Ilustrasi: Red Hat
Ilustrasi: Red Hat

Red Hat Buka APAC AI Centre of Excellence di Singapura

Mohamad Mamduh • 27 Oktober 2026 15:46
Ringkasnya gini..
  • Dalam menjalankan operasionalnya, CoE menerapkan dua pendekatan utama yang saling melengkapi.
  • Penempatan kapabilitas engineering langsung di Singapura memperpendek siklus umpan balik antara pelanggan, mitra, dan tim produk.
  • Kolaborasi co-engineering untuk terus mendobrak batas teknologi demi mengantisipasi ancaman yang semakin kompleks.
Jakarta: Red Hat membuka APAC AI Centre of Excellence (CoE) di Singapura. Pusat ini hadir dengan dukungan dari Singapore Economic Development Board (EDB) dan dirancang khusus untuk membantu organisasi serta perusahaan di seluruh kawasan Asia Pasifik dalam mempercepat transisi penerapan teknologi kecerdasan buatan atau AI dari tahap uji coba menuju operasional bisnis sehari-hari.

Pendirian pusat ini diambil guna menjawab pesatnya lonjakan permintaan kawasan terhadap solusi AI enterprise yang tepercaya, aman, dan siap pakai di lingkungan operasional perusahaan. Melalui APAC AI Centre of Excellence, tim engineering Red Hat menghadirkan keahlian teknis serta fondasi teknologi open source guna membantu para pelanggan memindahkan workload AI mereka secara lancar dan efisien.

Dalam menjalankan operasionalnya, CoE menerapkan dua pendekatan utama yang saling melengkapi. Pendekatan pertama adalah mengembangkan arsitektur perangkat lunak terstandarisasi yang dapat digunakan kembali untuk menyelesaikan tantangan operasional umum di berbagai sektor industri.

Pendekatan kedua dilakukan dengan menyumbangkan kode secara langsung ke proyek-proyek open source di hulu guna memenuhi kebutuhan skala enterprise, mencakup penerapan sistem, pengoptimalan runtime, hingga pengelolaan platform AI.

Sebagai bagian dari implementasi perdana CoE, Singapore Defence Science and Technology Agency (DSTA) berkolaborasi dengan Red Hat untuk mengeksplorasi serta ikut mengembangkan solusi AI dan cloud-native yang tangguh. Kerja sama ini menggabungkan keahlian open source Red Hat dengan kapabilitas engineering pertahanan DSTA guna membangun solusi berskala besar di bidang AI, komputasi cloud, modernisasi aplikasi, serta komputasi edge untuk mendukung operasi multi-cloud.

Kolaborasi tersebut juga mencakup penyusunan arsitektur dan praktik bersama untuk Development, Security and Operations serta pengelolaan operasional Day 2. Sistem ini dirancang agar dapat diterapkan secara fleksibel baik di lingkungan on-premise maupun off-premise, sehingga memungkinkan DSTA lebih tangkas dalam mengantisipasi dinamika kebutuhan pertahanan di era AI.

Kehadiran APAC AI CoE di Singapura juga difokuskan pada penguatan ekosistem AI dan kapabilitas teknis di kawasan. Pusat inovasi ini memiliki tim ahli khusus yang terdiri dari para engineer, forward-deployed engineers, arsitek sistem, dan manajer proyek yang berfokus pada keberhasilan penerapan AI/ML pelanggan. Selain membantu penerapan proyek, CoE bertindak sebagai sarana peningkatan keterampilan lokal di bidang software engineering, otomatisasi, pengembangan berbasis cloud, dan DevSecOps.

Penempatan kapabilitas engineering langsung di Singapura memperpendek siklus umpan balik antara pelanggan, mitra, dan tim produk inti Red Hat, memastikan peta jalan pengembangan tetap berakar pada kebutuhan nyata di lapangan.

Vice President & General Manager Red Hat Asia Pacific, Daniel Aw, menegaskan bahwa adopsi AI enterprise membutuhkan platform terbuka dan keahlian praktis agar transisi dapat dilakukan secara bertanggung jawab.

Sementara itu, Vice President Digital Industry Singapore, Yueh Chinn Seah, menyampaikan bahwa CoE memperkuat posisi Singapura sebagai hub AI utama yang memberikan peluang peningkatan kapabilitas bagi talenta lokal. Deputy Chief Executive (Information) DSTA, Gayle Chan, turut menyambut baik kolaborasi co-engineering ini untuk terus mendobrak batas teknologi demi mengantisipasi ancaman yang semakin kompleks.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA