President Samsung Electronics Indonesia Harry Lee mengatakan pengalaman flagship selama ini identik dengan performa terdepan, kualitas, dan teknologi intuitif. Menurutnya, perluasan akses terhadap pengalaman tersebut bukan berarti menurunkan standar, melainkan membawa esensi inovasi ke lebih banyak pengguna.
Selain itu, Perusahaan teknologi asal Korea Selatan ini juga melihat kecerdasan buatan (AI) semakin menjadi bagian dari penggunaan smartphone sehari-hari. Perusahaan mencatat lebih dari 90% pengguna perangkat flagship Samsung di Indonesia telah memanfaatkan fitur Galaxy AI dalam aktivitas mereka.

Galaxy AI Dorong Kreativitas Pengguna
Samsung menilai smartphone kini tidak lagi hanya berfungsi sebagai perangkat komunikasi, khususnya bagi generasi muda. Perangkat tersebut juga digunakan sebagai sarana untuk menghasilkan dan mengolah konten visual.Namun, proses kreatif masih dapat menghadapi sejumlah kendala teknis. Tantangan tersebut mencakup pengambilan gambar dalam situasi dinamis hingga proses penyuntingan yang membutuhkan banyak langkah. Samsung kemudian menempatkan teknologi intuitif sebagai salah satu pendekatan untuk mengurangi hambatan tersebut.
Dalam konteks tersebut, Galaxy S26 FE mengusung 47 fitur AI flagship untuk mendukung aktivitas harian pengguna. Salah satunya adalah MyFanCam, fitur yang dirancang untuk membantu pengguna menangkap serta menonjolkan subjek foto atau video secara cepat dan spontan.
Galaxy S26 FE juga dilengkapi Super Steady dengan Horizontal Lock untuk membantu menjaga video tetap stabil ketika pengguna bergerak. Fitur lainnya, Photo Assist, membantu proses penyuntingan melalui perintah menggunakan bahasa sehari-hari.
Samsung menempatkan ketiga fitur tersebut sebagai bagian dari pendekatan teknologi intuitif. Perusahaan menyatakan teknologi seharusnya dapat membantu pengguna bereksperimen dan berekspresi tanpa dibebani langkah manual yang rumit.
Baca Juga :
Kamera Galaxy S27 Ultra Masih Diperdebatkan
Dukungan Perangkat hingga Tujuh Tahun
Selain fitur AI dan kemampuan fotografi, Samsung menyoroti masa penggunaan perangkat sebagai bagian dari nilai sebuah smartphone. Perusahaan yang didirikan pada tahun 1938 ini menyatakan komitmen terhadap pembaruan sistem operasi hingga tujuh generasi serta pembaruan keamanan hingga tujuh tahun.Menurut Samsung, dukungan tersebut ditujukan agar pengguna dapat menggunakan perangkat dalam jangka lebih panjang tanpa harus khawatir keamanan berkurang atau fitur tertinggal seiring waktu. Perusahaan juga mengaitkan kebijakan tersebut dengan fleksibilitas pengguna ketika mempertimbangkan pergantian perangkat.
Komitmen tersebut menjadi bagian dari pandangan Samsung bahwa nilai smartphone tidak hanya ditentukan oleh spesifikasi ketika perangkat pertama kali digunakan. Samsung menilai kemampuan pengguna untuk terus memanfaatkan inovasi yang tersedia dari waktu ke waktu juga menjadi bagian dari nilai sebuah perangkat.
Melalui Galaxy S26 FE, Samsung menyebut ingin menghadirkan sejumlah kekuatan utama Galaxy S dalam satu perangkat. Aspek tersebut mencakup kamera, Galaxy AI, performa, dan pengalaman penggunaan. Samsung juga menempatkan perluasan akses terhadap ekosistem flagship sebagai bagian dari upaya menghadirkan teknologi dengan manfaat jangka panjang.
Samsung menyatakan manusia dan kebermanfaatan menjadi bagian dari pertimbangan dalam pengembangan teknologi tersebut. Dengan pendekatan tersebut, Galaxy S26 FE menjadi bagian dari upaya Samsung untuk membawa pengalaman Galaxy S kepada lebih banyak konsumen.
Fokusnya mencakup pemanfaatan AI dalam aktivitas sehari-hari, dukungan terhadap kreativitas melalui fitur kamera dan editing, serta dukungan perangkat lunak dan keamanan dalam jangka panjang.