Samsung menjelaskan pengembangan foldable mencakup berbagai aspek, mulai dari desain dan form factor, teknologi layar, ketahanan, kemampuan multitasking, kamera, hingga integrasi Galaxy AI, dan menyebut lini Galaxy Z Fold dan Galaxy Z Flip dikembangkan untuk kebutuhan berbeda.
Galaxy Z Fold berfokus pada pengalaman layar besar dan produktivitas, sedangkan Galaxy Z Flip menawarkan form factor lebih ringkas untuk ekspresi diri dan interaksi cepat. Samsung menyatakan penjualan Galaxy Z Fold8 dan Galaxy Z Fold8 Ultra di kawasan Asia Tenggara dan Oseania tumbuh 40% dibandingkan dengan Galaxy Z Fold7.
Jumlah konsumen di kawasan tersebut yang beralih dari merek lain ke Galaxy Z Fold8 Series juga meningkat lebih dari 60% dibandingkan dengan generasi Galaxy Z Fold sebelumnya.
2026: Tiga Foldable dengan Pengalaman Berbeda
Pada 2026, Samsung memperluas portofolio foldable melalui tiga perangkat dengan fokus penggunaan berbeda, yaitu Galaxy Z Fold8 Ultra, Galaxy Z Fold8, dan Galaxy Z Flip8. Ketiganya menggabungkan pembaruan pada form factor, layar, kamera, dan Galaxy AI.Galaxy Z Fold8 membawa form factor baru dengan rasio layar yang dioptimalkan. Layar cover memiliki rasio 10:16 untuk interaksi sehari-hari, sedangkan layar utama menggunakan rasio 4:3 yang ditujukan untuk aktivitas seperti bermain game, menonton film, dan membaca.
Perangkat ini memiliki bobot 201 gram dan didukung Snapdragon 8 Elite Gen 5 Mobile Platform for Galaxy serta baterai 4.800mAh. Samsung juga memperkenalkan Flex Titanium di seluruh Galaxy Z Series. Struktur tersebut memadukan lapisan film berbahan titanium alloy dengan pelat titanium untuk membuat perangkat lebih tipis, memperkuat dukungan layar, serta mengurangi visibilitas crease seiring waktu.
Sementara itu, Galaxy Z Fold8 Ultra menjadi foldable pertama Samsung dengan label Ultra. Perangkat tersebut memiliki layar utama berukuran 8 inci yang dirancang untuk mendukung multitasking dan kreasi konten.
Sistem kameranya mencakup kamera utama 200MP dengan HDR dalam mode 200MP, kamera Ultra-Wide 50MP, peningkatan Nightography, serta perekaman video 8K dengan codec APV dan Cine LUT terbaru.
Galaxy Z Flip8 mengambil pendekatan berbeda. Perangkat ini menggunakan FlexWindow yang dirancang ulang agar pengguna dapat mengakses aplikasi, insight, dan berbagai tindakan langsung dari cover screen.
Sementara itu, fitur Now Brief pada FlexWindow juga menyajikan insight serta langkah berikutnya secara tepat waktu. Untuk fotografi, Galaxy Z Flip8 membawa kamera 50MP dan ProVisual Engine. Samsung juga menyertakan sejumlah fitur seperti Flex Mode, Camcorder Grip dengan Zoom Rocker, Super Steady dengan Horizontal Lock, FlipShot, dan Mirror View.
Dengan bobot 180 gram dan ketebalan 6,1 milimeter, perangkat tersebut disebut sebagai Galaxy Z Flip paling tipis dan ringan yang pernah dibuat Samsung.
Galaxy AI Mulai Hadir pada 2024
Perkembangan Galaxy Z tidak hanya terjadi pada perangkat keras. Pada tahun 2024, Samsung memperkenalkan Galaxy AI untuk pertama kalinya pada Galaxy Z Series. Teknologi tersebut dirancang dengan pengalaman AI yang disesuaikan terhadap karakteristik masing-masing form factor.Pada Galaxy Z Fold6, sejumlah fitur Galaxy AI mendukung penggunaan layar besar, termasuk Note Assist, Composer, dan Sketch to Image. Di Galaxy Z Flip6, Galaxy AI juga dimanfaatkan untuk mendukung kreasi konten.
Salah satunya melalui Auto Zoom pada FlexCam yang dapat mendeteksi subjek dan menyesuaikan framing secara otomatis untuk membantu pengambilan foto dan video secara hands-free. Setahun berikutnya, Galaxy Z Fold7 membawa kamera wide-angle 200MP pertama pada lini Galaxy Z dengan standar flagship.
Perangkat tersebut memiliki ketebalan 8,9 milimeter saat dilipat dan bobot 215 gram. Galaxy Z Flip7 pada periode yang sama menghadirkan FlexWindow edge-to-edge berukuran 4,1 inci, termasuk akses terhadap pengalaman berbasis AI seperti Now Brief tanpa harus membuka perangkat.
Baca Juga :
Ekosistem Galaxy Fokus Dukung Hidup Seimbang
Dari Ketahanan Air hingga Multitasking
Sebelum Galaxy AI menjadi bagian dari lini foldable, Samsung lebih dahulu mengembangkan aspek ketahanan dan fleksibilitas penggunaan. Pada tahun 2021, Galaxy Z Fold3 dan Galaxy Z Flip3 menghadirkan ketahanan air IPX8.Kedua perangkat tersebut juga menggunakan Armor Aluminum yang disebut Samsung sebagai aluminium terkuat yang pernah digunakan pada ponsel Galaxy. Pada tahun 2022, Galaxy Z Fold4 menjadi foldable pertama Samsung yang menggunakan Android 12L, versi Android yang dirancang untuk pengalaman pada layar berukuran besar.
Perangkat tersebut juga menghadirkan Taskbar untuk mendukung tampilan layaknya PC serta gesture swipe untuk mempermudah perpindahan aplikasi dan multitasking. Di sisi Galaxy Z Flip4, Samsung memperluas kemampuan FlexCam untuk mengambil foto dan video secara hands-free dari berbagai sudut.
Quick Shot yang ditingkatkan juga memungkinkan pengambilan selfie langsung dari cover screen. Pada tahun 2023, Galaxy Z Fold5 memperkenalkan Flex Hinge baru yang dirancang untuk meredam dampak benturan eksternal dan mendukung desain foldable yang lebih seimbang.
Galaxy Z Flip5 kemudian membawa FlexWindow 3,4 inci yang memperluas akses ke widget, pesan, serta berbagai fungsi kamera dari cover screen.
Galaxy Fold Memulai Perjalanan pada 2019
Perjalanan tersebut bermula pada tahun 2019 ketika Samsung memperkenalkan Galaxy Fold kepada konsumen. Perangkat ini membawa Infinity Flex Display berukuran 7,3 inci, memungkinkan smartphone berukuran ringkas berubah menjadi layar lebih besar untuk menikmati konten, meningkatkan produktivitas, dan melakukan multitasking.Galaxy Fold juga memperkenalkan fitur App Continuity dan Multi-Active Window. Keduanya menunjukkan software dan hardware dapat diintegrasikan dalam form factor foldable. Pada tahun 2020, Samsung melanjutkan pengembangan melalui Galaxy Z Fold2.
Perangkat tersebut memiliki layar 6,2 inci dengan Infinity-O Display dan memperkenalkan Flex Mode, memungkinkan perangkat digunakan pada berbagai sudut. Pada tahun yang sama, Samsung juga meluncurkan Galaxy Z Flip pertama.
Perangkat tersebut membawa layar foldable berbahan kaca dengan teknologi Ultra-Thin Glass. Kini, setelah delapan generasi pengembangan, Samsung menyebut lini Galaxy Z telah berkembang dari konsep smartphone dengan layar fleksibel menjadi portofolio dengan beberapa form factor dan fungsi.
Pada tahun 2026, Galaxy Z Fold8 Ultra berfokus pada produktivitas dan kreasi konten, Galaxy Z Fold8 pada pengalaman konten imersif, sementara Galaxy Z Flip8 mengutamakan ekspresi diri dan interaksi cepat melalui FlexWindow berbasis AI.