bulan dan mars dalam beberapa tahun mendatang.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif