Riset Ericsson menyebut peminat jaringan 5G di Indonesia tinggi.
Riset Ericsson menyebut peminat jaringan 5G di Indonesia tinggi.

Minat Konsumen Indonesia Pindah ke 5G Cukup Tinggi

Teknologi teknologi telekomunikasi ericsson
Lufthi Anggraeni • 25 Juni 2021 15:23
Jakarta: Ericsson mengumumkan hasil riset terbaru terkait dengan kehadiran jaringan 5G di berbagai negara, termasuk di Indonesia, bertajuk Ericsson ConsumerLab Five Ways to A Better 5G 2021.
 
“Hampir separuh pengguna ponsel yang disurvei, terutama pengguna ponsel di perkotaan, menyatakan keinginan mereka untuk mencoba jaringan 5G,” ujar Head of ConsumerLab Ericsson Research Jasmeet Singh Seti.
 
Laporan tersebut mengungkap bahwa sebanyak 49 responden survei di Indonesia menyatakan keinginan mereka untuk memanfaatkan jaringan 5G segera setelah jaringan tersebut tersedia. Informasi ini juga selaras dengan data Ericsson pada bulan Desember 2020 lalu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Masih tinggi, minat pengguna ponsel untuk menggunakan jaringan 5G ini mengalami penurunan jika dibandingkan dengan minat yang tercatat pada laporan di bulan Maret 2019 lalu, dengan jumlah responden yang berminat untuk menggunakan jaringan 5G sebesar 64 persen.
 
Ericsson menyebut penurunan minat ini disebabkan oleh informasi terkait waktu ketersediaan jaringan 5G secara komersial di Tanah Air yang masih simpang siur. Sementara itu, responden mengaku kian berminat untuk menggunakan jaringan ini berkat kemunculan smartphone dengan dukungan konektivitas jaringan tersebut.
 
Sementara itu, Ericsson juga menyebut bahwa 19 persen responden serveinya telah memiliki perangkat dengan dukungan konektivitas jaringan 5G. Ericsson juga menyampaikan prediksi terkait jumlah pengguna jaringan 5G di Indonesia.
 
Berdasarkan studi yang dilakukannya, Ericsson memprediksi akan ada 5 juta pengguna smartphone yang akan menggunakan jaringan 5G dalam dua tahun pertama setelah peluncuran komersial di Indonesia.
 
Selain itu, hasil studi Ericsson menunjukan bahwa 50 persen konsumen di Indonesia bersedia membayar 50 persen lebih mahal untuk paket data 5G, yang disertai bundle digital lainnya. Sementara itu, sebanyak 10 persen konsumen bersedia membayar paket 5G lebih mahal, meski tanpa bundel layanan digital lain.
 
Kondisi tersebut, jelas Jasmeet, tidak hanya ditemukan Ericsson di Indonesia, tapi juga di negara lain seperti India dan Brasil, serta negara dengan konsumen berdaya beli tinggi. Ericsson juga menemukan bahwa konsumen 5G umumnya berminat pada platform Augmented Reality (AR).
 
Platform ini tercatat mengalami peningkatan durasi penggunaan selama tiga jam per minggu, jika dibandingkan dengan pengguna 4G. Selain itu, Ericsson juga mencatat peningkatan durasi penggunaan pada layanan streaming video sebesar 1,5 jam, jika dibandingkan dengan pengguna 4G.
 
(MMI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif