Beredar, Desain Ponsel Samsung Berponi ala iPhone X
Sketsa desain smartphone Samsung dengan poni seperti iPhone X.
Jakarta: Notch pada iPhone X atau yang lebih sering disebut sebagai poni harus diakui telah menginspirasi berbagai merek smartphone lainnya, kalau tidak ingin disebut meniru, walau saat pertama kali hadir sempat diejek.

Kini beredar sebuah informasi yang berasal dari situs asal Belanda, Mobielkopen, desain ponsel Samsung yang memiliki jambul seperti iPhone X. Dikutip dari Slash Gear, desain ini merupakan desain yang sudah didaftarkan patennya oleh Samsung.

Meskipun kabar ini masih perlu verifikasi lagi untuk dibuktikan kebenarannya tapi harus diakui cukup mengejutkan sebab selama ini Samsung sebagai penguasa pasar smartphone berbasis Android tidak pernah secara terang-terangan mengikuti tren desain smartphone yang sedang populer.




Sketsa desain tersebut memperlihatkan bagian poni yang di tengahnya bertengger ear speaker di antara dua komponen yang diduga adalah kamera depan dan sensor depan. Layarnya memenuhi hingga bagian bawahnya dan hanya meenyisakan sedikit bezel di tiap sisi layarnya.

Jadi, diduga pemindak sidik jarinya akan berada tepat di balik panel layar. Beralih ke bagian belakangnya digambarkan hanya terdapat dua kamera ganda dengan lampu flash.

Menariknya tidak hanya satu sketsa desain yang dipatenkan Samsung. Ada satu lagi sketsa desain yang dipatenkan Samsung yakni memiliki desain yang lebih persegi ketimbang sebelumnya namun tidak memiliki poni, panel layarnya memenuhi wajah smartphone tersebut.



Lalu di bagian belakangnya hanya ada satu buah komponen dibagian tengahnya dengan bingkai persegi yang sudutnya membulat, serupa seperti bingkai kamera belakang yang ada di beberapa smartphone buatan Samsung.

Tentu saja sketsa desain smartphone ini benar dipatenkan, namun bukan berarti akan diwujudkan dalam waktu dekat karena mungkin saja seiring waktu desainnya akan berubah atau bahkan hanya menjadi konsep saja dan tidak diproduksi.



(MMI)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.