Matakota Ingin Bantu Perkembangan Smart City

Lufthi Anggraeni 20 Agustus 2018 17:22 WIB
startup
Matakota Ingin Bantu Perkembangan Smart City
Matakota menawarkan platform untuk berbagi informasi guna mendukung perkembangan smart city.
Jakarta: Perkembangan teknologi di seluruh dunia semakin pesat, tidak terkecuali di Indonesia. Perkembangan teknologi ini juga didorong oleh pemanfaatannya di berbagai industri, termasuk di ranah kota cerdas atau smart city.

Perkembangan smart city yang pesat tersebut turut mendorong kehadiran Matakota, startup yang mendukung perkembangan ini melalui fitur untuk berbagi informasi, serta memberikan akses langsung CCTV hingga sudut kota.

"Kami ingin menjamin masyarakat dan pemerintah bahwa Matakota adalah wadah tepat untuk menjadi platform yang membantu perkembangan smart city," ujar Founder dan CEO Matakota Erick Karya.


Aplikasi Matakota tersebut dikembangkan dengan tujuan untuk membantu masyarakat maupun pemerintah untuk membangun kota cerdas. Aplikasi ini merupakan Software as a Service (SaaS), memungkinkan pengguna untuk saling berbagi berbagai informasi melalui smartphone.

Erik juga menyebut bahwa Matakota merupakan media sosial untuk berbagi informasi terkait kondisi dan keadaan sekitar secara langsung. Kemampuan berbagi informasi ini ditujukan untuk membangun kota bersama-sama sehingga memiliki dampak sosial luas.

Aplikasi Matakota juga disebut memiliki fitur easy tracking, yang manfaatnya telah dirasakan oleh wisatawan di wilayah Surabaya. Fitur ini memungkinkan pengguna memantau lokasi bus, salah satunya Bus Suroboyo sebagai salah satu moda transportasi untuk melakukan aktivitas city tour.

Matakota kini telah terhubung dengan lebih dari 8.000 pengguna aktif dari berbagai daerah, dan menargetkan aplikasinya ini digunaan oleh 500 ribu pada akhir tahun 2018. Matakota berharap agar semakin banyak masyarakat yang berpartisipasi sehingga pengawasan kota semakin terkontrol.



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.