?Facebook diperkirakan akan mengombinasikan dua fitur di aplikasinya yaitu News Feed dan Stories.
?Facebook diperkirakan akan mengombinasikan dua fitur di aplikasinya yaitu News Feed dan Stories.

Facebook akan Satukan News Feed dan Stories

Teknologi facebook
Lufthi Anggraeni • 16 April 2019 11:32
Jakarta: Facebook tengah gencar memisahkan sejumlah produknya, sehingga sulit melacak hal yang ditawarkan oleh aplikasi sosial ini bagi pengguna non-aktif. News Feed, Stories, Messenger menjadi sejumlah fitur yang ditawarkan Facebook.
 
Alasan Facebook memisahkan aplikasi ini menjadi bagian terpisah cukup sederhana yaitu monetisasi. Hal ini menunjukan bahwa raksasa sosial ini telah menemukan cara untuk menghimpun lebih banyak uang dengan mengombinasikan fitur alih-alih memisahkannya.
 
Dua fitur yang dilaporkan akan dikombinasikan Facebook tersebut adalah News Feed dan Stories. TechCrunch melaporkan bahwa perubahan yang ditemukan oleh teknisi software Jane Manchun Wong mengindikasikan bahwa Facebook tengah menguji format baru.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Format yang diujikan ini akan mengombinasikan News Feed dan Stories menjadi satu karosel hibrida yang dapat diputar. Hal ini akan memungkinkan unggahan feed standar dan iklan ditempatkan di Stories di karosel yang sama.
 
Hal ini diklaim akan mampu menarik perhatian pengguna untuk mengusap karosel ini secara lebih sering, yang diterjemahkan menjadi lebih banyak sesi tonton dan monetisasi konten secara lebih baik.
 
Konten berformat GIF yang diunggah Jane menampilkan cara pengguna dapat beralih dengan mulus antara unggahan di News Feed dan video Stories, di bagian dalam karosel hibrida. Fitur ini telah ditemukan Facebook versi Android, namun diperkirakan akan segera tersedia di seluruh platform pendukung jejaring sosial ini.
 
Sebelumnya, pengadilan Moscow memberikan denda sebesar RUB3.000 (Rp660 ribu) pada Facebook karena tidak memenuhi peraturan privasi data dan menyimpan data pengguna Rusia di server di luar Rusia.
 
Tuntutan ini diajukan oleh Roskomnadzor, yang merupakan Badan Federal untuk Supervisi Komunikasi, Teknologi Informasi, dan Media Massa dan merupakan badan pengawas telekomunikasi di Rusia.
 
Sementara itu, Facebook diperkirakan akan menghadirkan kembali fitur Messenger ke dalam aplikasi media sosialnya. Fitur ini tengah diuji dan telah disadari oleh peneliti aplikasi Jane Manchun Wong.
 
Melalui perubahan ini, ketika Anda menekan tombol "Messenger" pada aplikasi Facebook, Anda akan dibawa ke bagian chat dan bukannya ke aplikasi Messenger yang terpisah.
 
Sebagai informasi, Messenger pertama kali diluncurkan sebagai aplikasi mandiri pada 2011. Pada 2014, Facebook menghapus fungsi Messenger dari aplikasi Facebook.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif