Akibat penerapan regulasi registrasi kartu SIM, Smartfren mengakui jumlah pelanggannya menurun sebanyak dua juta.
Akibat penerapan regulasi registrasi kartu SIM, Smartfren mengakui jumlah pelanggannya menurun sebanyak dua juta.

Smartfren Akui Jumlah Pelanggan Menurun

Teknologi smartfren andromax
Lufthi Anggraeni • 29 Mei 2018 10:42
Jakarta: Regulasi pemerintah yang mengharuskan pengguna layanan komunikasi seluler untuk mendaftarkan nomor telepon di ponsel dengan identitas diri menimbulkan sejumlah dampak kepada pelaku industri telekomunikasi, tak terkecuali Smartfren.
 
Akibat penerapan regulasi yang diberlakukan sejak bulan Oktober 2017 sampai 1 Mei 2018 lalu tersebut, Smartfren mengaku jumlah pengguna layanan komunikasi yang ditawarkannya mengalami penurunan. Smartfren menyebut jumlah penggunanya mengalami penurunan sebanyak dua juta pelanggan.
 
"Pelanggan Smartfren awalnya ada 11 jutaan, sekarang jadi 9 juta (setelah registrasi SIM card). Kita harap bisa segera mengembalikan angkanya secepatnya, termasuk dengan paket internet unlimited yang baru kita luncurkan ini," ujar Deputy CEO Smartfren, Djoko Tata Ibrahim.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Paket layanan internet Unlimited 4G 24 jam dengan penawaran harga terjangkau yang baru ditawarkan ini disebut Djoko sebagai 'senjata pamungkas' Smartfren dalam upayanya untuk meningkatkan jumlah pelanggan.
 
Djoko mengaku optimistis layanan ini dapat membantu Smartfren tidak hanya mengembalikan pelanggan lama, tetapi juga memboyong pelanggan baru untuk menggunakan layanannya.
 
Selain itu, Djoko juga menyebut bahwa kehadiran layanan ini menjadi upaya Smartfren dalam menghadapi persaingan di ranah penyedia layanan komunikasi di Indonesia, yang dinilainya semakin ketat. Potongan harga pada layanan ini disebutnya akan sulit dikalahkan operator lain di Indonesia.
 
"Persaingan sekarang ketat sekali. Sekarang kalau kita mau menambah pelanggan kan' berarti harus merebut pelanggan orang lain (operator lain). Oleh karena itu, kita harus punya program yang menarik, seperti paket unlimited ini," ujar Djoko lagi.
 
Dengan paket layanan tersebut, Smartfren juga mencanangkan target baru terkait jumlah pelanggannya yaitu sebanyak satu juta pelanggan setiap bulan. Selain itu, Djoko menargetkan jumlah pelanggan Smartfren akan mencapai jumlah 20 juta pelanggan, setelah kembali mencapai 11 juta pelanggan.
 
Mengalami penurunan jumlah pelanggan sebesar dua juta tersebut dinilai Djoko masih tidak terlalu besar. Sebab sebagian besar pelanggan Smartfren disebut Djoko merupakan pelanggan dari layanan Andromax dan MiFi, sehingga tidak banyak pengguna yang terlibat pada proses ganti nomor.
 
Kehadian paket layanan internet Unlimited 4G 24 jam dengan penawaran harga Rp60.000 per bulan tersebut juga disebut Djoko untuk mendorong penggunaan internet via smartphone, mengingat paket tersebut hanya dapat digunakan oleh pengguna smartphone dan belum oleh pengguna MiFi.
 
Selain itu, layanan ini juga sebagai bentuk edukasi bagi masyarakat, terutama pelanggan Smartfren untuk tidak sering mengganti dan membuang nomor dan kartu SIM. Sebab, Indonesia disebut Djoko sebagai salah satu negara dengan konsumsi chip kartu SIM terboros di dunia.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif