Gugatan diajukan pada tanggal 22 September 2026 ke Pengadilan Distrik Amerika Serikat untuk Distrik Timur Texas. Dalam perkara tersebut, IOENGINE menuduh Samsung Electronics dan Samsung Electronics America menggunakan teknologi yang tercakup dalam paten miliknya tanpa izin.
Produk yang disebut dalam gugatan mencakup smartphone Galaxy S23 Ultra, smartwatch Galaxy Watch Ultra, Galaxy Buds2 Pro, serta Samsung Portable SSD T7. Sejumlah perangkat lunak dan layanan pendukung, termasuk Galaxy Wearable dan Android Auto, turut disebut dalam perkara tersebut.

Lima Paten Jadi Pokok Gugatan
IOENGINE merupakan perusahaan berbasis Amerika Serikat yang mengklaim memiliki hak atas lima paten terkait teknologi pemrosesan dan penyimpanan data. Paten tersebut adalah US Patent No. 7,861,006, 9,059,969, 10,397,374, 10,447,819, dan 10,992,786.Kelima paten tersebut dilaporkan berada dalam satu keluarga paten dan berkaitan dengan metode pemrosesan serta penyimpanan data pada perangkat penyimpanan portabel. Dalam perkara tersebut, IOENGINE menyoroti arsitektur teknologi yang memungkinkan perangkat komputasi sekunder memanfaatkan antarmuka pengguna serta koneksi jaringan dari perangkat utama secara aman.
Konsep tersebut relevan dengan skenario ketika perangkat pendamping, seperti smartwatch atau earbuds, terhubung dengan smartphone, tablet, komputer, atau perangkat utama lainnya. IOENGINE menilai teknologi dalam kelima paten tersebut digunakan oleh berbagai produk Samsung tanpa otorisasi.
Gugatan tersebut tidak hanya menyasar hardware, tetapi juga mencakup software yang mendukung konektivitas antarperangkat dalam ekosistem Samsung. Galaxy S23 Ultra dan Galaxy Watch Ultra menjadi dua produk Samsung yang disebut secara khusus dalam perkara tersebut. Selain keduanya, Galaxy Buds2 Pro dan Portable SSD T7 juga tercantum dalam gugatan.
IOENGINE Minta Ganti Rugi dan Royalti
IOENGINE mengajukan tuntutan berupa kompensasi finansial atas dugaan pelanggaran paten tersebut. Perusahaan tersebut juga meminta pembayaran royalti wajar untuk penggunaan teknologi yang diklaim berada di bawah perlindungan patennya.Selain tuntutan finansial, IOENGINE meminta pengadilan mengeluarkan injunction atau perintah hukum yang dapat menghentikan penggunaan teknologi yang disengketakan dalam produk Samsung.
Dengan demikian, perkara ini berpotensi tidak hanya berdampak pada pembayaran kompensasi, tetapi juga pada penggunaan teknologi terkait dalam perangkat dan layanan Samsung apabila pengadilan nantinya memutuskan mendukung klaim penggugat.
Perkara tersebut tercatat sebagai IOEngine LLC v. Samsung Electronics Co. Ltd. et al., No. 2:26-cv-00866, di Pengadilan Distrik Amerika Serikat untuk Distrik Timur Texas. Samsung Electronics dan Samsung Electronics America tercantum sebagai pihak tergugat.
Namun, tuduhan IOENGINE tersebut masih merupakan klaim dalam proses hukum dan belum menjadi putusan pengadilan. Belum terdapat keputusan yang menetapkan Samsung terbukti melanggar kelima paten tersebut.
Gugatan ini juga menambah daftar persoalan hukum berbasis paten yang dihadapi Samsung. Bagi perusahaan dengan ekosistem perangkat luas, sengketa paten terkait konektivitas dapat memiliki cakupan lebih besar karena teknologi yang sama berpotensi digunakan pada berbagai kategori perangkat dan aplikasi.
Dalam kasus ini, keterkaitan antara smartphone, smartwatch, earbuds, penyimpanan portabel, serta aplikasi pendukung menjadi bagian penting dari klaim IOENGINE. Perkembangan selanjutnya akan menentukan perkara tersebut berlanjut hingga persidangan dan putusan atau diselesaikan melalui kesepakatan antara kedua pihak.