Hoaks banyak beredar via internet.
Hoaks banyak beredar via internet.

Kominfo Identifikasi 771 Hoaks, Didominasi Isu Politik

Teknologi kominfo teknologi
Cahyandaru Kuncorojati • 06 Maret 2019 21:28
Jakarta: Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melalui Plt. Kepala Biro humas Kemkominfo, Ferdinandus Setu, menyatakan bahwa jumlah konten hoaks terus meningkat dari bulan ke bulan.
 
"Di bulan Agustus 2018, hanya 25 informasi hoaks yang diidentifikasi oleh Tim AIS Subdit Pengendalian Konten Ditjek Aplikasi Informatika," ungkap Ferdinandus. Disebutkan di September 2018 naik menjadi 27 hoaks, sementara di Oktober dan November 2018 masing-masing 53 dan 63 hoaks.
 
Di bulan Desember 2018 jumlah hoaks yang ditemukan terus meningkat di angka 75 konten. Peningkatan ini rupanya belum berhenti hingga bulan Januari dan Februari 2019. Sebanyak 175 konten hoaks yang berhasil diverifikasi oleh tim AIS Kemkominfo.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Angka tersebut naik dua kali lipat di Februari 2019 menjadi 353 konten hoaks. Jadi sebanyak 771 konten hoaks berhasil diidentifikasi oleh Kemkominfo sejak Agustus 2018 hingga Februari 2019.
 
"Dari 771 total konten hoaks yang telah diverifikasi dan divalidasi oleh Tim AIS Kemkominfo, sebanyak 181 konten hoaks terkait isu politik, baik hoaks yang menyerang pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 01 dan 02, maupun yang terkait partai politik peserta Pemilu 2019," jelas Ferdinandus kepada Medcom.id.
 
Selain hoaks terkait isu politik, hoaks isu kesehatan juga ditemukan sebanyak 126 hoaks. Hoaks isu pemerintahan sebanyak 119, hoaks berupa fitnah terhadap individu tertentu sebanyak 110 hoaks, dan hoaks terkait kejahatan 59 hoaks.
 
"Temuan hoaks isu agama ada 50 konten, hoaks isu internasional 21 konten, hoaks penipuan dan perdagangan masing-masing 19 konten, dan terakhir hoaks isu pendidikan sebanyak 3 konten," tutur Ferdinandus.
 
"Tim AIS Kemkominfo dibentuk pada Januari 2018 untuk melakukan pengaisan terhadap seluruh konten internet yang beredar di cyber space Indonesia. Tim AIS berjumlah 100 personil didukung oleh mesin AIS yang bekerja 24 jam, 7 hari seminggu tanpa henti," beber Ferdinandus.
 
Sebelumnya Kemkominfo juga telah merilis 10 hoaks terpopuler di Indonesia sepanjang 2018. Hoaks tersebut terkait politik seperti hoaks Ratna Sarumpaet dan hoaks bencana terkait gempa Palu dan kecelakaan Lion Air JT610 serta hoaks lainnya.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif