Jakarta: Modena memperkuat pengembangan ekosistem Internet of Things (IoT) dengan memperluas konektivitas perangkat rumah tangga melalui inovasi smart kitchen. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan membangun ekosistem hunian terintegrasi yang ditampilkan pada ajang IndoBuildTech 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, 8–12 Juli 2026.
Vice President Modena Indonesia, Teddy Wijaya mengatakan perusahaan kini tidak lagi hanya berfokus pada bisnis home appliances, tetapi berkembang menjadi penyedia solusi hunian yang mengintegrasikan berbagai perangkat dalam satu ekosistem.
"Berawal dari home appliances, hari ini Modena terus berkembang menjadi penyedia ekosistem hunian yang semakin lengkap dan terintegrasi. Melalui kehadiran di IndoBuildTech 2026, kami membawa berbagai inovasi terbaik Modena yang relevan untuk kehidupan sehari-hari. Konsumen dapat menemukan berbagai solusi dalam satu ekosistem yang dapat disesuaikan dengan beragam kebutuhan hunian," ujar Teddy.
Menurut Teddy, strategi tersebut dilakukan karena Modena kini memiliki portofolio produk yang semakin luas, mulai dari kitchen appliances, refrigerator, washing machine, water heater, air conditioner, hingga solusi energi melalui Modena Energy.
"Pada dasarnya yang ingin kami bangun adalah sebuah ekosistem. Jadi bukan hanya menawarkan satu produk tertentu, melainkan seluruh solusi yang dimiliki Modena," kata Teddy.
Ia menjelaskan, keunggulan Modena terletak pada kelengkapan lini produk yang memungkinkan seluruh perangkat saling melengkapi dalam satu ekosistem.
"Fokus kami adalah bagaimana menawarkan satu ekosistem yang terintegrasi kepada pelanggan. Ketika pelanggan menggunakan satu ekosistem Modena, pengalaman mereka akan jauh lebih mudah dibandingkan harus memilih berbagai produk dari merek yang berbeda," ujarnya.
Menurut dia, konsep tersebut juga memberikan kemudahan dari sisi layanan purnajual karena pelanggan tidak perlu berhubungan dengan banyak vendor atau pusat layanan yang berbeda.
"Dari sisi layanan juga menjadi lebih sederhana. Mereka tidak perlu berurusan dengan banyak vendor atau pusat layanan yang berbeda karena seluruh kebutuhan dapat ditangani dalam satu ekosistem Modena," katanya.
Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah pengembangan kompor induksi pintar yang akan melengkapi lini perangkat berbasis IoT Modena. Produk tersebut akan bergabung dengan ekosistem Modena Seamless IoT yang saat ini telah menghubungkan berbagai perangkat rumah tangga, mulai dari dispenser air, water heater, cooker hood, hingga CCTV dan robot vacuum.
Selain itu, Modena juga tengah memperluas konektivitas IoT ke lini mesin cuci. Pengembangan tersebut dirancang agar perangkat mampu bekerja lebih efisien, adaptif, dan memberikan pengalaman penggunaan yang semakin terintegrasi.
Menurut Teddy, pengembangan smart kitchen merupakan bagian dari upaya perusahaan mempertahankan posisinya di kategori kitchen appliances sekaligus menjawab meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap perangkat rumah tangga pintar.
"Modena telah dipercaya oleh berbagai generasi berkat kepemimpinan di kategori kitchen appliances. Kini, kami mengembangkan kepemimpinan tersebut dengan mengintegrasikan teknologi IoT yang semakin cerdas dan terhubung. Pengembangan smart kitchen menjadi salah satu langkah kami dalam mewujudkan ekosistem hunian yang semakin terintegrasi," ujarnya.
Selain inovasi IoT, Modena turut menampilkan berbagai built-in appliances yang dirancang menyatu dengan desain rumah modern, seperti kompor, oven, kulkas, dishwasher, water purifier, hingga wine cooler.
Perusahaan juga memperkenalkan downdraft hood dengan retractable system yang dapat tersembunyi di dalam kitchen countertop saat tidak digunakan. Perangkat tersebut diklaim mampu menjaga estetika dapur sekaligus menghasilkan daya hisap hingga 1.200 meter kubik per jam.
Tak hanya mengembangkan perangkat rumah tangga pintar, Modena juga memperluas bisnisnya melalui Modena Energy yang menyediakan solusi energi surya secara end-to-end, mulai dari konsultasi, perancangan sistem, instalasi, hingga layanan operasional dan pemeliharaan.
Head of Modena Energy, Agiya Fersya mengatakan perusahaan saat ini menawarkan sistem pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) untuk rumah tangga dengan kapasitas mulai sekitar 2.000 watt. Menurut dia, kebutuhan setiap pelanggan berbeda sehingga kapasitas instalasi disesuaikan dengan konsumsi listrik dan kebutuhan energi masing-masing.
"Untuk saat ini kami mulai menawarkan sistem dengan kapasitas sekitar 2.000 watt. Tentunya kebutuhan setiap rumah berbeda-beda, tergantung konsumsi listrik dan kebutuhan energinya," ujar Agiya.
Ia menjelaskan, investasi untuk pemasangan PLTS rumah tangga dengan kapasitas tersebut berada di kisaran Rp60 juta hingga Rp70 juta, termasuk biaya instalasi.
"Teknologi yang kami miliki skalabel, mulai dari instalasi untuk rumah tinggal hingga sistem yang mampu menyuplai kebutuhan listrik dalam skala yang jauh lebih besar, bahkan untuk satu kawasan," katanya.
Melalui pengembangan ekosistem IoT dan integrasi berbagai perangkat rumah tangga, Modena berharap dapat menghadirkan pengalaman hunian yang lebih praktis, efisien, dan saling terhubung.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan