Penggunaan HoloLens oleh dokter.
Penggunaan HoloLens oleh dokter.

Microsoft Build 2019

Microsoft Optimistis Pasar AR Bakal Naik

Teknologi microsoft Microsoft Build
Ellavie Ichlasa Amalia • 10 Mei 2019 07:41
Seattle:Pada 2020, total nilai pasar Augmented Reality dan Virtual Reality hanya mencapai USD11,3 miliar (Rp162 triliun). Namun, Microsoft percaya, angka ini akan naik menjadi USD88,8 miliar (Rp1.277 triliun) pada 2023.
 
Dalam wawancara dengan Matt Fleckenstein, Senior Director, Mixed Reality, Microsoft di konferensi Build, dia menjelaskan bahwa saat ini, pasar AR dan VR terbagi menjadi dua, yaitu pasar enterprise dan pasar konsumen.
 
Pada kelas enterprise, pengguna teknologi AR dan VR adalah mereka yang disebut sebagai "first-line worker", orang-orang yang berhadapan langsung dengan seseorang atau sesuatu, seperti pekerja perakit di pabrik atau dokter bedah yang berhadapan langsung dengan pasien.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, pada 2023, teknologi AR dan VR juga akan digunakan oleh pekerja yang disebut "information worker", alias orang-orang yang bekerja di balik meja.
 
Saat ini, Microsoft fokus pada teknologi AR dengan target pelanggan enterprise dengan HoloLens. Walau mereka juga menargetkan pasar konsumen dengan aplikasi AR seperti Minecraft AR.
 
Terkait tren di masa depan, Fleckenstein mengatakan bahwa perangkat AR dan VR akan menjadi lebih beragam.
 
"Di satu sisi, akan ada perangkat high-end seperti HoloLens, di sisi lain ada aplikasi pada smartphone," katanya.
 
"Di tengah, akan muncul perangkat dengan desain baru, seperti kacamata, yang memiliki daya komputasi yang lebih rendah dari HoloLens. Namun, dalam beberapa kasus, daya komputasi itu sudah cukup memadai."
 
Dalam hari pertama Build, salah satu demonstrasi yang Microsoft tunjukkan adalah Spatial, startup yang menawarkan cara untuk berkolaborasi menggunakan teknologi AR. Anda bisa melihat apa yang Spatial tawarkan dalam video di bawah.
 

 
Fleckenstein menyebutkan, ke depan, akan semakin banyak orang yang menggunakan teknologi layaknya Spatial. Dia juga percaya, akan semakin banyak orang yang menggunakan teknologi AR untuk bekerja sama dengan satu sama lain meski mereka ada di tempat yang berbeda.
 
"Itu salah satu hal yang menarik tentang HoloLens, melihat para teknisi mobil bekerja bersama untuk mendesain sebuah mobil atau arsitek untuk mendesain sebuah bangunan," katanya. "Kita mungkin tidak ada di lokasi yang sama, tapi kita akan tetap berkolaborasi bersama."
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif