Samsung digugat IOENGINE di AS atas dugaan pelanggaran lima paten konektivitas yang disebut digunakan pada Galaxy S23 Ultra, Watch Ultra, dan produk lain.
Samsung digugat IOENGINE di AS atas dugaan pelanggaran lima paten konektivitas yang disebut digunakan pada Galaxy S23 Ultra, Watch Ultra, dan produk lain.

Samsung Digugat Terkait Paten Galaxy

Lufthi Anggraeni • 26 September 2026 10:54
Ringkasnya gini..
  • Samsung digugat IOENGINE di Texas atas dugaan penggunaan lima paten teknologi konektivitas tanpa izin.
  • Galaxy S23 Ultra, Galaxy Watch Ultra, Galaxy Buds2 Pro, dan SSD T7 disebut dalam perkara.
  • IOENGINE meminta ganti rugi, royalti, dan perintah penghentian penggunaan teknologi yang disengketakan.
Jakarta: Samsung kembali menghadapi gugatan paten di Amerika Serikat. Kali ini, perusahaan teknologi asal Korea Selatan tersebut digugat oleh IOENGINE LLC terkait dugaan penggunaan teknologi yang dilindungi lima paten dalam sejumlah produk dan layanan ekosistem Galaxy.

Gugatan diajukan pada tanggal 22 September 2026 ke Pengadilan Distrik Amerika Serikat untuk Distrik Timur Texas. Dalam perkara tersebut, IOENGINE menuduh Samsung Electronics dan Samsung Electronics America menggunakan teknologi yang tercakup dalam paten miliknya tanpa izin.

Produk yang disebut dalam gugatan mencakup smartphone Galaxy S23 Ultra, smartwatch Galaxy Watch Ultra, Galaxy Buds2 Pro, serta Samsung Portable SSD T7. Sejumlah perangkat lunak dan layanan pendukung, termasuk Galaxy Wearable dan Android Auto, turut disebut dalam perkara tersebut.
 
Samsung Galaxy S23 Ultra
 

Lima Paten Jadi Pokok Gugatan

IOENGINE merupakan perusahaan berbasis Amerika Serikat yang mengklaim memiliki hak atas lima paten terkait teknologi pemrosesan dan penyimpanan data. Paten tersebut adalah US Patent No. 7,861,006, 9,059,969, 10,397,374, 10,447,819, dan 10,992,786.

Kelima paten tersebut dilaporkan berada dalam satu keluarga paten dan berkaitan dengan metode pemrosesan serta penyimpanan data pada perangkat penyimpanan portabel. Dalam perkara tersebut, IOENGINE menyoroti arsitektur teknologi yang memungkinkan perangkat komputasi sekunder memanfaatkan antarmuka pengguna serta koneksi jaringan dari perangkat utama secara aman. 

Konsep tersebut relevan dengan skenario ketika perangkat pendamping, seperti smartwatch atau earbuds, terhubung dengan smartphone, tablet, komputer, atau perangkat utama lainnya. IOENGINE menilai teknologi dalam kelima paten tersebut digunakan oleh berbagai produk Samsung tanpa otorisasi. 

Gugatan tersebut tidak hanya menyasar hardware, tetapi juga mencakup software yang mendukung konektivitas antarperangkat dalam ekosistem Samsung. Galaxy S23 Ultra dan Galaxy Watch Ultra menjadi dua produk Samsung yang disebut secara khusus dalam perkara tersebut. Selain keduanya, Galaxy Buds2 Pro dan Portable SSD T7 juga tercantum dalam gugatan.
 

IOENGINE Minta Ganti Rugi dan Royalti

IOENGINE mengajukan tuntutan berupa kompensasi finansial atas dugaan pelanggaran paten tersebut. Perusahaan tersebut juga meminta pembayaran royalti wajar untuk penggunaan teknologi yang diklaim berada di bawah perlindungan patennya.

Selain tuntutan finansial, IOENGINE meminta pengadilan mengeluarkan injunction atau perintah hukum yang dapat menghentikan penggunaan teknologi yang disengketakan dalam produk Samsung. 

Dengan demikian, perkara ini berpotensi tidak hanya berdampak pada pembayaran kompensasi, tetapi juga pada penggunaan teknologi terkait dalam perangkat dan layanan Samsung apabila pengadilan nantinya memutuskan mendukung klaim penggugat.

Perkara tersebut tercatat sebagai IOEngine LLC v. Samsung Electronics Co. Ltd. et al., No. 2:26-cv-00866, di Pengadilan Distrik Amerika Serikat untuk Distrik Timur Texas. Samsung Electronics dan Samsung Electronics America tercantum sebagai pihak tergugat.

Namun, tuduhan IOENGINE tersebut masih merupakan klaim dalam proses hukum dan belum menjadi putusan pengadilan. Belum terdapat keputusan yang menetapkan Samsung terbukti melanggar kelima paten tersebut.

Gugatan ini juga menambah daftar persoalan hukum berbasis paten yang dihadapi Samsung. Bagi perusahaan dengan ekosistem perangkat luas, sengketa paten terkait konektivitas dapat memiliki cakupan lebih besar karena teknologi yang sama berpotensi digunakan pada berbagai kategori perangkat dan aplikasi.

Dalam kasus ini, keterkaitan antara smartphone, smartwatch, earbuds, penyimpanan portabel, serta aplikasi pendukung menjadi bagian penting dari klaim IOENGINE. Perkembangan selanjutnya akan menentukan perkara tersebut berlanjut hingga persidangan dan putusan atau diselesaikan melalui kesepakatan antara kedua pihak.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA