Harry Lee, President of Samsung Electronics Indonesia.
Harry Lee, President of Samsung Electronics Indonesia.

90% Pengguna Flagship di Indonesia Sudah Pakai Galaxy AI, Kini Hadir di Samsung Galaxy S26 FE

Cahyandaru Kuncorojati • 24 September 2026 12:43
Ringkasnya gini..
  • Samsung menyebut lebih dari 90% pengguna flagship di Indonesia sudah memanfaatkan Galaxy AI dalam aktivitas harian.
  • Samsung Galaxy S26 FE membawa My FanCam, Super Steady, Photo Assist, dan pemrosesan AI on-device.
  • Samsung Galaxy S26 FE mendapat 7 generasi update OS dan 7 tahun pembaruan keamanan.
Jakarta: Adopsi kecerdasan buatan (AI) pada smartphone di Indonesia mulai bergeser dari sekadar fitur tambahan menjadi salah satu pertimbangan saat memilih perangkat. Samsung menyebut lebih dari 90 persen pengguna smartphone flagship Samsung di Indonesia telah memanfaatkan Galaxy AI dalam aktivitas sehari-hari.

President of Samsung Electronics Indonesia, Harry Lee, mengatakan perubahan perilaku tersebut menjadi salah satu alasan Samsung membawa pengalaman AI dan kamera dari lini flagship ke Samsung Galaxy S26 FE.

Pendekatan perusahaan tidak hanya berfokus pada menambah jumlah fitur, tetapi membuat teknologi tersebut lebih mudah digunakan dalam aktivitas sehari-hari.

“Adopsi Galaxy AI di Indonesia menunjukkan bahwa AI semakin bergeser dari sesuatu yang baru menjadi bagian dari pengalaman smartphone sehari-hari. Berdasarkan data internal kami, lebih dari 90% pengguna perangkat flagship Samsung di Indonesia telah memanfaatkan fitur Galaxy AI dalam aktivitas sehari-hari,” ujar Harry Lee.

 

Samsung Galaxy S26 FE Dorong AI ke Aktivitas Kreasi

Samsung melihat perubahan tersebut berjalan beriringan dengan cara pengguna memakai smartphone untuk membuat dan membagikan konten. Galaxy S26 FE kemudian membawa sejumlah fitur kamera dan AI seperti My FanCam, Super Steady dengan Horizontal Lock, dan Photo Assist.

My FanCam dan Super Steady ditujukan untuk membantu pengguna menangkap momen secara lebih praktis, sementara Photo Assist digunakan untuk menyempurnakan hasilnya. AI ditempatkan di balik proses kreatif sehingga pengguna tidak harus melakukan terlalu banyak tahapan manual untuk menghasilkan konten.

“Kami tidak sekadar membawa fitur flagship ke lebih banyak perangkat, kami membawa cara baru menggunakan teknologi agar semakin relevan dengan keseharian pengguna. Galaxy S26 FE dirancang untuk mendukung cara generasi muda membuat konten yang semakin spontan, visual, dan langsung ingin dibagikan,” tutur Harry Lee.

Pendekatan ini memperlihatkan bahwa Samsung tidak memosisikan AI hanya sebagai chatbot atau alat pencarian. Dalam konteks Galaxy S26 FE, AI ditempatkan lebih dekat dengan aktivitas yang sudah umum dilakukan pengguna, terutama membuat foto dan video.

 

DNA Galaxy S Tetap Dipertahankan

Meski membawa identitas Fan Edition, Samsung menyebut fondasi Galaxy S tetap menjadi acuan. Harry Lee menjelaskan standar tersebut tidak ditentukan sekadar dari tingginya spesifikasi, melainkan dari bagaimana seluruh komponen perangkat bekerja secara konsisten.

“DNA Galaxy S adalah menghadirkan pengalaman yang kuat, konsisten, dan dapat diandalkan, bukan sekadar menghadirkan spesifikasi tinggi. Karena itu, Galaxy S26 FE mempertahankan fondasi utama Galaxy S pada kamera, AI, performa, dan pengalaman penggunaan sepanjang hari,” katanya.

Di sisi pemrosesan AI, Galaxy S26 FE menggunakan Samsung Exynos 2500. Samsung mengatakan sebagian pemrosesan AI dapat dilakukan secara on-device, sementara kapasitas baterai dan fast charging ditujukan untuk menopang penggunaan sepanjang hari.

“Bagi kami, standar flagship bukan tentang seberapa tinggi spesifikasinya, tetapi seberapa baik seluruh teknologi bekerja bersama untuk memberikan pengalaman yang nyata bagi pengguna,” ujar Harry Lee.

 

Dukungan Software Jadi Bagian dari Nilai Jangka Panjang

Samsung juga membawa pendekatan berbeda dalam umur penggunaan perangkat. Galaxy S26 FE mendapatkan 7 generasi pembaruan sistem operasi dan 7 tahun pembaruan keamanan, dimulai dengan One UI 9 dan Android 17.

Menurut Harry Lee, dukungan tersebut memberi pengguna lebih banyak kendali atas masa pakai smartphone karena perangkat tetap mendapatkan pembaruan keamanan dan fitur dalam periode panjang.

“Dukungan jangka panjang ini memberikan konsumen kendali penuh untuk menentukan sendiri kapan mereka ingin berganti perangkat, tanpa perlu khawatir keamanannya berkurang atau fiturnya tertinggal seiring waktu,” katanya.

Dengan demikian, strategi Galaxy S26 FE tidak hanya bertumpu pada spesifikasi hardware. Samsung mencoba menggabungkan AI, kamera, efisiensi pemrosesan, baterai, dan dukungan software jangka panjang sebagai satu pengalaman.

Pergeseran tersebut sekaligus menunjukkan bagaimana AI mulai ditempatkan lebih dekat dengan rutinitas pengguna smartphone di Indonesia, bukan lagi sekadar fitur untuk dipamerkan.
 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA