Pemasok Apple dilaporkan akan kembali memulai proses produksi komponen iPhone.
Pemasok Apple dilaporkan akan kembali memulai proses produksi komponen iPhone.

Pemasok Apple Berencana Lanjut Produksi Senin Depan

Teknologi teknologi Virus Korona apple
Lufthi Anggraeni • 07 Februari 2020 10:11
Jakarta: Pemasok Apple seperti Foxconn, Quanta Computer dan LG Display berencana melanjutkan produksi mulai 10 Februari mendatang. Sebab, penundaan produksi lebih lama dinilai sejumlah pihak akan berdampak pada ketersediaan produk Apple.
 
Tom's Hardware juga melaporkan bahwa Foxconn juga telah mampu menebus insiden penutupan pabrik di Tiongkok dengan mengandalkan pabrik di Meksiko, India, dan Vietnam. Namun, pabrik-pabrik tersebut tidak dapat memenuhi permintaan mereka sendiri.
 
Dengan bantuan pabrik Foxconn di luar Tiongkok ini, produksi Apple tidak akan mengalami masalah selama pemerintah Tiongkok tidak memperluas pembatasan pada pabrik ini pada 10 Februari. Selama satu pekan, yang bersamaan dengan penyelenggaraan Tahun Baru Imlek, tampaknya tidak cukup untuk menyebabkan permasalahan pada rantai pasokan Apple.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hingga saat ini, belum tersedia informasi menyoal keputusan dan langkah pemerintah Tiongkok selanjutnya. World Health Organization (WHO) mendeklarasikan bahwa penyebaran virus korona yang dimulai di Tiongkok telah menjadi keadaan kesehatan darurat dunia sejak bulan Januari lalu.
 
Tidak hanya Apple dan Foxconn, Samsung juga harus menutup pabrik akibat penyebaran virus korona. Penutupan ini dijadwalkan hingga tanggal 10 Februari mendatang.
 
Sebelumnya, prospek Q1 Apple diprediksi analis Ming-Chi Kuo akan mengalami dampak dari penyebaran virus korona.
 
Kuo memprediksi penurunan pengapalan smartphone sebanyak 10 persen, menurun menjadi 30 hingga 40 juta unit untuk kuartal pertama tahun 2020, meski mendapatkan jaminan dari Foxconn pada pekan lalu.
 
Foxconn menjanjikan bahwa produksi komponen kamera iPhone dan komponen lain yang dibuat di pabrik Foxconn di Wuhan, pusat penyebaran virus korona tidak akan terdampak.
 
Sementara itu, penelitian yang dilakukan oleh Penumbra Brands menemukan bahwa radiasi yang terpancar dari iPhone 11 Pro berada di level membahayakan konsumen. Secara spesifik, penelitian ini menyebut radiasi iPhone 11 Pro dua kali lebih tinggi dari batas keamanan FCC.
 
Pada pengujian ini, RF Exposure Lab mencatat paparan radiasi yang dihasilkan iPhone 11 Pro bisa lebih tinggi jika ponsel disimpan di saku pengguna. Namun, BGR menilai penelitian ini merupakan bagian dari upaya Penumbra Brands dalam memasarkan sasis karyanya, bertajuk Gadget Guard.
 
Sebab, siaran pers yang dirilis Penumbra Brand menampilkan iPhone 11 Pro tersebut dibandingkan dengan iPhone lain yang dibalut oleh sasis Gadget Guard berteknologi alara.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif